ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Ekbis

Selasa, 23 Juni 2020 - 11:24 WIB

Rupiah Melemah, Pasar Masih Berharap Ekonomi Bisa Pulih

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi-Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto-Antara/Reno Esnir/foc

Ilustrasi-Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto-Antara/Reno Esnir/foc

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (23/6) diprediksi tertekan, meski pasar juga masih berharap ekonomi bisa pulih di tengah pandemi.

Pada pukul 9.45 WIB rupiah melemah 60 poin atau 0,43 persen menjadi Rp14.210 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.150 per dolar AS.

“Rupiah kemungkinan masih tertekan. Sebagian pelaku pasar masih khawatir mengenai peningkatan jumlah kasus positif di dunia dan gelombang kedua di beberapa negara yang sudah membuka kembali perekonomiannya,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa.

Baca juga :  Ada Sentimen Global, Rupiah Berpeluang Menguat

Menurut Ariston, sentimen tersebut masih berpeluang menekan harga aset-aset berisiko di jam pasar Asia hari ini. Rupiah masih berpeluang tertekan karena sentimen tersebut.

Tapi di sisi lain, lanjutnya, pasar masih berharap terhadap potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Indeks saham AS semalam positif karena harapan tersebut.

“Jadi dua sentimen ini masih beradu, tinggal mana yang lebih banyak pendukungnya. Tapi hari ini mungkin masih sentimen yang negatif,” ujar Ariston.

Pagi ini pasar mendapatkan kabar terbaru yang memberikan sentimen negatif dari hasil wawancara penasehat perdagangan pemerintah AS Peter Navarro dengan Fox News bahwa perjanjian dagang dengan China telah “berakhir”.

Baca juga :  Ada Sentimen Global, Rupiah Berpeluang Menguat

Wawancara itu menunjukkan hubungan AS dan China yang masih memanas dan mengancam pelaksanaan perjanjian dagang yang telah disepakati.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpeluang melemah kembali ke area Rp14.200 per dolar AS dengan support di kisaran Rp14.050 per dolar AS.

Pada Senin (20/6) lalu rupiah melemah 50 poin atau 0,35 persen menjadi Rp14.150 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.100 per dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Perdagangan Sesi Awal, IHSG Bergerak Dua Arah
apahabar.com

Ekbis

Upaya Tingkatkan PAD, PT Ambapers Siap Buka Jasa Layanan Pelabuhan
apahabar.com

Ekbis

Tol Balikpapan-Samarinda Ditargetkan Selesai Sebelum Lebaran
apahabar.com

Ekbis

Valuasi Rp 135 Triliun, Go-Jek Nyaris Decacorn
apahabar.com

Ekbis

Antisipasi Covid-19, Pelni Semprot Seluruh Kapal dengan Disinfektan
apahabar.com

Ekbis

Hipmi: Permintaan Industri Hulu Baja Nasional Turun 50-60 Persen
apahabar.com

Ekbis

Corona Picu Kekhawatiran Pertumbuhan Ekonomi Global
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Apresiasi Hipmikindo Kalsel Tingkatkan Ekonomi Kreatif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com