Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Seruan Habib Banua: Jika RUU HIP Disahkan, Kita Turun ke Jalan

- Apahabar.com Sabtu, 13 Juni 2020 - 20:47 WIB

Seruan Habib Banua: Jika RUU HIP Disahkan, Kita Turun ke Jalan

Habib Abdurahman Bahasyim atau Habib Banua siap memimpin ribuan massa turun ke jalan menolak RUU HIP. Foto-Istimewa


apahabar.com, BANJARMASIN – Penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) terus bergulir. Kali ini datang dari Habib Abdurahman Bahasyim.

Anggota Komite I DPD RI yang akrab disapa Habib Banua itu menyerukan penolakan terhadap RUU HIP sebab tak mencantumkan Tap MPRS Nomor 25/MPRS/1966 tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sesuai aspirasi yang berkembang di masyarakat, Habib Banua menyatakan diri siap memimpin ribuan massa untuk turun ke jalan.

“RUU HIP yang disinyalir disusupi oleh kaum sekuler, PKI dan ateis, maka wajib ditolak. Kita tinggal tunggu instruksi gerakan MUI, jika ada instruksi maka saya akan turun langsung memimpin massa untuk menolaknya,” ujar Habib Banua kepada apahabar.com, Sabtu (13/6).

Melonjak Lagi, Kalsel Tambah 123 Pasien Covid-19 Sore Ini

Pasca-reformasi para aktivis dan simpatisan PKI disebutnya telah melakukan berbagai upaya untuk menghapus citra buruknya di masa lalu dengan memutar balikan fakta sejarah.

“Keberadaan RUU HIP patut dibaca sebagai bagian dari agenda itu, sehingga wajib RUU HIP ini ditolak dengan tegas tanpa kompromi apa pun,” tegasnya.

Selain MUI, sejumlah elemen masyarakat lain seperti Persatuan Islam (Persis) dan Gerakan Pemuda Anshor juga disebutnya menolak kehadiran RUU HIP jika tidak menjadikan TAP MPRS No. 25/MPRS/1966 sebagai landasan.

Belakangan, sejumlah ulama, tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di Jember, Jawa Timur, bahkan menggelar aksi penolakan terhadap RUU.

Menteri Koordindator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD telah memastikan pelarangan komunisme di Indonesia bersifat final.

Tap MPRS No XXV/1966 yang melarang komunisme sampai saat ini masih berlaku dan tidak akan dicabut.

Mahfud MD, dilansir Inews, menuturkan RUU HIP yang disusun oleh DPR tersebut masuk dalam Prolegnas 2020. Pemerintah sejauh ini baru menerima RUU tersebut dan belum terlibat pembicaraan.

Presiden, kata dia, belum mengirim surat presiden (supres) untuk membahasnya dalam proses legislasi.

Kendati demikian, pemerintah sudah mulai mempelajari secara seksama dan sudah menyiapkan beberapa pandangan.

“Jika saat tahapan sudah sampai pada pembahasan, pemerintah akan mengusulkan pencantuman Tap MPRS No XXV/MPRS/1966 dalam konsiderans dengan payung “Mengingat: Tap MPR No I/MPR/1966”. Di dalam Tap MPR No I/MPR/2003 itu ditegaskan bahwa Tap MPRS No XXV/1966 terus berlaku,” ujar Mahfud saat mengikuti webinar dengan tokoh-tokoh Madura, Sabtu (13/6).

Pertemuan secara virtual tersebut antara lain menyorot polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Food Estate di Kalteng, Giliran Menteri Basuki Kunjungi Kapuas

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hebat, Wanita Tertua Berusia 113 Tahun Sukses Kalahkan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Jemaah Haji Diminta Waspada Dehidrasi
apahabar.com

Nasional

BPBD Lampung: Korban Tewas Tsunami 7 Orang, 89 Orang Luka-luka
apahabar.com

Nasional

Terindikasi Radikalisme, Polda Jatim Amankan Seorang Polwan di Juanda
apahabar.com

Nasional

Bertambah 5.272, Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 463.007 Kasus
apahabar.com

Nasional

Kasus Penembakan Mahasiswa Kendari, Polri Tetapkan Brigadir AM sebagai Tersangka
Banjarmasin

Nasional

PPKM Beda dengan PSBB, Masyarakat Jangan Panik
apahabar.com

Nasional

Inisiatif Indonesia Kembali Sukses Gelar Asian Festival di Bulgaria
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com