Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Soroti Kasus Penyiraman Novel Baswedan, Pangeran: Hukum Jangan Tumpul ke Atas

- Apahabar.com Kamis, 18 Juni 2020 - 09:53 WIB

Soroti Kasus Penyiraman Novel Baswedan, Pangeran: Hukum Jangan Tumpul ke Atas

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Sidang kasus penyiraman air keras Novel Baswedan menjadi sorotan publik lantaran kontroversi Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fedrik Adhar hanya melayangkan tuntutan 1 tahun penjara kepada dua terdakwa oknum Polri di depan meja hijau, (11/6).

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Anggota DPR RI, Pangeran Khairul Saleh pun ikut angkat bicara. Anggota Dewan asal Kalsel ini mengatakan kasus yang menimpa Novel Baswedan sudah menjadi perhatian publik sejak awal.

“Untuk itu proses penanganan hukumnya harus mampu menunjukkan perhatian besar terhadap pemenuhan rasa keadilan publik,” tegas Politikus PAN ini kepada apahabar.com melalui rilisnya, Rabu (17/6) malam.

Sebuah peristiwa hukum yang menjadi perhatian publik harus dilaksanakan dengan transparan dan berdasarkan argumen-argumen yang kuat dasar tata laksana, pedoman, aturan dan hukumnya.

Tujuan utama penegakan hukum adalah untuk mewujudkan rasa keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan dalam masyarakat.

Dalam pemenuhan rasa keadilan masyarakat, lanjut Pangeran, hendaknya tidak lantas mengintervensi proses obyektif penegakan hukum baik secara parsial maupun secara kolektif.

“Namun demikian bagaimanapun juga persfektif pemenuhan rasa keadilan publik tetap harus dipertimbangkan sebagai perspektif penyeimbang,” jelas Sultan Banjar.

Khairul Saleh menghendaki, apapun putusan yang nanti dihasilkan dari proses hukum, hendaknya tergambar secara transparan betapa sungguh-sungguhnya ikhtiar penegak hukum dalam mencapai keadilan tersebut.

Khairul Saleh meyakini bahwa majelis Hakim dengan segala integritas, kapabilitas dan wawasan akan dapat mengambil putusan yang mencakup seluruh aspek termasuk rasa keadilan publik.

Karena menurut Khairul, kasus Novel Baswedan mencakup aspek-aspek penting. Antara lain adalah korban dan terdakwa adalah sama-sama aparatur penegak hukum dari institusi besar dan terhormat di negara ini yaitu Polri dan KPK-RI.

“Proses ini harus ditangani secara serius. Selayaknya secara teknis rencana penututan dilaporkan secara berjenjang hingga ke pimpinan puncak seperti Kejaksaan Agung untuk memastikan kualitas tuntutan benar-benar kuat dan bisa dipertanggungjawabkan,” urainya.

Khairul Saleh juga mengingatkan bahwa tindakan terdakwa yang merupakan anggota Polri wajib dijadikan perhatian utama.

“Saat proses ini berjalan saja, marwah dan kredibilitas lembaga Polri sudah sangat terganggu. Penuntutan harus juga mempertimbangkan pembelaan terhadap kehormatan lembaga negara,” jelasnya.

Lebih lanjut Khairul Saleh menerangkan, saat ini hangat diperbincangkan publik terkait pelaku penusukan Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto yang dituntut hukuman 16 tahun penjara.

Menurut Pangeran, jika hasil persidangan nanti memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku penyiraman Novel Baswedan, sebagaimana halnya pelaku penusukan Wiranto, maka masyarakat pasti akan memandang bahwa penindakan hukum ternyata benar tidak pandang bulu, tidak hanya tajam ke bawah tapi juga tetap tajam ke atas.

Pada akhirnya tambah mantan Bupati Kabupaten Banjar dua periode ini, neraca kepercayaan masyarakat kepada penegakan hukum yang berkadilan akan bertambah kuat. Ini jauh lebih penting di antara diskursus yang melingkari kasus ini.

“Saya dukung sepenuhnya POLRI untuk terus memperbaiki citranya dimata masyarakat. Termasuk menyikapi polemik kasus ini,” seru Khairul Saleh.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jenazah Ani Yudhoyono Disemayamkan di Aula Riptaloka KBRI
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Dorong Terwujudnya Perlindungan Pekerja Perempuan dari Pelecehan Seksual
apahabar.com

Nasional

MUI: Pilih Capres-Cawapres yang Cerdas
apahabar.com

Nasional

Tokoh Perbatasan Sambut Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Viral, Istri Pukuli Suami Penderita Stroke
apahabar.com

Nasional

Tsunami Selat Sunda, BNPB: 373 Orang Meninggal
apahabar.com

Nasional

Tiga KRI Siaga Tempur Menyusul Masuknya 33 Kapal China di Laut Natuna 
apahabar.com

Nasional

Telur Asin Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com