Tenang.. Kombes Subchan Jamin Stok Oksigen Kalsel Aman! Resmi, Jokowi Perpanjang PPKM Level IV hingga 2 Agustus Pakar ULM: Pelacakan Covid-19 di Banjarmasin Mendekati Nol! STOK Oksigen di RS Ulin Banjarmasin Tinggal Hitungan Jam, Cek Faktanya Kucurkan Miliaran Rupiah, PPKM Level IV Banjarmasin Tanpa Jam Malam

Perempuan-Anak Rentan Alami Kekerasan di Penajam

- Apahabar.com     Kamis, 25 Juni 2020 - 14:34 WITA

Perempuan-Anak Rentan Alami Kekerasan di Penajam

Arsip-Aktivis perempuan yang memprotes kekerasan terhadap perempuan dan anak, terutama kekerasan seksual. Foto-Antara

apahabar.com, PENAJAM – Perempuan dan anak di Kabupaten Penajam Paser Utara, calon ibu kota RI, rentan mengalami kekerasan.

Tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dilaporkan meningkat.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara sepanjang 2020 menerima laporan 26 kasus kekerasan pada perempuan dan anak terjadi di daerah ini.

“Hingga Juni 2020 tercatat 21 anak dilaporkan menjadi korban kekerasan dan 5 kasus kekerasan pada perempuan,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Kabupaten Penajam Paser Utara Nurkaidah, Kamis (25/6).

Sebanyak 26 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang dilaporkan tersebut, ujarnya, 13 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual atau tindak asusila.

Jumlah kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Kabupaten Penajam Paser Utara yang dilaporkan, lanjut Nurkaidah, terbanyak pada Januari 2020 yaitu 11 kasus.

“Wilayah paling rawan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Penajam Paser Utara berada di Kecamatan Penajam,” ujarnya lagi.

Sedangkan kekerasan pada perempuan dan anak yang terlaporkan di DP3AP2KB Kabupaten Penajam Paser Utara sepanjang 2019 sebanyak 35 kasus.

Nurkaidah menyebutkan pelaku kekerasan dan asusila terhadap anak didominasi orang-orang terdekat dari anak yang menjadi korban, bukan orang asing atau tidak dikenal.

“Rata-rata pelaku kekerasan pada anak diketahui orang-orang dekat dengan anak atau masih dari lingkungan terdekat korban,” katanya pula.

Sebagai upaya menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak, kata Nurkaidah, selain membentuk PATBM (perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat), instansinya juga melakukan sosialisasi di lingkungan sekolah. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Palsukan Surat Rapid

Kaltim

Palsukan Surat Rapid Test, 3 Pria di Samarinda Diciduk Polisi
covid-19 samarinda

Kaltim

Turun Dibanding Kemarin, Kasus Covid-19 di Kaltim Tambah 314 Orang Positif
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Siap Gelontorkan Puluhan Miliar untuk Beasiswa Tahun Ini
Covid-19

Kaltim

Kasus Covid-19 di Kaltim Bertambah 218 Orang

Kaltim

Blak-blakan, Pengakuan Gadis Muda di Balikpapan Selipkan Sabu dalam Bra
apahabar.com

Kaltim

Penajam Paser Utara Ajukan Ribuan Formasi CPNS
apahabar.com

Kaltim

Korban Kebakaran akan Direlokasi, Pemkab PPU Siapkan 3 Lokasi
apahabar.com

Kaltim

Jalan Mentawir-Wonosari Panajam Nyaris Putus Akibat Longsor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com