Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Pertama, Kalsel Uji Terapi Pengobatan Pasien Covid-19 Pengganti Vaksin

- Apahabar.com Rabu, 3 Juni 2020 - 15:52 WIB

Pertama, Kalsel Uji Terapi Pengobatan Pasien Covid-19 Pengganti Vaksin

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Banjarmasin, dr. Rama Supit bersama perwakilan dari RSUD Ulin usai uji Terapi Plasma Konvalesen (TPK) ke pasien terpapar Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 dilakukan di Kalimantan Selatan. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Untuk kali pertama, Terapi Plasma Konvalesen (TPK) ke pasien terpapar Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 dilakukan di Kalimantan Selatan.

Terapi penyembuhan pasien Covid-19 hasil kerja sama Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin.

“Memang kita tak bisa membuat ini karena keterbatasan alat, namun kita mendapatkan bantuan dari RSUD Rumah sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto,” ucap Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Banjarmasin, dr. Rama Supit kepada apahabar.com, Rabu (3/5) siang.

Adapun jumlah yang diterima PMI Banjarmasin dan RSUD Ulin sebanyak 1 kantong darah pasien sembuh Covid-19. Darah didatangkan dalam kondisi beku, dengan suhu sekitar minus 30 derajat celcius.

“Setelah datang, maka langsung kita cairkan dengan menggunakan alat,” ungkap dr. Rama.

Harga satu kantong darah itu terbilang cukup mahal. Yakni seharga Rp4 juta per kantong. Itu pun masih belum termasuk biaya pengiriman dan uji silang.

“Ini langsung bisa ditranfusikan. Kalau berhasil, maka bisa saja pasien pertama sembuh di Kalsel mendonorkan darahnya di sini,” bebernya.

Terapi plasma konvalesen, kata dia, merupakan bentuk vaksinasi pasif dari pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

Kemudian disalurkan darahnya kepada pasien yang masih dalam keadaan positif Covid-19.

Metode ini, kata eks anggota DPRD Banjarmasin itu, sebelumnya juga pernah digunakan dalam menangani wabah penyakit flu Spanyol dan ebola.

“Kalau ini berhasil, maka akan lebih sering kita meminta kepada pemerintah pusat. Di Jakarta dan Surabaya, terapi ini sudah dilaksanakan dan kondisi pasien positif Covid-19 cukup membaik,” dr. Rama.

Metode terapi plasma konvalesen dipilih karena darah pasien Covid-19 yang telah sembuh mengandung kekebalan atau antibodi.

“Dengan terapi plasma konvalesen ini diharapkan antibodi pasien Covid-19 yang sudah sehat bisa membantu pasien yang masih sakit untuk mengatasi penyakitnya,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bang Dhin Minta Pemda Alokasikan Dana Penelitian Perguruan Tinggi di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Dialog Pemindahan Ibu Kota, Kalsel Jadi Wilayah Pertama yang Dikunjungi
apahabar.com

Kalsel

Sepeninggal Nadjmi Adhani, Sederet Prioritas Jadi PR Pemkot Banjarbaru Kini
apahabar.com

Kalsel

Air Terjun Setinggi 25 Meter Jadi Potensi Wisata Baru Martapura
apahabar.com

Kalsel

PUPR Beberkan Anggaran Pembebasan Lahan Jembatan Alalak Senilai Rp40 Milyar
apahabar.com

Kalsel

Cegah Cluster Covid-19 di Pusat Jual Beli, Polres Kotabaru Bentuk Pasar Tangguh
apahabar.com

Kalsel

Berbekal Segudang Pengalaman, H Rusli-Guru Fadhlan Siap Nakhodai Kabupaten Banjar
apahabar.com

Kalsel

Beragam Kado Disiapkan untuk Harjad ke-494 Banjarmasin, Apa Itu?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com