Temui Pacar, Begal Sadis di Gunung Kayangan Pelaihari Ditembak Petugas Begal Sadis di Gunung Kayangan Ditembak Sebelum Beraksi di Bali Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos

RSUD Kapuas Kirim Limbah APD Covid-19 ke Kaltim

- Apahabar.com Selasa, 23 Juni 2020 - 21:34 WIB

RSUD Kapuas Kirim Limbah APD Covid-19 ke Kaltim

Limbah bekas APD diangkut menggunakan mobil PT Mitra Hijau Asia. Foto-Istimewa

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Selama pandemi Covid-19 volume limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di RSUD dr Seoemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas mengalami peningkatan.

Limbah B3 tersebut khususnya limbah bekas Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan para medis dalam penanganan dan perawatan pasien COVID-19.

Direktur RSUD Kapuas, dr Agus Waluyo mengatakan, APD bekas dipakai oleh tim medis dalam skala normal sekitar 70 kilogram per hari. Namun di masa pandemi Covid-19 meningkat tajam menjadi 110 kilogram per harinya.

Sementara untuk limbah B3 bekas APD yang dipakai tim medis setelah melakukan perawatan pasien covid-19 di rumah karantina NSD sekitar 2 ton dalam 5 hari. “Jadi, kalau sebulan ada delapan ton. Ini belum termasuk limbah dari rumah sakit,” katanya di Kuala Kapuas, Selasa (23/6).

Menurut Agus pemusnahan limbah bekas APD tersebut terlebih dulu harus disterilkan, setelah itu baru dikemas dan dipacking. Kemudian limbah tersebut diangkut oleh pihak ketiga yakni PT Mitra Hijau Asia (MHA).

“Pihak PT MHA selaku transporter membawa limbah APD itu ke salah satu perusahaan penghancur limbah B3 merupakan mitra dari Kementerian Lingkungan Hidup yang berada di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Agus Waluyo menjelaskan, pengangkutan limbah bekas APD yang dilakukan oleh PT Mitra Hijau Asia selaku transporter telah dilakukan MoU dengan RSUD Kapuas harus tepat waktu.

Sebab, sambung Agus, jika terlambat sehari saja, dikhawatirkan gudang penyimpanan limbah bekas B3 tidak bisa menampungnya karena kapasitas gudang hanya mampu menampung 5 ton limbah.

Karena selain tidak ada lagi tempat penampungan, juga tidak boleh sembarang lokasi menyimpan limbah tersebut. “Cuma di RSUD saja salah satu tempat yang mempunyai Ijin penyimpanan limbah B3,” terang dr Agus.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Ahc25 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Dipastikan, Golkar-Nasdem Usung Petahana Sugianto-Edy Pratowo di Pilgub Kalteng 2020
apahabar.com

Kalteng

Kepengurusan Koni Kalteng yang Baru Bakal Ramping
apahabr.com

Kalteng

Bulog Barut Segera Luncurkan Program BPNT  
apahabar.com

Kalteng

Jangan Panik, Stok Beras di Buntok Aman
apahabar.com

Kalteng

PDP Covid-19 Rujukan RS Bhayangkara Palangka Raya Meninggal
apahabar.com

Kalteng

Jubir: Dari 3.642 Spesimen, 762 Orang Positif Covid-19 di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Nadalsyah Putuskan Mundur dari Pencalonan Gubernur Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Sore Ini, 127 CJH Barut Diberangkatkan Menuju Asrama Haji Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com