3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Perempuan-Anak Rentan Alami Kekerasan di Penajam

- Apahabar.com Kamis, 25 Juni 2020 - 14:34 WIB

Perempuan-Anak Rentan Alami Kekerasan di Penajam

Arsip-Aktivis perempuan yang memprotes kekerasan terhadap perempuan dan anak, terutama kekerasan seksual. Foto-Antara

apahabar.com, PENAJAM – Perempuan dan anak di Kabupaten Penajam Paser Utara, calon ibu kota RI, rentan mengalami kekerasan.

Tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dilaporkan meningkat.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara sepanjang 2020 menerima laporan 26 kasus kekerasan pada perempuan dan anak terjadi di daerah ini.

“Hingga Juni 2020 tercatat 21 anak dilaporkan menjadi korban kekerasan dan 5 kasus kekerasan pada perempuan,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Kabupaten Penajam Paser Utara Nurkaidah, Kamis (25/6).

Sebanyak 26 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang dilaporkan tersebut, ujarnya, 13 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual atau tindak asusila.

Jumlah kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Kabupaten Penajam Paser Utara yang dilaporkan, lanjut Nurkaidah, terbanyak pada Januari 2020 yaitu 11 kasus.

“Wilayah paling rawan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Penajam Paser Utara berada di Kecamatan Penajam,” ujarnya lagi.

Sedangkan kekerasan pada perempuan dan anak yang terlaporkan di DP3AP2KB Kabupaten Penajam Paser Utara sepanjang 2019 sebanyak 35 kasus.

Nurkaidah menyebutkan pelaku kekerasan dan asusila terhadap anak didominasi orang-orang terdekat dari anak yang menjadi korban, bukan orang asing atau tidak dikenal.

“Rata-rata pelaku kekerasan pada anak diketahui orang-orang dekat dengan anak atau masih dari lingkungan terdekat korban,” katanya pula.

Sebagai upaya menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak, kata Nurkaidah, selain membentuk PATBM (perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat), instansinya juga melakukan sosialisasi di lingkungan sekolah. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

UMKM Harus Melek Digital
apahabar.com

Kaltim

Tinjau TPS, Gubernur Kaltim Andalkan Heli
apahabar.com

Kaltim

Pejuang SIGAP Bantu Tata Kelola Kampung di Berau
apahabar.com

Kaltim

Di Kaltim, Jokowi Yakin Cerita Manis Terulang
apahabar.com

Kaltim

Diganjar Harmony Award, Bukti Kaltim Toleran
apahabar.com

Kaltim

Belum Ada Ganti Rugi, Korban Eks Kebakaran di Penajam Tolak Relokasi
apahabar.com

Kaltim

HUT Balikpapan, Pertamina Diganjar Penghargaan LH
apahabar.com

Kaltim

PPU, Calon Ibu Kota RI Terima Bantuan Ribuan PJU dan Power Cell
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com