Akhirnya! Honorer Puskesmas se-Banjarmasin Bakal Segera Gajian Siram Wajah Petugas dengan Air Cabai, Tahanan BNN Kabur Brakkkk!! Mobil Relawan Kebakaran di Banjarmasin Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas Duduk Perkara Viral Pencurian RX King di Kelayan, Warga Sempat Salah Tangkap! Keluarga Tolak Otopsi, Pria Paruh Baya di Kasbah Banjarmasin Diduga Meninggal Lantaran Sakit

Penganiayaan di Plaza Amuntai, Residivis Pembunuhan Diamankan

- Apahabar.com Jumat, 5 Juni 2020 - 16:05 WIB

Penganiayaan di Plaza Amuntai, Residivis Pembunuhan Diamankan

Polisi mengamankan Haris Setiawan yang tak lain suami siri korban. Foto-Istimewa

apahabar.com, AMUNTAI – Melliany Meka Sari alias Meka (40) menjadi korban penganiayaan suaminya sendiri.

Warga Jalan Keramat RT 02, Desa Tangga Ulin Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara itu dianiaya pada Kamis (4/6) sore kemarin.

Sekira pukul 17.00, korban dianiaya oleh Haris Setiawan tak lain suami sirinya sendiri. Akibatnya, korban alami luka lebam di wajah akibat hantaman tangan kosong pelaku.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama temannya, Ella, duduk santai di belakang Plaza Pasar Modern Amuntai.

Tiba-tiba dari arah belakang pelaku datang dan langsung memukul wajah korban dengan tangan kosong.

Tak hanya sekali, namun berkali-kali hingga korban alami luka lebam. Melihat kejadian tersebut, Ella mencoba membawa kabur korban untuk menghindari amukan pelaku.

Sempat lari hingga belakang ruang mesin gedung plaza amuntai, korban yang berhasil dikejar pelaku, kembali mendapat penganiayaan.

Merasa tidak terima, korban akhirnya melaporkan kasus ini ke Mapolres Hulu Sungai Utara, usai kejadian.

Setelah melakukan penyelidikan, petugas akhirnya melakukan penangkapan kepada pekerja serabutan itu di salah satu rumah di Jalan Rakha Nomor 11 RT 01, Desa Pamintangan, Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Kapolres HSU AKBP Pipit Subiyanto melalui Kasat Reskrim Iptu Kamarudin kepada apahabar.com menduga penganiayaan itu dilatari masalah ekonomi.

“Selama ini pelaku tidak memberi nafkah kepada korban. Korban kemudian curhat masalah rumah tangga ini kepada temannya. Pelaku yang mengetahui perbuatan istrinya, marah hingga terjadilah penganiayaan tersebut,” ucap Iptu Kamarudin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara diatas 2 tahun.

“Pelaku ini merupakan seorang residivis kasus pembunuhan tahun 2003. Dia bebas tahun 2013 silam,” pungkas Kamarudin.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Eddy Andriyanto - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Covid-19 Kalsel

Kalsel

Kasus Covid-19 Kalsel Memburuk, 68 Pasien Meninggal dalam 20 Hari
apahabar.com

Kalsel

Cara Komunitas Motor Bold Riders Banjarmasin Maknai Hari Sumpah Pemuda 2020
apahabar.com

Kalsel

Sepekan Dirawat, Begini Kondisi Terbaru Wali Kota Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam
apahabar.com

Kalsel

Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Balangan Sasar Penyemprotan Fasilitas Umum  

Kalsel

Puluhan Pasangan Mesum Terjaring di Banjarmasin, Di antaranya Terindikasi PSK Online
apahabar.com

Kalsel

Masjid di Banjarmasin Dibuka, Polri-TNI Siapkan Pengamanan Khusus
Tewas Tergantung

Kalsel

Geger, Pria di Kapar Tabalong Ditemukan Tewas Tergantung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com