BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Sebelum di Wuhan, Jejak Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019

- Apahabar.com Sabtu, 27 Juni 2020 - 21:42 WIB

Sebelum di Wuhan, Jejak Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019

Ilustrasi virus corona. Foto-iStockphoto/BlackJack3D

apahabar.com, BARCELONA – Ahli virologi Spanyol menemukan jejak virus Corona baru dalam sampel air limbah Barcelona yang dikumpulkan pada Maret 2019.

Waktu temuan itu berarti jauh sembilan bulan sebelum penyakit yang disebabkan virus itu muncul di Wuhan, China.

Peneliti University of Barcelona mengatakan penemuan genom virus sangat awal di Spanyol, jika dikonfirmasi, akan menyiratkan bahwa Covid-19 kemungkinan muncul jauh lebih awal dari yang diperkirakan.

Covid-19, penyakit yang jadi pandemi global saat ini disebabkan oleh virus corona SARS-CoV-2.

Dilansir sindonews.com, para peneliti telah menguji air selokan sejak pertengahan April tahun ini untuk mengidentifikasi potensi wabah baru, ketika mereka memutuskan untuk juga melakukan tes pada sampel yang lebih tua.

Mereka pertama kali menemukan virus itu ada di Barcelona pada 15 Januari 2020, 41 hari sebelum kasus pertama dilaporkan secara resmi di sana.

Kemudian mereka menjalankan tes pada sampel yang diambil antara Januari 2018 dan Desember 2019 dan menemukan keberadaan genom virus di salah satu dari mereka, yang dikumpulkan pada 12 Maret 2019.

“Tingkat SARS-CoV-2 rendah tetapi positif,” kata pemimpin penelitian Albert Bosch seperti diumumkan University of Barcelona. Penelitian telah diajukan untuk peer review.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020.

Dr Joan Ramon Villalbi dari Spanish Society for Public Health and Sanitary Administration mengatakan kepada Reuters, Sabtu (27/6/2020), bahwa masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang pasti.

“Ketika itu hanya satu hasil, Anda selalu ingin lebih banyak data, lebih banyak penelitian, lebih banyak sampel untuk mengonfirmasi dan mengesampingkan kesalahan laboratorium atau masalah metodologis,” katanya.

Ada potensi positif palsu karena kesamaan virus dengan infeksi pernapasan lainnya. “Tapi itu pasti menarik, itu sugestif,” kata Villalbi.

Bosch, yang adalah presiden Spanish Society of Virologists, mengatakan bahwa deteksi dini bahkan pada bulan Januari dapat meningkatkan respons terhadap pandemi.

Sebaliknya, pasien mungkin salah didiagnosis dengan flu biasa, berkontribusi pada penularan komunitas sebelum tindakan diambil.

Profesor Gertjan Medema dari KWR Water Research Institute di Belanda, yang timnya mulai menggunakan uji virus corona pada air limbah pada Februari, menyarankan kelompok peneliti Barcelona perlu mengulangi tes untuk memastikan itu benar-benar virus SARS-CoV-2.

Sejauh ini Spanyol telah mencatat lebih dari 28.000 kematian dan hampir 250.000 kasus Covid-19.(Snd/Rts)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Hari Ini Singapura Buka Gerbang untuk Turis
Anak Tertua Trump

Internasional

Positif Covid-19, Anak Tertua Trump Diisolasi
apahabar.com

Internasional

Mengintip Lokasi Pemandian Kuno Usia 2000 Tahun yang Baru Ditemukan

Internasional

Konon Sembuhkan Trump, AS Izinkan Penggunaan Antibodi Covid-19 Regeneron
apahabar.com

Internasional

Rusia Siapkan Vaksinasi Massal Corona pada Oktober
apahabar.com

Internasional

Helikopter Taiwan Jatuh, Dua Tentara Gugur
apahabar.com

Internasional

Lindungi Warga AS, Trump Akan Umumkan Pembatasan Visa
apahabar.com

Internasional

KJRI Jeddah: Fenomena Jutaan Jangkrik di Masjidil Haram Tak Berbahaya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com