Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Pilkada di Tengah Pandemi, KPU dan Bawaslu Kalsel Minta Dana Tambahan

- Apahabar.com Rabu, 10 Juni 2020 - 12:11 WIB

Pilkada di Tengah Pandemi, KPU dan Bawaslu Kalsel Minta Dana Tambahan

Ketua KPU Provinsi Kalsel Sarmuji. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Bertemu Komisi I DPRD Kalimantan Selatan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalsel minta penambahan dana Pilkada tahun ini sebanyak Rp5 miliar lebih.

Ketua KPU Provinsi Kalsel Sarmuji beralasan penambahan dana itu untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, sarung tangan, thermo gun, pelindung wajah, baju hazmat, disinfektan dan hand sanitizer yang nantinya akan digunakan penyelenggara pemilihan baik di level PPK, PPS, KPPS dan PPDP.

“Awalnya memang APD itu dianggarkan oleh pusat, tapi setelah rapat koordinasi kemarin pusat belum ada anggarannya, kemudian dimohonkan lagi ke pemerintah daerah,” ungkap Sarmuji, Rabu (10/6).

Dia ingin, jika usulan itu disetujui pencairannya tidak dalam bentuk dana, tapi dalam bentuk pengadaan APD. Alasannya karena waktu yang mepet, sebab petugas akan memulai PPS dengan turun langsung ke rumah-rumah masyarakat melakukan verifikasi faktual mulai 15 Juni 2020 nanti.

Sementara untuk penambahan TPS, KPU menggunakan anggaran yang biasa dipakai untuk persiapan dan rapat-rapat penting

“Anggaran banyak kami alihkan untuk Sumberdaya dan dan organisasi, awalnya anggaran program kegiatan, biasanya rapat koordinasi yang memerlukan hotel atau tempat lainnya, itu kami alihkan (anggaran) untuk penambahan TPS,” kata Sarmuji.

Senada dengan KPU, Bawaslu pun meminta hal serupa untuk para petugasnya di lapangan.

“Kami simulasikan anggaran untuk APD ini sekitar Rp5 miliar tapi kami meminta supaya berbentuk APD langsung, bukan dana. Jadi proses pengadaan kami serahkan ke Pemerintah,” kata Komisioner Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Kalsel, Azhar Ridhanie.

Mendengarkan masukan itu anggota Komisi I DPRD Kalsel sepakat dan akan menyampaikan keinginan KPU dan Bawaslu pada tim Badan Anggaran Provinsi Kalsel.

“Ini sekaligus juga ada kekhawatiran mengancam partisipasi pemilih. Jadi semua pemilih datang ke TPS harus memakai masker. Nah ini menurut kami harus disediakan gratis supaya partisipasi masyarakat bisa tinggi,” kata anggota Komisi I DPRD Fraksi Golkar, Hasanuddin Murad.

Baginya Pemilihan Kepala daerah yang diselenggarakan 9 Desember 2020 nanti perlu persiapan dan perlindungan matang untuk petugas dan masyarakat yang memilih.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kecamatan Kelua Sisakan 3 Siswa yang Belum Diimunisasi
apahabar.com

Kalsel

Apdesi Minta Pemilihan Pembakal di HST Dipercepat
apahabar.com

Kalsel

Persiapan Arus Mudik dan Balik Lebaran, Ditlantas Polda Kalsel Survei Jalur Darat
apahabar.com

Kalsel

Ayo, Tukar Botol Plastik dengan Tumbler
apahabar.com

Kalsel

Mulawarman Peduli, Impian Kursi Roda Uswatun Hasanah Terkabul
apahabar.com

Kalsel

Jika Membahayakan Pengendara, Motor Modifikasi Tetap Ditilang
apahabar.com

Kalsel

Sempat Mati Suri, Karang Taruna Kota Banjarmasin Diupayakan Hidup kembali
apahabar.com

Kalsel

Cegah Pandemi Covid-19, Kotabaru Siapkan Dana Rp8 Miliar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com