Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel

Psikolog Sebut Masyarakat Terbagi 3 Tipe Sambut New Normal

- Apahabar.com Senin, 1 Juni 2020 - 06:45 WIB

Psikolog Sebut Masyarakat Terbagi 3 Tipe Sambut New Normal

Seorang pramuniaga memeriksa suhu tubuh pengunjung yang akan memasuki salah satu gerai pakaian di pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/05). Foto-Antara/Zabur Karuru/foc

apahabar.com, JAKARTA – Pada Juni dijadwalkan pemerintah akan menerapkan kehidupan new normal atau normal baru, di mana masyarakat harus belajar hidup berdampingan dengan Covid-19.

Beberapa pusat perbelanjaan mungkin akan kembali dibuka secara bertahap, tetap ada peraturan atau protokol kesehatan dan keamanan yang harus dipatuhi.

Dibukanya kembali pusat perbelanjaan atau mal mendatangkan beberapa reaksi dari masyarakat seperti menyambut dengan gembira atau tidak setuju.

Menurut psikolog Intan Erlita, M.Psi, masyarakat Jakarta kini terbagi menjadi 3 tipe pada era normal baru yakni tipe yang menyambut antusias, memilih untuk tetap di rumah dan 50:50.

“Ada tipe yang begitu tahu mau masuk new normal langsung happy, langsung pengin ke mal lah, nge-list mau makan apa, terus sudah excited lah baju-baju yang mau mereka pakai yang selama ini cuma di lemari doang. Ada yang kayak gitu,” jelas Intan, Sabtu (30/05).

Tipe yang memilih tetap di rumah adalah orang-orang yang waspada. Mereka cenderung memiliki rasa takut dan menunggu sampai keadaan benar-benar normal bukan normal baru.

“Ada juga yang masih wait and see dulu deh, masih mau lihat dulu karena takut, masih yang penuh hati-hatinya, jadi memilih untuk di rumah aja,” kata Intan.

Tipe terakhir adalah orang-orang yang datang ke pusat perbelanjaan atau mal hanya untuk mencari sesuatu yang benar-benar penting bukan sengaja datang untuk jalan-jalan.

“Tapi ada juga yang di tengah-tengahnya, yang kalau ke luar rumah kalau urgen doang cuma mau kerja, tapi kalau ke anak enggak boleh keluar rumah dulu,” ujar mantan presenter olahraga itu.

Intan juga menegaskan bahwa normal baru bukanlah suatu keadaan yang benar-benar normal. Era normal baru adalah bagaimana masyarakat hidup berdampingan dengan virus Covid-19 sehingga tetap harus mengikuti protokol kesehatan dan keamanan,

“Jadi jangan sampai kita salah nangkep dengan ini berarti udah normal. Enggak kayak gitu, garis merahnya adalah kita hidup berdampingan tapi ada Covid-19 nih, karena bisa dikatakan back to normal kalau si Covid-19 sudah enggak ada atau sudah ditemukan vaksinnya,” jelas Intan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Mengabarkan Untuk Indonesia - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Tips Menghindari Petir Saat Hujan
apahabar.com

Gaya

Potensi Bisnis 5G, Pelanggannya Diprediksi 190 Juta Akhir 2020
apahabar.com

Gaya

Motorola Edge Lite Diperkirakan Diluncurkan 7 Juli, Begini Kehebatannya
apahabar.com

Gaya

Bersama Andre Taulany di Tema Indonesia, Sule Buka Alasan Cintai Nathalie Holscher
apahabar.com

Gaya

Bakteri Listeria Ditemukan di Jamur Enoki, Simak Anjuran BKP
apahabar.com

Gaya

Lihat Makhluk Astral di Penjara, Roy Kiyoshi Tambah Stres
apahabar.com

Gaya

Facebook Peringatkan Pengguna Sebelum Membagikan Artikel Lama
apahabar.com

Gaya

Tanda Anak Harus Dibawa ke Dokter saat Pandemi Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com