Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Saran Psikolog, Langkah Awal Selesaikan Masalah dengan Pasangan

- Apahabar.com Rabu, 3 Juni 2020 - 05:15 WIB

Saran Psikolog, Langkah Awal Selesaikan Masalah dengan Pasangan

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Selama pandemi Covid-19 intensitas pertemuan boleh jadi terbatas, hingga masalah dengan pasangan sulit diselesaikan dengan baik. Lantas, apa yang harus dilakukan?

Seorng psikolog dari Tiga Generasi, Alfath Hanifah Megawati dalam diskusi via daring, Selasa (2/6) kemarin, coba mengurainya.

Pertama-tama, pastikan suasana hati Anda dan dia sudah lebih baik.

“Tenangkan diri dulu 15-30 menit, sambil mendengarkan musik atau latihan pernapasan. Untuk tipe yang ekspresif, bisa sambil mengerjakan sesuatu misalnya mencuci piring agar energinya release, agak lebih tenang,” saran Alfath Hanifah Megawati.

Setelah suasana hari sudah tenang, mulailah mengajak pasangan berbicara dengan topik yang sepele disertai humor.
Ingatlah untuk tidak menggunakan bahasa yang bernada menyalahkan pasangan Anda.

“Mulai dari hal receh dulu, pentingnya diselipi humor. Hindari bahasa-bahasa menyalahkan. Penting belajar mengkomunikasikan apa yang kita rasakan bukan apa yang pasangan lakukan pada kita,” tutur psikolog yang biasa disapa Ega itu.

Menurut Ega, pada prinsipnya Anda sudah harus terbiasa berkomunikasi dengan pasangan, bukan semata saat ada masalah.
Anda bisa mencoba membicarakan hal semacam mengomentari berita atau malah drama Korea Selatan alias drakor seperti yang suka dilakukan selebritas Tarra Budiman bersama isterinya.

“Prisipnya komunikasi enggak hanya saat berkonflik, harus dijadikan rutinitias. Biasakan berkomunikasi bahkan untuk hal-hal receh, humor, bukan hal-hal serius saja,” tutur dia.

“(Bicarakan) hal-hal yang membuat kita berani bicara. Ngomentarin drama Korea, berita,” sambung Tarra.

Ega tidak menyarankan Anda berdiam diri saat sedang bermasalah dengan pasangan. Berbeda halnya jika diam yang Anda lakukan bagian dari cara menenangkan diri.

Diam saat konflik (di luar upaya menenangkan diri) merupakan bahasa yang kurang bagus dalam berkonflik. Anda tak bisa berharap pasangan tahu isi pikiran dan hati Anda jika tak bicara.

“Kalau fungsinya (diam) untuk menenangkan diri, bagus. Tetapi berharap pasangan tahu, bisa membaca pikiran kita, itu salah,” kata dia.

Di sisi lain, lakukan evaluasi diri. Perhatikan apakah Anda berekspresi menakutkan saat berbicara dengan pasangan kala ada masalah atau cara berbicara yang tidak cukup santai.

Bisa jadi, saat pasangan berkomunikasi dengan Anda justru tertekan.

“Jangan-jangan setiap berkonflik kita memasang ekspresi menakutkan sehingga tidak membuka ruang diskusi yang nyaman dengan pasangan. Tilik dari kita bukan hanya dari sisi pasangan. Jangan-jangan saya yang enggak cukup santai,” demikian menurut Ega.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Hiburan

Tayang Perdana, BPD Hipmi Se-Indonesia Siap Tonton Film Koboy Kampus
Tontonan Santai

Hiburan

6 Tontonan Santai Saat Habiskan Libur Akhir Pekan
Anya Geraldine

Hiburan

Anya Geraldine Pamer SIM C, Nama Aslinya Jadi Sorotan
apahabar.com

Hiburan

Penonton Mulai Padati Area Konser Fiersa Besari, Panitia Sediakan Tiket Tambahan
apahabar.com

Hiburan

Tampil Beda, Sienna Sky Bar Banjarmasin Sajikan Live Music Beragam Genre
apahabar.com

Hiburan

Nadjmi-Jaya Nonton Bareng Film ‘Rumah Jomblo’ bersama Kaum Millenial
apahabar.com

Hiburan

Baru Lahir, Bayi di Tanah Bumbu Miliki Tanda Lafaz Allah
apahabar.com

Hiburan

South Borneo Festival 2020; dari Noah, Kunto Aji hingga Ardhito Pramono
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com