Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya Ultah Ke-4, Kelompok Garis Keras Bartman Ultras 1988 Menolak Perbedaan

Sadis! Minta Belikan Es Krim, 2 Bocah Tewas Dibunuh Ayah Tiri

- Apahabar.com Senin, 22 Juni 2020 - 13:20 WIB

Sadis! Minta Belikan Es Krim, 2 Bocah Tewas Dibunuh Ayah Tiri

Ilustrasi pembunuhan. Foto-Kriminologi.id/Dwiangga Perwira

apahabar.com, MEDAN – Sungguh sadis perbuatan seorang ayah tiri bernama Rahmadsyah (30) di Medan. Dia tega membunuh 2 anak tirinya hanya karena diminta belikan es krim.

Kedua bocah berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di area sekolah Global Prima di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Minggu (21/6).

Kedua bocah tersebut yakni Iksan Fatilah (10) dan Rafa Anggara (5), keduanya warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Satria, Kecamatan Medan Kota. Keduanya ditemukan di dalam parit bangunan sekolah tersebut dengan posisi terlentang serta bagian wajah memar dan berlumuran darah.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait temuan jenazah bocah tersebut.

“Petugas sudah mengevakuasi jenazah, dan saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan,” katanya, Minggu (21/6) siang.

Kedua bocah tersebut diduga dibunuh oleh ayah tirinya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Ainul Yaqin membenarkan hal tersebut. Namun, kata Ainul, pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan.

Ainul mengatakan, penemuan jenazah Iksan Fatilah (10) dan Rafa Anggara (5) bermula pada Sabtu (20/6). Saat itu ayah tiri kedua korban, Rahmadsyah (30) yang sedang bekerja di sekolah Global Prima sebagai kuli bangunan didatangi oleh kedua korban.

Kedua korban meminta uang kepada Rahmadsyah untuk membeli es krim. Namun, Rahmadsyah mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki uang.

Kedua korban terus meminta dan memaksa Rahmadsyah sehingga membuatnya kesal dan kemudian membawa kedua korban ke arah samping gedung bangunan sekolah. Diduga di situlah Rahmadsyah membunuh kedua korban.

Kemudian pada Minggu (21/6), ibu korban bernama Fahtulazanah (30) menanyakan keberadaan anaknya kepada suaminya melalui telepon seluler.

Rahmadsyah menyuruh istrinya untuk mencari sendiri anaknya di sekolah Global Prima. Lalu oleh Fahtulazanah bersama adik dan neneknya mencari di sekolah tersebut dan menemukan kedua korban sudah meninggal dunia di dalam parit bangunan sekolah tersebut dengan posisi terlentang serta bagian wajah memar dan berlumuran darah.

Fahtulazanah langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.(Ant)

apahabar.com

Pembunuhan sadis terhadap dua bocah dilakukan ayah tirinya. Foto-Antara/Ho

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Polisi Selidiki Kematian Bocah di Kolam Renang Raukuku
apahabar.com

Hukum

Perkelahian Berujung Penikaman Terjadi di Tapin
apahabar.com

Hukum

Maling Helm Hebohkan Pengunjung Siring Piere Tendean
apahabar.com

Hukum

Kenalan di Facebook, Wanita di HSU Ini Tertipu Jutaan Rupiah

Hukum

ANEH, Korban KDRT di Kintap Tala Ngaku Bukan Ditebas Suami!
apahabar.com

Hukum

Kacab Maybank Cipulir Tersangka Raibnya Tabungan Atlet eSport Winda Puluhan Miliar, Begini Modusnya
apahabar.com

Hukum

Sidang Ketiga Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST, Puluhan Keluarga Latifah Datangi PN Barabai
apahabar.com

Hukum

Niat Hati Temui Pacar di Tabalong, Pemuda Asal Banjarmasin Ditangkap Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com