Cuaca Kalsel Hari Pertama Lebaran, Simak Prediksi BMKG…. Deretan Masjid di Banjarmasin yang Gelar Salat Id Pagi Ini, Tetap Prokes Ya! Malam Lebaran, Kebakaran Gegerkan Warga Kuin Banjarmasin! Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong!

Pinta Tunda Tatap Muka di Pesantren, KPAI: Pemerintah Jangan Terburu-buru

- Apahabar.com Senin, 1 Juni 2020 - 10:06 WIB

Pinta Tunda Tatap Muka di Pesantren, KPAI: Pemerintah Jangan Terburu-buru

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto buka suara terkait kebijakan pemerintah yang akan memberlakukan new normal. Mereka berpendapat, pemerintah sebaiknya menunda pembelajaran tatap muka di Pesantren.

“Pemerintah perlu belajar dari negara-negara lain, di mana pembukaan belajar di sekolah tampaknya masih menyisakan sejumlah persoalan karena belum siap dan memenuhi standar aman bagi anak,” kata Susanto, Senin (1/6).

Susanto menegaskan, pemerintah perlu mempertimbangkan banyak hal terkait pembelajaran tatap muka pesantren. Di antaranya adalah aspek kasus Covid-19 di masyarakat yang turun secara signifikan, kesiapan sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana pendukung agar memenuhi standar protokol kesehatan.

Apalagi, lanjut Susanto, sampai saat ini masih banyak pesantren yang memiliki keterbatasan-keterbatasan dalam penyelenggaraan layanan pendidikan. Termasuk fasilitas dan sarana-prasarana yang aman, sehat bagi anak, dan sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid-19.

KPAI meminta Kementerian Agama RI untuk melakukan pemetaan terlebih dahulu terkait kondisi dan kesiapan pesantren dalam penyelenggaaan pembelajaran tatap muka. Semua pembelajaran harus sesuai dengan standar kesehatan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

“Pemerintah daerah hendaknya memberikan perhatian khusus terhadap pesantren, termasuk pemenuhan fasilitas dan sarana-prasarana serta pendukung lain yang dibutuhkan,” kata dia.

Secara lebih khusus, kata Susanto, KPAI meminta agar proses pembelajaran secara tatap muka langsung di pesantren dalam kondisi new normal ditunda terlebih dahulu. Khususnya jika pesantren belum memenuhi standar protokol kesehatan Covid-19. Apalagi saat ini kasus-kasus Covid-19 di masyarakat masih tinggi.

“Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama agar pembukaan belajar tatap muka tidak menghadirkan masalah baru,” tegas Susanto.

sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Bayar Zakat Fitrah Bisa dengan Uang, Begini Penjelasan Kemenag Banjarmasin
apahabar.com

Habar

MUI Jatim ‘Larang’ Salam Lintas Agama, PWNU Jatim Buka Suara
apahabar.com

Habar

Peduli Generasi Milenial, GSN Banjar akan Gelar Refleksi Akhir Tahun di Puncak Kiram
apahabar.com

Religi

Habib Tuna Netra Asal Yaman, Ungkap Keistimewaan Haul Abah Guru Sekumpul
apahabar.com

Habar

Lebih Afdal Zakat Fitrah dengan Beras atau Uang? Simak Penjelasan MUI Kalsel
apahabar.com

Habar

Sikapi Corona, Giliran Kubah Basirih Ditutup untuk Peziarah
apahabar.com

Habar

Tiba di Arafah, Jemaah Batola Tempati Maktab 76
apahabar.com

Hikmah

Hikmah di Balik Corona, Azan Diizinkan Mengalun di Jerman
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com