Ansharuddin Curhat, Eh Wabup Balangan Maradang INNALILLAHI, Anggota TNI Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama

RS di Banjarmasin Overload, Pasien Reaktif Tertahan di IGD

- Apahabar.com Kamis, 4 Juni 2020 - 14:09 WIB

RS di Banjarmasin Overload, Pasien Reaktif Tertahan di IGD

Sejumlah rumah sakit rujukan di Kalimantan Selatan tak mampu lagi menampung pengidap baru Covid-19. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Setiap harinya, kasus baru Covid-19 di Kalimantan Selatan terus bertambah. Sejumlah rumah sakit pun kehilangan daya tampung alias overload.

Hasil penelusuran media ini, fakta tersebut ikut dirasakan RSUD Sultan Suriansyah. Sebelas ruang isolasi mereka sudah penuh.

Bahkan, Sedikitnya terdapat dua pasien reaktif dari hasil rapid test di Dinas Kesehatan (Dinkes) tertahan di instalasi gawat darurat atau IGD.

“Sebenarnya pasien ada juga yang tertahan tidak bisa masuk karena mau di mana lagi dirujuk ke RSUD Ulin juga kepenuhan,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik Dr Asma’ul Husna kepada apahabar.com, Kamis (4/6).

Karena keduanya berstatus pasien dalam pengawasan, IGD yang disiapkan hanya untuk keduanya.

“Ada ruangan tertutup yang kita khususkan, jadi tidak di ruangan terbuka karena kita masih menerima pasien lain juga kan,” pungkasnya.

Kedua pasien itu baru akan dirujuk ke ruang isolasi jika ada pasien positif virus Corona atau PDP yang dipastikan negatif Covid-19.

Sayangnya, menunggu kesembuhan pasien tak bisa sembarangan. Membutuhkan waktu yang tak sebentar, atau hingga berbulan-bulan.

Sebab, pasien sembuh wajib mengantongi hasil pemeriksaan swab negatif yang dikeluarkan dari laboratorium RT-PCR.

Lebih jauh, pihak RS juga perlu berkoordinasi dengan puskesmas terdekat lokasi tempat tinggal pasien.

Dari itu makanya hanya ada satu pasien yang dirawat RSUD Sultan Suriansyah yang dinyatakan sembuh dan bisa keluar.

“Ada kemarin satu yang kita pulangkan dan untuk ke-11 pasien rata rata baik serta masih menunggu hasil makanya kita tidak bisa memulangkan dulu,” ucapnya.

“Kesebelas pasien selama di ruang karantina asupan makanannya sangat dijaga dan ditambah vitamin untuk menjaga imunitas tubuh,” sambungnya.

Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tingkat penularan di Jatim, Sulsel dan Kalsel terus menunjukkan peningkatan setiap harinya.

Hingga Rabu (3/6), di Jawa Timur tercatat penambahan 183 pasien positif baru sehingga total menjadi 5.318 kasus Covid-19.

Di Sulsel, terjadi penambahan 38 pasien positif baru sehingga menjadi 1.668 kasus pasien positif Covid-19.

Demikian juga di Kalsel yang masih tinggi, terdapat 64 pasien positif baru sehingga total menjadi 1.033 kasus pasien positif Covid-19.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ajak Mahasiswa Manfaatkan Teknologi, AXIS Gelar Pop Up Campus di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Selama Ramadan, 33 Warga Tapin Berlebaran di Bui
apahabar.com

Kalsel

Banyak yang Daftar, Perebutan Kursi Ketum Hipmi Kalsel Diprediksi Sengit
apahabar.com

Kalsel

Komisi III DPRD Kalsel Bakal Sidak Bandara dan Pelabuhan
apahabar.com

Kalsel

Penghina Guru Sekumpul Ditangkap Lagi, Nih Sepak Terjang Hayden yang Berkali-kali Dibui
apahabar.com

Kalsel

Kodim 1007/Banjarmasin Gelar Binter 2019 dan Bhakti Sosial
apahabar.com

Kalsel

Nobar Debat Presiden Dapat Voucher Nginap Gratis
apahabar.com

Kalsel

Balitbangda Kaji Reklamasi Lahan Pasca-Tambang Kalsel, Simak Hasilnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com