Ansharuddin Curhat, Eh Wabup Balangan Maradang INNALILLAHI, Anggota TNI Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama

Sudah Diasimilasi, Rutan Marabahan Tetap Over Kapasitas

- Apahabar.com Senin, 8 Juni 2020 - 14:50 WIB

Sudah Diasimilasi, Rutan Marabahan Tetap Over Kapasitas

22 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Marabahan mendapatkan program asimilasi dan integrasi. Foto-Rutan Marabahan for apahabar.com

apahabar.com, MARABAHAN – Kendati sudah ditinggalkan 22 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mendapatkan asimilasi dan integrasi di awal Juni 2020, Rutan Klas IIB Marabahan masih over kapasitas.

Dari 22 orang yang menghirup udara bebas sebelum masa tahanan berakhir, 13 di antaranya dinyatakan Pembebasan Bersyarat (PB) dan 9 memperoleh Cuti Bersyarat (CB).

Dengan demikian, total sudah 88 orang WBP yang memperoleh asimilasi dan integrasi dalam beberapa bulan terakhir, berhak meninggalkan Rutan Marabahan.

“Program ini berkaitan dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Rutan, serta dilandasi Permenkumham No.10 Tahun 2020 dan Kepmenkumham No.M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020,” papar Kepala Rutan Marabahan, Andi Gunawan, Senin (8/6).

Tidak semua WBP menerima program tersebut. Mereka setidaknya harus sudah menjalani setengah atau dua per tiga masa tahanan.

“Dari total 88 WBP yang mendapatkan program ini, 57 orang di antaranya disebabkan pidana umum dan 23 kasus narkoba,” beber Andi.

Sementara dari 22 WBP terakhir yang mendapatkan asimilasi dan integrasi, sebagian besar di antaranya memenuhi syarat masa tahanan pasca memperoleh remisi Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Kami bersyukur program asimilasi dan integrasi di Batola terbilang sukses, karena 80 WBP tidak berulah,” jelas Andi.

“Walau demikian, semua WBP yang memperoleh program tersebut tetap kami pantau bersama TNI dan Polri,” bebernya.

Selain memenuhi hak, asimilasi dan integrasi diyakini sebagai upaya penyelamatan WBP dari Covid-19. Terlebih kondisi Rutan Marabahan terbilang sudah over kapasitas, sehingga physical distancing sulit dilakukan.

Berkapasitas 135 orang, Rutan Marabahan menampung 223 WBP atau over kapasitas mencapai 70 persen. Bahkan sebelum program asimilasi dan integrasi, tempat tersebut ditempati 297 orang.

“Selain asimilasi dan integrasi, sejumlah upaya sudah dilakukan demi mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di dalam Rutan,” sahut Andi.

“Di antaranya menunda penerimaan tahanan baru, pelaksanaan sidang online, penyediaan bilik antiseptik, tempat cuci tangan dan menyediakan video call untuk mengganti kunjungan keluarga WBP,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polsek Anjir Pasar Bersama Dinas Pertanian Lakukan Gerakan Pengendalian Hama Tikus
apahabar.com

Kalsel

Termasuk Bayi, Sudah 33 Anak Terpapar Covid-19 di Batola
apahabar.com

Kalsel

Selangkah Lagi BSF Masuk Event Nasional
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Maskot Kalsel Tewas Mengenaskan di Amuntai
apahabar.com

Kalsel

Terlibat Tabrakan Domino, Pembawa Madu Tewas di Kawasan Rumpiang
apahabar.com

Kalsel

Sabu 1 Kg Gagal Edar di Kalsel Dimusnahkan, Nilainya Melebihi Pajero Sport
apahabar.com

Kalsel

Siti Zahrah Mengais Rezeki Ditengah Keterbatasan, Menolak Minta-minta

Kalsel

Disurati Puluhan Jurnalis Soal Surat Klarifikasi, Bawaslu Kalsel Akhirnya Minta Maaf
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com