BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Stres Hadapi Covid-19 Bukan Alasan Marahi Anak

- Apahabar.com Rabu, 10 Juni 2020 - 05:45 WIB

Stres Hadapi Covid-19 Bukan Alasan Marahi Anak

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Stres, mungkin ini dialami sebagian orangtua selama menghadapi pademi Covid-19, sehingga berimbas kepada anak. Marah kepada mereka, tentu bukan itu yang harus dilakukan.

Memarahi anak dengan begitu keras, memberikan ancaman serta mencubit, termasuk bentuk kekerasan terhadap anak.

Hal ini secara tidak sadar dapat dilakukan oleh orang tua ketika tak mampu membendung emosi.

Psikolog, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. mengatakan kekerasan terhadap anak dapat terjadi tergantung dari pengendalian diri orang tua dalam mengatur emosi.

Tekanan atau stres saat pandemi pun bukan menjadi alasan bisa melakukan kekerasan secara verbal atau fisik pada anak.

“Semua tergantung dari bagaimana pengendalian diri jadi orang tua itu sendiri, tidak serta merta tekanan hidup membuat orang tua melakukan kekerasan pada anak,” kata Vera, Selasa (9/6).

“Orang tua merupakan pelindung anak jadi sudah semestinya orang tua menjaga anak dari kekerasan termasuk kekerasan dari orang tua itu sendiri,” lanjutnya.

Menurut Vera, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa anak-anak memiliki kemampuan yang terbatas untuk bisa mengerti tentang keadaan saat ini dan masalah yang sedang dialami orang tuanya.

“Tenangkan diri dengan menerima dengan ikhlas keadaan. Fokus pada apa yang bisa dilakukan termasuk fokus pada apa yang harus dilakukan pada anak dan pahami bahwa anak-anak adalah punya keterbatasan dalam memahami kondisi orang tuanya. Adalah tugas orang tua untuk menjelaskan agar anak paham,” jelas Vera.

Untuk mengatasi stres atau tekanan, orang tua sangat diperkenankan untuk menenangkan diri sejenak agar emosi tidak meledak kepada anak.

Berbagi cerita dan tetap terhubung dengan orang terdekat merupakan salah satu solusi untuk meredam emosi.

“Orang tua boleh saja bilang butuh waktu sebentar untuk tenangkan diri jika emosi sudah tak tertahankan. Bicara atau berbagi cerita dengan orang yang bisa dipercaya juga bisa kurangi beban stress yang dirasakan,” ujar Vera.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Kunjungan Kerja ke Kalimantan Timur
apahabar.com

Nasional

Wagub Hadi Sesumbar 82 Persen Kaltim Jadi Ibu Kota Negara
Balita

Nasional

Duh, Pergelangan Tangan Balita Putus Digigit Komodo
apahabar.com

Nasional

6 Fakta Mengejutkan Seret Gisel Jadi Tersangka Video Syur
Sumba

Nasional

Tahun Baru di Pulau Sumba, Dibuka Gempa Berkekuatan 5 SR
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming Paparkan Program Peningkatan Kualitas SDM Hadapi Bonus Demografi
apahabar.com

Nasional

Jarang Disebut, Kalsel Setia Tunggu Pengumuman Resmi Jokowi
apahabar.com

Nasional

Anies Baswedan: Kasih Sayang Ibu Adalah Cinta Tanpa Batas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com