ga('send', 'pageview');
Cerita Sukses Pemuda Kotabaru di Jepang dan Gaet Wanita Mualaf Ribuan Gram Sabu Gagal Edar, BNN Kalsel Diapresiasi Pusat Banjir di Pelaihari, Warga Diminta Waspada Hujan Susulan Dulu Bugar, ‘Kai Api’ Kini Ringkih di RS Ansari Saleh Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Nakes di Puskesmas Banjarmasin




Home Kalsel

Rabu, 3 Juni 2020 - 17:13 WIB

Penyerang Polsek Daha Simpatisan ISIS, Legislator Kalsel: Agamanya Kurang

Muhammad Robby - Apahabar.com

Sebuah mobil patroli polisi hangus terbakar pasca-penyerangan di Mapolsek Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Senin dini hari. Foto-Antara

Sebuah mobil patroli polisi hangus terbakar pasca-penyerangan di Mapolsek Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Senin dini hari. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Kemunculan jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), organisasi yang dicap teroris di Kalimantan Selatan mengundang perhatian Anggota Komisi V DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda.

Membawa atribut ISIS, seorang simpatisannya menyerang Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin (1/6).

Penyerangan brutal saat dini hari itu menewaskan satu orang anggota polisi, Brigadir Leo Nardo Latupapua. Saat itu Leo sedang piket bersama dua polisi lain tewas akibat sabetan samurai pelaku.

Belakangan diketahui, pelaku penyerangan adalah Abdurrahman, warga Desa Baruh Jaya. Desanya, hanya selemparan batu dengan Desa Tumbukan Banyu, tempat tinggal daripada Brigadir Leo.

apahabar.com

Anggota Komisi V DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda. Foto-Runi/Man

“Kita berharap agar penegakan hukum lebih dikedepankan dalam menangani permasalahan ini,” ucap legislator asal Kalsel itu dihubungi apahabar.com, Rabu (3/6) siang.

Baca juga :  Resmi, DPP Golkar Usung Pasangan ANIS di Pilkada Balangan

Penegak hukum, kata dia, mesti bersikap objektif dan mampu melihat faktor-faktor yang melatarbelakangi keberadaan ISIS di Bumi Lambung Mangkurat.

“Berbagai elemen negara seperti Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) sebisa mungkin mengungkap akar persoalan dari munculnya radikalisme di Kalsel,” tegas Rifqi.

Politikus PDI Perjuangan itu menduga salah satu penyebab mendasar lahirnya paham radikal di Bumi Antasari yakni kurangnya pemahaman agama.

Baca juga :  Bertambah 79 Positif, Covid-19 di Kalsel Sudah 4.146 Kasus

Sehingga ini merupakan tugas dan tanggungjawab bersama. Mulai dari Majelis Ulama Indoenesia (MUI) hingga tokoh agama lain agar saling bahu-membahu menanggapi problematika tersebut.

Adapaun, penyebab lain terkait kesejahteraan, ekonomi, dan pemahaman politik.

“Saya kira pemahaman politik para guru-guru agama harus di kedepankan dalam dinamika berbangsa dan bernegara. Ini perlu satu napas, baik dari pemerintah pusat maupun daerah,”cetusnya.

Ia mengimbau kepada gubernur, bupati maupun wali kota agar membangun koordinasi yang baik dengan para tokoh agama di Banua.

“Dengan tujuan agar umat bisa memiliki pemahaman yang utuh terkait kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Per April 2019 Instrumen Penilaian Akreditasi A Berubah, Rektor ULM Was-was
apahabar.com

Kalsel

Pilih Banjarmasin, Trakindo Dukung Peningkatan Prestasi Operator Alat Berat Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 Baru di Tala 4 Orang, Semuanya Klaster Gowa
apahabar.com

Kalsel

Malam Tahun Baru, Pemko Kembali Gelar Banjarmasin Bersholawat
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Bakal Jadi Tuan Rumah TWKM Nasional ke- 31
apahabar.com

Kalsel

Siapkan Perut di Festival Durian, Paman Birin Sediakan 15 Ribu Biji untuk Makan Bersama
apahabar.com

Kalsel

Diteriaki, Mahasiswi Penabrak Lari di Banjarmasin Ingin Kabur ke Mapolda
apahabar.com

Kalsel

Arus Balik, 3.816 Orang Kembali ke Kota Masing-Masing
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com