Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Perdana Pasca PSBB, Salat Jumat di Masjid Al-Karomah Martapura Sisakan Sejumlah Catatan

- Apahabar.com Jumat, 5 Juni 2020 - 15:56 WIB

Perdana Pasca PSBB, Salat Jumat di Masjid Al-Karomah Martapura Sisakan Sejumlah Catatan

Suasana pelaksanaan Salat Jumat di dalam Masjid Al-Karomah Martapura, jarak saf jemaah tampak teratur, Jumat (5/6). Foto-apahabar.com/hendralianor

apahabar.com, MARTAPURA – Salat Jumat perdana di Masjid Agung Al-Karomah Martapura, Kabupaten Banjar pasca penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dicabut, relatif lancar, hari ini.

Namun masih meninggalkan catatan dan perlu adanya evaluasi, khususnya bagi para petugas yang mengatur saf jemaah di saat kondisi pandemi Covid-19 belum selesai.

Pasalnya, meskipun di dalam masjid saf-saf jemaah begitu teratur, namun di luar masjid belum dapat diatur sepenuhnya.

Pantauan apahabar.com, puluhan aparat gabungan dari polisi, TNI, dan Satpol PP berjaga di pintu gerbang masuk di luar masjid.

Mereka memastikan apakah jemaah yang datang sudah menggunakan masker, membawa sajadah sendiri, dan memberikan kantng kresek bagi yang tidak membawa untuk menaruh alas kaki.

Sementara, sekitar 24 petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjar bertugas memeriksa jemaah yang masuk ke masjid.

Mereka memeriksa suhu tubuh tiap jemaah.

Petugas kesehatan juga mengatur jarak saf jemaah dalam masjid.
Terpantau, tidak ada petugas lain seperti polisi, TNI, atau Satpol PP yang mengatur jarak jemaah.

Sebelum suhu tubuh diperiksa, para jemaah juga harus melewati bilik disinfektan yang sudah disediakan di pelataran Masjid Al-Karomah.

Juga terpantau segelintir jemaah yang datang tidak membawa sajadah sendiri, bahkan ada juga tidak menggunakan masker.

Selain itu, juga terpantau banyak anak-anak dan lansia yang ke masjid, padahal sesuai protokol tidak diperkenankan ikut berangkat ke masjid.

Di dalam masjid, sajadah karpet belum semuanya diangkat, hanya sebagian sudah.

Selain itu, saf jemaah berdiri juga belum ditandai. Sehingga cukup mereporkan petugas untuk mengatur.

Mendekati masuk waktu salat Jumat, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Banjar, dr Diauddin mensosialisasikan bagaimana protokol pelaksanaan Salat Jumat di masjid.

Mulanya jarak saf jemaah begitu teratur. Manakala jemaah mulai banyak berdatangan dan memenuhi dalam masjid, kondisi jarak saf di pelataran masjid termasuk di luar, menjadi lebih rapat.

Padahal, pintu menuju lantai dua masjid dibuka setelah penuh di lantai pertama.

Namun hanya sekitar 40 persen ruangan yang terisi di lantai dua tersebut.

Kurangnya personel yang mengatur jemaah saat menuju salat Jumat menjadi faktor tidak terkontrolnya jarak saf jemaah di luar masjid.

Kepada apahabar.com, dr Diauddin mengakui masih ada kekurangan dalam uji coba pelaksanaan protokol Salat Jumat di masjid.

Salah satunya sajadah karpet yang belum semuanya diangkat dan tanda batas jarak saf.

“Karena persiapan tidak lama, makanya petugas tidak sempat melipat semua sajadah karpet karena keterbatasan waktu untuk membersihkan lantai. Apalagi ini setelah dibuka banyak sekali debunya,” ungkap Dokter Dia, sapaan akrabnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banjar ini menjelaskan, ke depan sajadah karpet akan diangkat juga menandai jarak saf jemaah.

Ia sangat berharap semua jemaah mematuhi protokol Salat Jumat, agar ke depannya dapat terus melaksanakan salat Jumat di masjid.

“Karena kalau tidak mematuhi protokol, kami tidak bisa menjamin ke depannya akan masih bisa Salat Jumat di masjid. Mohon kerjasamanya bagi jemaah,” imbuh Dia.

Sementara Sekda Banjar, HM Hilman mengakui soal physical distancing atau jaga jarak saf di masjid menjadi catatan penting untuk dievaluasi.

Ia pun mengakui, untuk persiapan ini belum 100 persen matang karena terburu-buru.

“Ini akan menjadi evaluasi bagi kami untuk ke depannya lebih baik,” ucap Sekda yang juga Wakil Ketua GTPP Covid-19 Banjar.

Ia berharap, dengan pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Al-Karomah Martapura hari ini, dengan menerapkan protokol, dapat membiasakan masyarakat menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Usai Salat Jumat, jemaah terlihat meninggalkan masjid secara berangsur-angsur dan teratur.

Jemaah memasuki bilik disinfektan sebelum masuk ke Masjid Al-Karomah Martapura terlebih dahulu dicek suhu tubuhnya, Jumat (5/6). Foto-apahabar.com/hendralianor

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Berantas Korupsi, Imigrasi Banjarmasin Canangkan Zona Integritas
apahabar.com

Kalsel

Dikejar Intel Kodim, Garong Kabel di Taman Kamboja Ngacir ke WC
apahabar.com

Kalsel

Ramalan Cuaca Kalsel Hari Ini, Cek Informasi BMKG
apahabar.com

Kalsel

Dandim Tanbu Resmikan Rumah Karantina Covid-19 di Angsana
apahabar.com

Kalsel

Belasan Piton Bersarang di Kolong Rumah, Mangsa Puluhan Ayam Warga Pekauman
apahabar.com

Kalsel

AKPOL 2006 Polda Kalsel Gelar Bakti Sosial Peduli Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Sempat Tutup, KPP Pratama Tanjung Tabalong Kembali Layani Wajib Pajak Secara Tatap Muka
apahabar.com

Kalsel

Hasil Uji Petik, KSOP Kelas 1 Banjarmasin Temukan Dua Kapal Perlu Dicek Ulang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com