Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Peredaran Narkoba di Kalteng Diduga Dikendalikan Seorang Napi Pangkalan Bun

- Apahabar.com Selasa, 2 Juni 2020 - 20:54 WIB

Peredaran Narkoba di Kalteng Diduga Dikendalikan Seorang Napi Pangkalan Bun

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng Kombes Bonny Djianto (kiri) didampingi Kabid Humas Polda setempat Kombes Hendra Rochmawan menunjukkan barang bukti dan foto pengendali sabu-sabu yang berada di dalam Lapas Pangkalan Bun, Selasa (2/6). Foto- Antara

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Seorang narapidana (napi) di Lembaga Pemasyaraktan Kelas IIB Kabupaten Kotawaringin Barat, Wahyudi diduga mengendalikan pengedaran narkoba jenis sabut di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Aktivitas Wahyudi selama di sana dicurigai Reserse Narkoba Polda Kalteng, usai menangkap dua orang kurir narkoba, Hermansyah dan Agus Tri Cahyono, baru-baru ini.

“Hermansyah (40) warga Kabupaten Kotawaringin Timur dan Agus Tri Cahyono (34) warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kedua orang itu ditangkap di dua tempat yang berbeda,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Bonny Djianto, Selasa (2/6).

Hermansyah diketahui merupakan adik dari Wahyudi. Ia ditangkap di kediamannya di Jalan SPG Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (29/5) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari tangan Hermansyah diamankan sabu-sabu seberat 400 gram dalam lima paket besar.

Usai menangkap Hermansyah, petugas pun langsung melakukan pengembangan.

Ternyata sabu-sabu 400 gram itu baru saja datang dari Kota Pontianak yang dibawa oleh Agus.

Mendapat informasi itu, petugas melakukan pengejaran.

Agus yang menggunakan mobil berhasil dicegat di Jalan Simpang Runtu, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Penangkapan Agus tidak lain adalah keterlibatan pengantaran sabu-sabu tersebut.

“Dari pengakuan Agus, dirinya mendapatkan tugas dari seorang yang berada di Kota Pontianak atas nama Estu. Kemudian sabu-sabu itu diantarkan ke Kota Sampit dan diserahkan kepada Hermansyah. Atas hal tersebut ia diupah sebesar Rp1,5 juta,” terang Bonny.

Ia menegaskan, untuk Hermansyah dan Agus yang kini sudah mendekam di Rumah Tahanan Mapolda Kalteng juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Keduanya dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sedangkan ancaman hukuman yang akan dikenai atas keduanya yakni paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

“Selain kurungan penjara, mereka juga diancam dengan denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” katanya pula.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan menambahkan, mengenai Wahyudi dalam waktu dekat akan dilakukan pemanggilan oleh penyidik.

Bahkan yang bersangkutan sebagai otak dari perbuatan itu tentunya akan menerima hukuman yang sama dengan dua pelaku yang sebelumnya tertangkap duluan.

“Dalam waktu dekat penyidik akan memanggil Wahyudi, yakni napi di Lapas Kelas IIB Kabupaten Kotawaringin Barat,” timpal Hendra.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Barito

Kalteng

Legislator Barito Utara Sindir Sederet Aset Daerah
apahabar.com

Kalteng

PBS di Kapuas Diminta Berpartisipasi Aktif Tangani Karhutla
apahabar.com

Kalteng

Sah! Senin PSBB di Palangka Raya Diterapkan
apahabar.com

Kalteng

Demokrat dan PDI-P Kalteng Bertemu, Pertanda Koalisi?
apahabar.com

Kalteng

Kebakaran Rumah di Sikui Barut Kalteng, Karyawan PT MME Tewas Terbakar
apahabar.com

Kalteng

Aspirasi Aliansi Mahasiswa Kobar Sampai ke Senayan
apahabar.com

Kalteng

760 Hektar ‘Lahannya’ Terbakar, Pengelola TNTP Selalu Dirundung Cemas
apahabar.com

Kalteng

Jokowi Dijadwalkan Kembali ke Kalteng, Kunjungi Kawasan Food Estate di Kapuas dan Pulang Pisau
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com