Buron, Ketua Nasdem Tanah Laut Orbawati Sempat Ngeluh Sakit Dibui Seumur Hidup, Gembong Sabu Banjarmasin Pindah ke Nusakambangan? Bangun Insinerator di TPA Banjarbakula, Kalsel Optimis Tingkatkan PAD 8 Jam Warga Banjarmasin Bakal Kesulitan Air Bersih, Simak Wilayah Terdampak Pembunuhan Sadis di Warung Remang Bungur Tapin, Pelaku ‘Lagi Tinggi’

Rumitnya Miliki Surat Keterangan Bebas Corona, Ini Penjelasan Dinkes Kalsel

- Apahabar.com Senin, 1 Juni 2020 - 12:46 WIB

Rumitnya Miliki Surat Keterangan Bebas Corona, Ini Penjelasan Dinkes Kalsel

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Hasil tes polymerase chain reaction atau PCR menjadi salah satu syarat wajib bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan lintas daerah saat pandemi Covid-19. Menjawab kebutuhan tersebut, sejumlah fasilitas kesehatan menyediakan layanan terkait pemeriksaan Rapid test hingga tes swab melalui metode PCR.

“Saat ini pemerintah tentu saja mempersilakan, namun ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi,” ungkap Juru bicara Gugus Tugas percepatan dan penanganan Covid-19 Kalsel, HM Muslim dalam rilis terbarunya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel ini mengungkapkan telah menerbitkan edaran terkait keterangan kewaspadaan kesehatan sebagai upaya penanganan Covid-19. Selain ketentuan dokumen yang harus dipenuhi calon penumpang, fasilitas kesehatan yang akan melakukan pemeriksaan pun wajib memenuhi syarat yang telah ditentukan pemerintah.

“Terutama laboratorium yang melakukan pemeriksaan PCR. Ada ketentuan yang harus dipenuhi bagi fasilitas kesehatan, apakah itu rumah sakit, klinik maupun fasilitas lainnya untuk melaksanakan PCR,” terangnya.

Syarat yang wajib dipenuhi faskes tersebut diantaranya yaitu harus memenuhi standar Biosafety Level 2. Memiliki tenaga medis yang kompeten, serta ketentuan lainnya terkait sistem pelaporan dan informasi.

“Terkait dengan sistem pelaporan dan sistem informasi yang terkait dengan record maupun dalam konteks epidemiologi yang akan dilakukan oleh dinas kabupaten/kota setempat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, laboratorium resmi yang ditunjuk pemerintah pusat maupun provinsi saat ini adalah Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru. Informasi terakhir yang disampaikan GTPP, laboratorium ini menerima hingga 300 spesimen atau sampel dalam sehari.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Potensial, Destinasi Wisata Goa Lowo Tegelarejo Kotabaru Resmi Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Cegah Pandemi Covid-19, Kotabaru Siapkan Dana Rp8 Miliar
apahabar.com

Kalsel

Update Kasus Covid-19 Kalsel 25 Mei: Total 603 Positif

Kalsel

Ironi, Ketika Keindahan Gunung Hauk Balangan Ternodai Sampah
apahabar.com

Kalsel

Kapolda Kalsel Dampingi Kunker Menteri Kesehatan RI di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Munas PSMKGI ke-16, Tingkatkan Kompetensi SDM Dokter Gigi
apahabar.com

Kalsel

Sikapi Covid-19, PW Muhammadiyah Setop Sementara Salat Berjemaah di Masjid
apahabar.com

Kalsel

Game Online Jadi Sumber Penghasilan di Tengah Pandemi Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com