Jadwal Penumpang Banjarmasin Tujuan Bali Transit di Surabaya Berubah, Begini Respons Lion Air Mulai Berlaku, Syarat Wajib PCR Bikin Warga Kalsel Terbang ke Bali Berpikir Dua Kali Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan

Soal Kenaikan Tagihan Listrik, Berikut Penjelasan Kementerian BUMN

- Apahabar.com     Rabu, 10 Juni 2020 - 21:15 WITA

Soal Kenaikan Tagihan Listrik, Berikut Penjelasan Kementerian BUMN

Pelanggan menunjuk meteran listrik di salah satu rumah di Palangka Raya. Foto-Antara/Rendhik Andika

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan penjelasan mengenai keluhan masyarakat atas kenaikan tagihan listrik PLN.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menegaskan, tidak ada kenaikan tarif dasar listrik dalam hal tersebut.

“Setelah kami pelajari, sebenarnya tidak ada yang namanya tarif PLN itu naik, tarif PLN tetap, dari tahun ke tahun sama aja tidak ada kenaikan. Jadi yang naik mungkin tagihan,” ujar Arya di Jakarta seperti dilansir Republika.co.id, Rabu (10/6).

Arya menjelaskan, kenaikan tagihan listrik tak lepas dari penggunaan listrik yang lebih tinggi daripada sebelum pandemi Covid-19. Pasalnya, kata Arya, pandemi Covid-19 membuat masyarakat berada di rumah, baik yang bekerja maupun belajar dari rumah. Arya menyebut penggunaan listrik selama pandemi cukup tinggi dari hari-hari sebelumnya.

“Mulai dari anak, orang tua, semua dari rumah, semua bekerja dan sekolah dari rumah, akhirnya pemakaian listrik juga naik,” ucap Arya.

Arya menilai penjelasan manajemen PLN atas keluhan masyarat sudah sangat jelas. Arya menyampaikan selama pandemi petugas PLN tidak dapat menghitung meteran ke rumah-rumah pelanggan sehingga PLN mengambil rata-rata penggunaan listrik selama tiga bulan.

“Pada bulan ketiga, teman-teman PLN sudah datang ke rumah, dia (PLN) cek ternyata ada kelebihan, nah kelebihan ini pada dua bulan sebelumnya, kelebihan pada satu bulan sblmnya ditambah kelebihan pada bulan ketiga, ini mereka jumlahkan ke atas. Jadi nambah, ada penambahan,” ungkap Arya.

PLN, kata Arya, memahami apa yang menjadi kesulitan masyarakat. Oleh sebab itu, PLN memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membayar kelebihan penggunaan listrik dengan cara mencicil selama dua bulan atau tiga bulan.

“Ini yang kita lihat bahwa memang tidak ada perubahan dari tarif daftar listrik sama sekali. Yang paling sederhana lihat saja meteran kita pada bulan terakhir sebelum corona, kemudian dihitung pada bulan terakhirnya, berapa meteran yang kita punya, dihitung saja dengan tagihan terakhir,” lanjut Arya.

Karena itu, Arya membantah keras tudingan PLN membohongi masyarakat. Arya meminta masyarakat membandingkan meteran sebelum dan ketika terjadi pandemi. Arya menilai ada pihak-pihak yang melakukan distorsi atas tagihan listrik PLN. PLN, kata Arya, juga telah membuka ruang bagi pelanggan yang hendak komplain.

“Jadi ini yang perlu kita sadari bersama-sama, kami tidak mungkin membebani publik dengan kondisi saat ini, sangat tidak mungkin. Kita berharap teman-teman tolong apalagi yang mempunyai tendensi politik, tolong jujur. Semoga kontroversi ini tidak lagi diperpanjang,” pungkas Arya.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Indonesia-Australia Seirama Perkuat Transportasi Udara
apahabar.com

Ekbis

Jelang Pidato Gubernur The Fed, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Jamin Stok Aman, Kaltim Datangkan Ribuan Sapi Australia
apahabar.com

Ekbis

Natal dan Tahun Baru: Kiat BI Jaga Inflasi Kalimantan Selatan Aman Terkendali
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Terkoreksi, Pasar Khawatir Kasus Covid-19 Terus Meningkat
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Meningkat, Sektor Perikanan Kalsel Cukup Menjanjikan
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Jadi Rp926 Ribu
apahabar.com

Ekbis

Eksekusi Kredit Macet, Leasing Harus Patuhi Aturan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com