Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Rofiqi Sebut PAD Kabupaten Banjar Tidak Masuk Akal

- Apahabar.com Selasa, 30 Juni 2020 - 22:10 WIB

Rofiqi Sebut PAD Kabupaten Banjar Tidak Masuk Akal

Ketua DPRD Kabupaten Banjar, HM Rofiqi. Foto-apahabar.com/Hendra

apahabar.com, MARTAPURA – Ketua DPRD Kabupaten Banjar, HM Rofiqi menilai target pendapatan asli daerah (PAD) dalam APBD Kabupaten Banjar 2020 tidak masuk akal.

“Bagi saya target PAD kita yang hanya Rp200 miliar sekian ini, tidak masuk akal bagi daerah sebesar Kabupaten Banjar ini,” kata Rofiqi usai Rapat Paripurna DPRD Banjar tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019, Selasa (30/6).

Ia menilai, target PAD Kabupaten Banjar terlalu rendah. Lantas ia membandingkan dengan PAD Kota Banjarbaru. “Paling tidak 300 Miliar lah seperti Kota Banjarbaru,” katanya.

Memang, kata politisi Gerindra ini, sektor jasa dan perdagangan di Kota Banjarbaru sudah bagus. Namun di Kabupaten Banjar yang notabane-nya luas banyak punya kelebihan.

“Kitakan punya tambang, terlebih sektor perdagangan kita seperti di Kecamatan Gambut dan Kertak Hanyar juga sudah lebih bagus, masa targetnya cuma 200 miliar, ini tidak masuk akal bagi saya,” cetusnya.

Kendati Pemkab Banjar sudah mendapat Opini WTP, bahkan yang ke-7 kali bertururt-turut, Rofiqi menilai raihan tersebut tidak istimewa karena target PAD yang ia anggap tidak masuk akal.

“Laporan ini kan sudah mendapat penghargaan WTP. Namun, WTP ini bukan hal yang istimewa lagi, 13 kabupaten/kota kan juga telah mendapat WTP, jadi apa istimewanya,” tandasnya.

Rofiqi lantas mengoreksi sistem perpajakan di Kabupaten Banjar yang ia nilai tertinggal. Ia menyarankan ke depannya perpajakan sudah menggunakan by sistem seperti di daerah lainya, mengingat sampai saat ini masih menggunakan sistem manual.

“Salah satu pemasok utama PAD itukan pajak. Seperti didaerah Kecamatan Kertak Hanyar itukan sudah banyak bangun berdiri salah satunya Mall. Tentunya, dengan menerapkan by sistem perpajakan, dalam penghitungannya lebih memudahkan dan berdampak pada potensi peningkatan PAD,” paparnya.

“Misalkan salah satu pengahasilan usaha itu perhari satu juta. Artinya, kita sudah dapat menghitung berapa besar pajak yang harus dibayarkan oleh mereka,” tutupnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rotasi Jabatan, Wali Kota Ibnu Klaim Tak Sembarang Rombak
apahabar.com

Kalsel

Efek Jutaan Ikan Mati di Marabahan, Pedagang Makanan Kena Protes

Kalsel

Geger Muadzin di Banjarmasin Meninggal Usai Salat Zuhur
apahabar.com

Kalsel

Edukasi Warga, Bhabinkamtibmas Aipda Ahmad Sani Kunjungi Pasar Pagi

Kalsel

Misteri Pembunuhan Pria di Kelayan B Terungkap: Pelaku Menuntut Balas Luka Lama
apahabar.com

Kalsel

Suka Duka Penyemprot Disinfektan di Banjarmasin: Ditolak Warga, Jauh dari Keluarga
apahabar.com

Kalsel

Anak Muda di Indonesia Harus Diberi Ruang Untuk Berkarya
apahabar.com

Kalsel

Disdik: Anak Berkebutuhan Khusus Masuk Sekolah Reguler
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com