Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Proses Pemilihan Komisaris dan Direksi Perusahaan BUMN Digelar Seperti Era SBY

- Apahabar.com Rabu, 17 Juni 2020 - 07:00 WIB

Proses Pemilihan Komisaris dan Direksi Perusahaan BUMN Digelar Seperti Era SBY

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga (kanan) menyampaikan paparan mengenai dukungan Kementerian BUMN untuk penanggulangan COVID-19 di Indonesia lewat sesi jumpa pers di Jakarta, Selasa (24/3). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melaksanakan proses pemilihan komisari dan direksi perusahaan negara melalui pembuatan talent pool (sekelompok orang bertalenta unggul).

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyampaikan proses seleksi komisaris dan direksi melalui talent pool itu sudah dilakukan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kita ada Deputi SDM, mereka kelola talent pool, nanti diajukan ke masing-masing Wamen (wakil menteri). Nanti dilihat, kalau perusahaan strategis, sampai ke presiden pemilihannya seperti Pertamina, PLN, perbankan,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Selasa.

Arya menambahkan proses seleksi jabatan penting di BUMN juga akan semakin terbuka bagi sosok dari luar lingkungan BUMN.

“Ke depannya, akan semakin terbuka dari luar, jadi kesempatan untuk dapatkan putera-puteri bangsa semakin terbuka lebar,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pihaknya sedang mempelajari untuk memperbesar porsi talent pool sumber daya manusia di BUMN.

“Selama ini talent pool hanya 10 persen untuk bisa rekrut dari luar. Saya ingin merubah menjadi 30 persen dari luar. Supaya seru, ada persaingan sehat,” katanya.

Ia juga mengatakan dalam pemilihan direksi, pihaknya juga berkonsultasi dengan kementerian terkait yang membidangi sektor bisnis BUMN.

Misalnya, ia menjelaskan, dalam menentukan direksi BUMN Karya dirinya berkonsultasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono.

“Kita libatkan juga menteri terkait bantu saya cek kerjaannya, benar atau tidak. Di perbankan, konsultasi dengan Menteri Keuangan,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, penunjukan direksi BUMN juga berdasarkan persepsi publik, baik pihak swasta, desa hingga perguruan tinggi.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Enggan Beberkan Aib Pengusaha yang Pakai Jasa Vanessa Angel
apahabar.com

Nasional

Bintang Muda FTV Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Usai Pemakaman Soleimani, Iran Langsung Gempur Pangkalan Udara AS di Irak
apahabar.com

Nasional

Polisi: Korban Jadi Saksi Utama Ledakan di Monas
apahabar.com

Nasional

Ini Kemampuan Pasukan Perang Hutan yang Disiapkan Kejar Ali Kalora
Harga Melambung, Pemerintah Batasi Ekspor Masker

Nasional

Harga Melambung, Pemerintah Batasi Ekspor Masker
apahabar.com

Nasional

Tunggu Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 6, Segini Kuotanya
apahabar.com

Nasional

Kaltim Makin Intens Bahas Pemindahan Ibukota
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com