Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Sadar JKN, Ghofar Curhat Pentingnya Kantongi KIS

- Apahabar.com     Senin, 8 Juni 2020 - 14:43 WITA

Sadar JKN, Ghofar Curhat Pentingnya Kantongi KIS

Narasumber: Ghofur, penjaga wahana bermain anak di Pasar Murakata Barabai. Foto-Reza for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Pemuda asal Hulu Sungai Tengah (HST), Ghofar merasa tenang dengan adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Pemuda yang berprofesi sebagai penjaga arena bermain anak ini terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBI-D). Memiliki kartu hijau tersebut, kata Ghofar, sebagai proteksi diri jika suatu saat membutuhkan pertolongan menyangkut kesehatannya.

Terkadang dia merasa gusar karena masih ada sebagian generasi muda masih menyepelekan hadirnya program itu. Beberapa teman, kata Ghofar, masih menganggap remeh program itu karena merasa tak menggunakannya saat ini.

Temannya itu, aku Ghofar, masih enggan untuk mendaftar sebagai peserta JKN di BPJS Kesehatan. Baik sebagai peserta mandiri ataupun yang dibiayai pemerintah seperti halnya Ghofar.

“Seharusnya mereka lebih sadar dan paham dengan JKN-KIS,” ujar Ghofar.

Pemuda yang telah bergelut pada usaha bermain kurang lebih tiga tahun ini mengakui belum pernah menggunakannya sama sekali. Namun dia paham akan manfaat yang didapat saat menjadi peserta.

“Walaupun belum pernah memakai, tapi paham aja alur penggunaannya. Yang jelas kalau udah punya kartunya gak perlu pusing-pusing lagi pas butuh,” kata Ghofar.

Dia menyadari, rezeki, jodoh maupun maut sudah ada yang mengatur. Namun, jika berkaitan dengan biaya yang tak terduga, kata Ghofar, siapa yang bisa mengelak. Mengingat biaya kesehatan yang pastinya tak murah.

Ghofar menyayangkan masih ada masyarakat yang masih belum sadar akan pentingnya JKN-KIS. Apalagi saat ini, pandemi Covid 19. Semua golongan rentan terkena penyakit. Jadi tak ada alasan untuk tidak memiliki kartu hijau tersebut.

“Aneh aja jaman sekarang masih belum punya kartu JKN-KIS, padahal bisa daftar sesuai kemampuan, atau kalau tidak tinggal daftar ke kantor desa seperti saya,” jelasnya.

Ghofur berharap, dengan adanya kenaikan iuran per Juli ini dapat membuat BPJS Kesehatan semakin stabil dalam hal keuangannya. Mengingat sudah banyak bukti masyarakat yang sangat terbantu dengan hadirnya program JKN-KIS.

Ia berkomentar, banyaknya orang yang memprotes kenaikan iuran sebenarnya masih belum memahami fungsi sesungguhnya program itu.

“Kalau pada protes terkait kenaikan iuran, berarti nggak paham aja mereka, padahal kalau tidak mampu tinggal ganti kelasnya atau beralih jadi peserta yang dibayari pemerintah seperti saya,” tutup Ghofur.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: HN Lazuardi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Pengalaman Mahasiswi Malang Gunakan KIS Berobat di Barabai
Peserta JKN-KIS

BPJS Kesehatan Barabai

Bertahun-tahun Jadi Peserta JKN-KIS di HST, Ini harapan Adriansyah
JKN-KIS

BPJS Kesehatan Barabai

Percayakan Kesehatan di JKN-KIS, Warga HST Ini 3 Kali Ganti Status Kepesertaan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

JKN-KIS dan Prinsip Gotong Royong, Agus Punya Pengalaman
Luthfi, peserta JKN-KIS yang terdaftar pada segmen PPU./Foto-BPJS Kesehatan Barabai

BPJS Kesehatan Barabai

Meski Dipotong Gaji, JKN-KIS Jadi Berkah Bagi Luthfi
JKN-KIS

BPJS Kesehatan Barabai

Layanan Peserta JKN-KIS Barabai Dipastikan Tak Terpengaruh Natura
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Terbaik se-Banua Enam, Perseroan Ini Dapat Penghargaan dari BPJS Kesehatan Barabai
BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Barabai

Kagum Program BPJS Kesehatan, Warga HSU Mantap Jadikan JKN-KIS jadi Andalan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com