Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif

PM Inggris: Kemarahan Atas Kematian Floyd Tidak Dapat Diabaikan

- Apahabar.com Selasa, 9 Juni 2020 - 15:25 WIB

PM Inggris: Kemarahan Atas Kematian Floyd Tidak Dapat Diabaikan

Seorang polisi Minneapolis tertangkap kamera tampak menekan leher George Floyd hingga tewas. Foto-democracynow.org/Darnella Frazier/

apahabar.com, LONDON – Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan kemarahan yang dipicu oleh kematian George Floyd di Amerika Serikat tidak dapat diabaikan.

Ia mengatakan pemerintah Inggris harus berbuat lebih banyak untuk memerangi prasangka terhadap orang-orang dari kelompok etnis kulit hitam dan minoritas.

“Kami yang memimpin dan yang memerintah tidak bisa mengabaikan perasaan itu karena dalam terlalu banyak kasus, saya khawatir, mereka dibangun dalam kenyataan semu,” katanya dalam sebuah pernyataan, Senin waktu setempat.

Boris Johnson mengatakan Inggris telah membuat langkah besar dalam menanggulangi rasisme.

Tetapi ia mengakui bahwa ada banyak hal yang harus dilakukan – dalam menghapus prasangka, dan menciptakan peluang.

Sebelumnya, lebih dari seribu pengunjuk rasa berbaris melewati Kedutaan Besar AS di tepi selatan Sungai Thames.

Ribuan pengunjuk rasa juga berkerumun di alun-alun di luar gedung Parlemen. Mereka memegang plakat “Black Lives Matter” dan mengabaikan saran pemerintah untuk menghindari pertemuan besar karena risiko virus corona.

“Saya turun ke jalan mendukung orang kulit hitam yang telah diperlakukan buruk selama bertahun-tahun. Sudah saatnya untuk perubahan,” kata seorang demonstran, guru sekolah dasar berusia 39 tahun, Aisha Pemberton.

Pengunjuk rasa lainnya, spesialis IT Kena David, 32, mengatakan Inggris juga bersalah atas pelanggaran rasis. “Segala sesuatu yang kalian lihat di sekitar kalian itu dibangun oleh orang-orang berkulit hitam dan coklat.”

Protes pada Sabtu itu mencerminkan kemarahan global atas perlakuan polisi terhadap etnis minoritas. Kemarahan dipicu pembunuhan Floyd, seorang warga kulit hitam Amerika pada tanggal 25 Mei, ketika seorang petugas polisi kulit putih menekankan lututnya pada leher Floyd selama hampir sembilan menit sementara rekan-rekannya sesama petugas kepolisian hanya berpangku tangan.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

WHO Prediksi Covid-19 Akan Berakhir dalam 2 Tahun
apahabar.com

Internasional

Sekutu Terbesar AS Akui Kemenangan Joe Biden
apahabar.com

Internasional

Pengemudi Tabrak Gerbang Masjidil Haram Langsung Ditangkap, Diduga Tidak Normal

Internasional

Penampakan Mumi dalam Peti Mati Berumur 2.500 Tahun Ditemukan di Giza Mesir
apahabar.com

Internasional

REG-COV2, Obat Eksperimen Covid-19 Dipakai Donald Trump
apahabar.com

Internasional

Digagas Indonesia, PBB Sahkan Resolusi untuk Lindungi Pelaut
apahabar.com

Internasional

Awal Tahun Depan, Arab Saudi Berencana Terbitkan Kembali Visa Turis
apahabar.com

Internasional

Imbas Pandemi, Ekonomi Inggris Memasuki Resesi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com