3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Salat Gerhana Matahari, Warga Banjarmasin Berdoa Corona Segera Berlalu

- Apahabar.com Minggu, 21 Juni 2020 - 18:03 WIB

Salat Gerhana Matahari, Warga Banjarmasin Berdoa Corona Segera Berlalu

Warga Banjarmasin saat mengikuti Salat Gerhana Matahari. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Mendengar kabar ada gerhana matahari, warga Kota Banjarmasin berbondong bondong memadati Mesjid Raya Sabilal Muhtadin untuk ikut Salat Gerhana Matahari, Minggu (21/6).

Ahmad Jaderi (50) Warga Kolonel Sugiono mengaku mendapatkan informasi ada Salat Gerhana Matahari dari pesan berantai WhathApps.

Ia beserta keluarganya pun sengaja mengikuti Salat Ashar berjamaah terlebih dahulu.

Perkirakan awal gerhana parsial akan terjadi pada pukul 16.25 Wita dan berakhir 17.11 Wita.

Walhasil bukti waktu 46 menit untuk menggelar salat sunah saat gerhana pun berlangsung.

“Mudahan-mudahan kita mendapatkan keberkahan dan wabah virus Corona cepat berlalu,” ujarnya ketika dijumpai apahabar.com.

Sementara itu, Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi menyampaikan Salat Khusyu ini dilaksanakan dengan adanya fenomena alam berupa Gerhana Matahari.

Dan provinsi tertua di Pulau Kalimantan ini terkena imbas fenomena alam tahunan itu seusai Salat Ashar.

Olehnya, ia mengungkapkan sangat berterima kasih kepada jemaah yang mengikut Sholat sunah berjamaah ini.

Sebelum Sholat dilaksanakan, Kemenag telah menyampaikan kepada jemaah tata cara Sholat Gerhana dan bersama sama untuk memanjatkan doa supaya wabah virus Corona cepat berlalu.

“Mudahan mudahan doa ini diterima oleh Allah SWT dan warga kita jangan sampai lagi bertambah serta pasien terkena bisa sembuh,” ucapnya.

Berdasar pantauan, Salat Gerhana parsial ini tampak berbeda dari biasanya.

Kondisi tersebut pun diakui oleh Noor Fahmi karena tak adanya Khotbah sebelum salat sunah ini dilaksanakan.

Namun, lanjut Fahmi proses Salat Gerhana Matahari tetap sah digelar sesuai aturan Alquran dan Alhadist.

“Karena kondisi tapi kita bisa melaksanakan Salat Gerhana ini sudah sangat bersyukur,” tuturnya.

Dalam Salat Gerhana Matahari ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang semua kawasan adalah zona merah. Sehingga jemaah wajib memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Misalnya menerapkan physical distancing. Jarak antar jamaah rata-rata berkisar 1 meter. Selain itu, jemaah yang datang pun diharuskan membawa alas salat sendiri. Serta menggunakan masker.

Pihak masjid pun wajib memasang sejumlah spanduk pencegahan penularan Covid-19. Untuk mengingatkan jemaah agar sadar akan protokol kesehatan selama pandemi berlangsung.

apahabar.com

Salat Gerhana Matahari yang dilaksanakan sesuai protokol kesehatan dengan menjaga jarak. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gara-Gara Kipas Angin, Bapak-Anak Tewas di Martapura
apahabar.com

Kalsel

Pengakuan Pembunuh Kakak Ipar di Pemurus Baru Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kantongi Identitas, Polisi Buru Pelaku Duel Maut Murung Keraton Martapura
apahabar.com

Kalsel

Walk Out Tolak UU Omnibus Law, Cafe di Banjarmasin Gratiskan Menu Untuk Kader Demokrat dan PKS
apahabar.com

Kalsel

Korban Budak Seks di Banjarbaru Dapat Perlindungan
apahabar.com

Kalsel

Canda Menristekdikti Bernuansa Politis: Jangan Nyoblos Dua, Nyoblos Satu Saja
apahabar.com

Kalsel

Galian Tambang Kembali Makan Korban, Dewan Panggil Dinas ESDM Kalsel

Kalsel

Habar Foto Kegiatan DPRD Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com