Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Gugatan Jilid II H2D ke MK Siang Ini, Denny Gandeng Lawyer “Level Dewa” Somasi Tim BirinMu ke Uhaib, Komnas HAM hingga H2D Pasang Badan Hujan Lebat, Desa Hawang HST Banjir Lagi POPULER SEPEKAN: Kasus Pembunuhan Istri di Kapuas hingga ABK Tenggelam di Tanah Laut

Rusia Hadiahkan Uang Taliban untuk Bunuh Tentara AS di Afganistan

- Apahabar.com Sabtu, 27 Juni 2020 - 21:20 WIB

Rusia Hadiahkan Uang Taliban untuk Bunuh Tentara AS di Afganistan

Presiden AS Donald Trump menyantap hidangan makan malam bersama tentara AS saat perayaan Thanksgiving di Bagram Air Base, Afganistan, 28 November 2019. Foto-REUTERS/Tom Brenner

apahabar.com, WASHINGTON – Intelijen AS membuat kesimpulan militer Rusia menawarkan hadiah uang kepada militan yang terkait Taliban di Afghanistan, untuk membunuh pasukan Amerika dan pasukan koalisi lainnya.

Dari laporan seorang pejabat terkait yang dipublikasikan New York Times, AS sejak bulan lalu yakin salah satu unit dari intelijen militer Rusia menawarkan hadiah setelah beberapa serangan berhasil dilakukan. Unit itu juga diyakini terkait dengan percobaan pembunuhan di Eropa.

Beberapa organisasi bersenjata yang terkait erat dengan unit intelijen itu diduga telah menerima uang hadiah tersebut, demikian New York Times mewartakan.

Gedung Putih, Badan Intelijen AS (CIA) dan Direktorat Intelijen Nasional menolak menanggapi temuan New York Times itu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menerima informasi mengenai temuan intelijen tersebut, tulis harian tersebut. Pihak New York Times menyampaikan Gedung Putih belum menentukan sikap terhadap tawaran hadiah uang untuk milisi dari intelijen Rusia itu.

Setidaknya, 20 warga AS tewas terbunuh dalam pertempuran pada 2019, kata New York Times. Sejauh ini belum jelas kasus kematian mana yang dicurigai terkait dengan skandal tersebut.

Setelah hampir selama 20 tahun berperang melawan Taliban, AS mencari cara keluar dari Afghanistan dengan mendorong adanya perundingan damai antara Pemerintah Afghanistan dengan kelompok garis keras yang menguasai sejumlah wilayah negara.

AS dan Taliban pada 29 Februari menyepakati perjanjian yang salah satunya mewajibkan AS menarik pasukannya secara bertahap dari Afghanistan.

Kekuatan militer AS di Afghanistan telah menurun sampai nyaris mencapai angka 8.600 prajurit. Penarikan itu dilakukan lebih awal dari jadwal yang telah disepakati dengan Taliban. Salah satu alasannya, AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) khawatir pasukan mereka tertular Covid-19, kata keduanya pada akhir Mei.(Ant/Rts).

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Kerugian Ledakan di Beirut Capai Rp223 Triliun
apahabar.com

Internasional

Pesta Pernikahan Picu Lonjakan Baru Kasus Covid-19 di Iran
apahabar.com

Internasional

Ada Undian Rp590 Miliar dari Facebook
apahabar.com

Internasional

1.300 Tahun Terpendam, Fungsi Azimat Kuno Mesir Terkuak
apahabar.com

Internasional

Rusia Sebut Vaksin Covid-19 Beri Perlindungan Lebih dari 2 Tahun
apahabar.com

Internasional

Hasil Pilpres AS 2020, Pidato Joe Biden: Kita Akan Menang!

Internasional

Alaska Diguncang Gempa 7,5 SR, Picu Peringatan Tsunami

Internasional

Konflik Meningkat, Pemerintah Afghanistan Minta JK Fasilitasi Dialog dengan Taliban
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com