H2 Juli, Kalsel Tambah Ratusan Kasus Baru Covid-19 Hore! Listrik Gratis Diperpanjang hingga September Tak Punya Izin, Pemkot Banjarmasin Kembalikan Rp 200 Juta ke Pengusaha Advertising Positif Corona, Belasan Karyawan RSUD Banjarmasin Terpaksa Diistirahatkan Asyik Cari Korban Tenggelam di Barito Hulu, 5 Relawan Kesurupan!




Home Hiburan

Rabu, 3 Juni 2020 - 05:15 WIB

Saran Psikolog, Langkah Awal Selesaikan Masalah dengan Pasangan

Uploader - Apahabar.com

Ilustrasi. Foto-Net

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Selama pandemi Covid-19 intensitas pertemuan boleh jadi terbatas, hingga masalah dengan pasangan sulit diselesaikan dengan baik. Lantas, apa yang harus dilakukan?

Seorng psikolog dari Tiga Generasi, Alfath Hanifah Megawati dalam diskusi via daring, Selasa (2/6) kemarin, coba mengurainya.

Pertama-tama, pastikan suasana hati Anda dan dia sudah lebih baik.

“Tenangkan diri dulu 15-30 menit, sambil mendengarkan musik atau latihan pernapasan. Untuk tipe yang ekspresif, bisa sambil mengerjakan sesuatu misalnya mencuci piring agar energinya release, agak lebih tenang,” saran Alfath Hanifah Megawati.

Setelah suasana hari sudah tenang, mulailah mengajak pasangan berbicara dengan topik yang sepele disertai humor.
Ingatlah untuk tidak menggunakan bahasa yang bernada menyalahkan pasangan Anda.

“Mulai dari hal receh dulu, pentingnya diselipi humor. Hindari bahasa-bahasa menyalahkan. Penting belajar mengkomunikasikan apa yang kita rasakan bukan apa yang pasangan lakukan pada kita,” tutur psikolog yang biasa disapa Ega itu.

Menurut Ega, pada prinsipnya Anda sudah harus terbiasa berkomunikasi dengan pasangan, bukan semata saat ada masalah.
Anda bisa mencoba membicarakan hal semacam mengomentari berita atau malah drama Korea Selatan alias drakor seperti yang suka dilakukan selebritas Tarra Budiman bersama isterinya.

“Prisipnya komunikasi enggak hanya saat berkonflik, harus dijadikan rutinitias. Biasakan berkomunikasi bahkan untuk hal-hal receh, humor, bukan hal-hal serius saja,” tutur dia.

“(Bicarakan) hal-hal yang membuat kita berani bicara. Ngomentarin drama Korea, berita,” sambung Tarra.

Ega tidak menyarankan Anda berdiam diri saat sedang bermasalah dengan pasangan. Berbeda halnya jika diam yang Anda lakukan bagian dari cara menenangkan diri.

Diam saat konflik (di luar upaya menenangkan diri) merupakan bahasa yang kurang bagus dalam berkonflik. Anda tak bisa berharap pasangan tahu isi pikiran dan hati Anda jika tak bicara.

“Kalau fungsinya (diam) untuk menenangkan diri, bagus. Tetapi berharap pasangan tahu, bisa membaca pikiran kita, itu salah,” kata dia.

Di sisi lain, lakukan evaluasi diri. Perhatikan apakah Anda berekspresi menakutkan saat berbicara dengan pasangan kala ada masalah atau cara berbicara yang tidak cukup santai.

Bisa jadi, saat pasangan berkomunikasi dengan Anda justru tertekan.

“Jangan-jangan setiap berkonflik kita memasang ekspresi menakutkan sehingga tidak membuka ruang diskusi yang nyaman dengan pasangan. Tilik dari kita bukan hanya dari sisi pasangan. Jangan-jangan saya yang enggak cukup santai,” demikian menurut Ega.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hiburan

Gegara Gelar Rapid Test Semua Tamu Pesta Ultahnya, Momo Geisha Hujatan Netizen
apahabar.com

Hiburan

Jackie Chan, Dari Isu Kematian Hingga Terjangkit Virus Corona
apahabar.com

Hiburan

Perdana di Kalsel, SUCI 9 Digelar di Cafe Rumah The PanasDalam
apahabar.com

Hiburan

Alasan GIGI Rilis Album dalam Format Kaset Pita
apahabar.com

Hiburan

Cara Wulan Guritno Sikapi Rundungan Saat Pandemi
apahabar.com

Hiburan

Sapa Banjarmasin Ucapkan Apa Habar, Begini Sikap Ari Lasso Tentang Pemilu
apahabar.com

Hiburan

Anak Asuh RDP Agency Raih Juara di BSF 2020
apahabar.com

Hiburan

Jennifer, Pemeran Inggrid di ‘Koboy Kampus’ yang Cinta Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com