Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung INNALILLAHI, Anggota TNI AL Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless

Rapid Test di Pasar Wangkang, Pedagang Main Kucing-kucingan

- Apahabar.com Rabu, 17 Juni 2020 - 16:58 WIB

Rapid Test di Pasar Wangkang, Pedagang Main Kucing-kucingan

Suasana Pasar Ikan Wangkang yang ditinggal pedagang, Rabu (17/6). Mereka terindikasi menghindari rapid test dan sebagian lain terkonfirmasi positif. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Rencana rapid test dadakan di Pasar Wangkang dan Pasar Baru Marabahan, Rabu (17/6) pagi, tidak berlangsung mulus.

Diduga informasi tersebut lebih dulu bocor beberapa jam sebelumnya. Akibatnya pedagang main kucing-kucingan dengan petugas medis.

Terutama di Pasar Wangkan. Beberapa di antaranya memilih tidak berjualan.

Sedangkan sebagian lain bergegas pulang, ketika mengetahui petugas medis mengenakan APD mulai berdatangan.

Dari informasi yang beredar di kalangan pedagang, mereka khawatir hasil rapid test mematikan mata pencarian.

Seandainya reaktif dan harus menjalani isolasi, hampir dipastikan jalur penghasilan tertutup. Akhirnya mereka lebih memilih libur 2 hari ketimbang diisolasi selama 14 hari.

Situasi itu membuat Pasar Wangkang jauh lebih lengang. Juga tidak terlihat pedagang ikan yang biasanya mangkal di jembatan.

“Semestinya informasi rapid test ini rahasia. Namun ternyata bocor, sehingga banyak pedagang tidak berjualan,” papar Purkan, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Barito Kuala.

“Juga terdapat pedagang yang batal berjualan, kendati sudah sampai pasar. Tetapi rapid ini tidak gagal, karena cukup banyak pedagang yang bersedia dites,” imbuhnya.

Mengingat rapid test merupakan tindakan awal pencegahan penyebaran Covid-19, terdapat konsekuensi untuk pedagang yang sengaja menghindar.

“Kami sudah mempersiapkan aturan khusus. Pedagang yang sengaja menghindari rapid test, sementara tidak diperkenankan berjualan,” tegas Purkan.

Tercatat 183 orang mengikuti rapid test yang diawaki Dinas Kesehatan Batola dan Puskesmas Marabahan. 4 di antaranya reaktif dan langsung menjalani swab test.

Sementara pedagang yang bersedia menjalani tes, ikut menyayangkan sikap rekan-rekan mereka.

“Semestinya informasi rapid test jangan sampai bocor. Petugas harus datang diam-diam dan semua pedagang langsung diperiksa,” papar Sarimas, salah seorang pedagang ikan.

“Kasihan pedagang yang sudah ikut rapid test dan dinyatakan non-reaktif, karena harus berkumpul pedagang lain dengan kondisi kesehatan belum jelas,” sambungnya.

Ini merupakan rapid test kedua di Pasar Marabahan. Sebelumnya dari 186 pedagang dan beberapa pembeli, 27 di antaranya reaktif.

Lantas berdasarkan hasil swab terhadap 25 spesimen di Pasar Marabahan tersebut, 24 orang dikonfirmasi positif mengidap Covid-19.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Batola

Sepakat Anggaran Naik, DPRD Batola Juga Beri Catatan
apahabar.com

Pemkab Batola

Sekali Klik Silada Jamutaru, Seisi PUPR Batola Terbuka
apahabar.com

Pemkab Batola

Kesembuhan Covid-19 di Barito Kuala Sentuh Angka 500 Orang
apahabar.com

Pemkab Batola

Menunggu Asam Turun, Inilah yang Bisa Dilakukan Petani Ikan Marabahan
apahabar.com

Pemkab Batola

Dari Bimtek JRA, SKPD Batola Dituntut Paham Pemusnahan Arsip
apahabar.com

Pemkab Batola

Bidan Dominasi Jabatan Fungsional Tertentu di Batola
apahabar.com

Pemkab Batola

Bupati Batola Terima Penghargaan WTP
apahabar.com

Pemkab Batola

Kala Pejabat Daerah Tampil Beda Saat Hari Jadi Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com