Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Penyerang Polsek Daha Simpatisan ISIS, Legislator Kalsel: Agamanya Kurang

- Apahabar.com Rabu, 3 Juni 2020 - 17:13 WIB

Penyerang Polsek Daha Simpatisan ISIS, Legislator Kalsel: Agamanya Kurang

Sebuah mobil patroli polisi hangus terbakar pasca-penyerangan di Mapolsek Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Senin dini hari. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Kemunculan jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), organisasi yang dicap teroris di Kalimantan Selatan mengundang perhatian Anggota Komisi V DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda.

Membawa atribut ISIS, seorang simpatisannya menyerang Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin (1/6).

Penyerangan brutal saat dini hari itu menewaskan satu orang anggota polisi, Brigadir Leo Nardo Latupapua. Saat itu Leo sedang piket bersama dua polisi lain tewas akibat sabetan samurai pelaku.

Belakangan diketahui, pelaku penyerangan adalah Abdurrahman, warga Desa Baruh Jaya. Desanya, hanya selemparan batu dengan Desa Tumbukan Banyu, tempat tinggal daripada Brigadir Leo.

apahabar.com

Anggota Komisi V DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda. Foto-Runi/Man

“Kita berharap agar penegakan hukum lebih dikedepankan dalam menangani permasalahan ini,” ucap legislator asal Kalsel itu dihubungi apahabar.com, Rabu (3/6) siang.

Penegak hukum, kata dia, mesti bersikap objektif dan mampu melihat faktor-faktor yang melatarbelakangi keberadaan ISIS di Bumi Lambung Mangkurat.

“Berbagai elemen negara seperti Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) sebisa mungkin mengungkap akar persoalan dari munculnya radikalisme di Kalsel,” tegas Rifqi.

Politikus PDI Perjuangan itu menduga salah satu penyebab mendasar lahirnya paham radikal di Bumi Antasari yakni kurangnya pemahaman agama.

Sehingga ini merupakan tugas dan tanggungjawab bersama. Mulai dari Majelis Ulama Indoenesia (MUI) hingga tokoh agama lain agar saling bahu-membahu menanggapi problematika tersebut.

Adapaun, penyebab lain terkait kesejahteraan, ekonomi, dan pemahaman politik.

“Saya kira pemahaman politik para guru-guru agama harus di kedepankan dalam dinamika berbangsa dan bernegara. Ini perlu satu napas, baik dari pemerintah pusat maupun daerah,”cetusnya.

Ia mengimbau kepada gubernur, bupati maupun wali kota agar membangun koordinasi yang baik dengan para tokoh agama di Banua.

“Dengan tujuan agar umat bisa memiliki pemahaman yang utuh terkait kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sempat Mangkrak, Mega Proyek Kantor Bupati Kotabaru Dilanjutkan Tahun Depan
apahabar.com

Kalsel

Gojek Banjarmasin Beri Apresiasi Anggota Polsekta dan Koramil Banjarmasin Timur
apahabar.com

Kalsel

Kisah Tukiman, Perantauan Jawa yang Peduli Meratus
apahabar.com

Kalsel

Dugaan Pelanggaran Etik Komisioner Bawaslu Kalsel: Gugatan Gugur, Adhariani Siap ke MK
apahabar.com

Kalsel

Selama Ramadan, AKP Sjaiful Rutin Isi Kultum di Masjid dan Musala
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Polda Kalsel Putus Jaringan Peredaran Sabu dari Malaysia
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Mahasiswa Universitas NU Kalsel Gelar KKN Perdana
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Hebat di Alalak, Ratusan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com