ga('send', 'pageview');
Cerita Sukses Pemuda Kotabaru di Jepang dan Gaet Wanita Mualaf Ribuan Gram Sabu Gagal Edar, BNN Kalsel Diapresiasi Pusat Banjir di Pelaihari, Warga Diminta Waspada Hujan Susulan Dulu Bugar, ‘Kai Api’ Kini Ringkih di RS Ansari Saleh Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Nakes di Puskesmas Banjarmasin




Home Kalsel

Rabu, 3 Juni 2020 - 15:52 WIB

Pertama, Kalsel Uji Terapi Pengobatan Pasien Covid-19 Pengganti Vaksin

Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Banjarmasin, dr. Rama Supit bersama perwakilan dari RSUD Ulin usai uji Terapi Plasma Konvalesen (TPK) ke pasien terpapar Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 dilakukan di Kalimantan Selatan. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Banjarmasin, dr. Rama Supit bersama perwakilan dari RSUD Ulin usai uji Terapi Plasma Konvalesen (TPK) ke pasien terpapar Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 dilakukan di Kalimantan Selatan. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Untuk kali pertama, Terapi Plasma Konvalesen (TPK) ke pasien terpapar Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 dilakukan di Kalimantan Selatan.

Terapi penyembuhan pasien Covid-19 hasil kerja sama Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin.

“Memang kita tak bisa membuat ini karena keterbatasan alat, namun kita mendapatkan bantuan dari RSUD Rumah sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto,” ucap Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Banjarmasin, dr. Rama Supit kepada apahabar.com, Rabu (3/5) siang.

Adapun jumlah yang diterima PMI Banjarmasin dan RSUD Ulin sebanyak 1 kantong darah pasien sembuh Covid-19. Darah didatangkan dalam kondisi beku, dengan suhu sekitar minus 30 derajat celcius.

Baca juga :  Kangen Keluarga, Ini yang Dilakukan Satgas TMMD Kodim 1005 Marabahan

“Setelah datang, maka langsung kita cairkan dengan menggunakan alat,” ungkap dr. Rama.

Harga satu kantong darah itu terbilang cukup mahal. Yakni seharga Rp4 juta per kantong. Itu pun masih belum termasuk biaya pengiriman dan uji silang.

“Ini langsung bisa ditranfusikan. Kalau berhasil, maka bisa saja pasien pertama sembuh di Kalsel mendonorkan darahnya di sini,” bebernya.

Terapi plasma konvalesen, kata dia, merupakan bentuk vaksinasi pasif dari pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

Kemudian disalurkan darahnya kepada pasien yang masih dalam keadaan positif Covid-19.

Baca juga :  Tangani Kecelakaan, Kapolres HST: Penangan Berpedoman Kebijakan Kapolda Kalsel

Metode ini, kata eks anggota DPRD Banjarmasin itu, sebelumnya juga pernah digunakan dalam menangani wabah penyakit flu Spanyol dan ebola.

“Kalau ini berhasil, maka akan lebih sering kita meminta kepada pemerintah pusat. Di Jakarta dan Surabaya, terapi ini sudah dilaksanakan dan kondisi pasien positif Covid-19 cukup membaik,” dr. Rama.

Metode terapi plasma konvalesen dipilih karena darah pasien Covid-19 yang telah sembuh mengandung kekebalan atau antibodi.

“Dengan terapi plasma konvalesen ini diharapkan antibodi pasien Covid-19 yang sudah sehat bisa membantu pasien yang masih sakit untuk mengatasi penyakitnya,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Warga Banjarmasin Bisa Cetak Akta Kelahiran dan KK Sendiri, Simak Caranya
apahabar.com

Kalsel

Peduli Korban Kebakaran di Alalak, PMII Banjarbaru Galang Dana di Jalan
apahabar.com

Kalsel

Panduan New Normal untuk Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri
apahabar.com

Kalsel

Ikut Main Logo, Ibnu Sina Minta Permainan Tradisional Dilestarikan
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Kekeringan, PDAM Bandarmasih Siagakan Mobil Tangki
apahabar.com

Kalsel

BMKG Prakirakan Siang Hari Hujan Disertai Petir Landa Batulicin dan Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pelantikan Presiden, Polres Banjar Gelar Razia
apahabar.com

Kalsel

Renovasi Anjungan Kalsel Diharapkan Selesai Tepat Waktu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com