Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas Jalan Provinsi di HSU Rusak Parah, Truk Bermuatan Semen Amblas Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2 Paman Birin Minta Wali Kota dan Bupati Maksimalkan Serapan Anggaran 2022

Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya

- Apahabar.com     Jumat, 5 Juni 2020 - 20:42 WITA

Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya

Petugas PLN saat memantau meter listrik pelanggan. Foto-sebagai ilustrasi: PLN Kalsel-Teng for apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Sejumlah warga di Kalimantan Selatan mengeluhkan tagihan listrik yang membengkak selama masa pandemi Covid-19.

Belakangan, adanya lonjakan tagihan listrik pada Juni ditanggapi serius PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalsel-Teng).

Manager Komunikasi PLN UIW Kalsel-Teng, Syamsu Noor mengatakan lonjakan tagihan listrik pada periode ini disebabkan adanya penyesuaian tagihan rekening listrik akibat perubahan mekanisme pencatatan meter pelanggan pascabayar.

Pasalnya, di awal masa pandemi Covid-19 cara penghitungan dilakukan menggunakan rata-rata penggunaan listrik pelanggan 3 bulan terakhir. Khususnya untuk tagihan April dan Mei.

“Di awal pandemi Covid-19 sudah kami sampaikan bahwa, tagihan listrik di bulan April dan Mei kita lakukan hitung rata-rata 3 bulan sebelumnya. Itu sebagai upaya PLN untuk memutus penyebarluasan Covid-19 antara petugas PLN dan pelanggan,” ujarnya kepada apahabar.com, Jumat (5/6) sore.

Syamsu menjelaskan mekanisme penghitungan rata-rata tersebut mengakibatkan terjadinya selisih antara jumlah pemakaian listrik yang digunakan oleh pelanggan dengan jumlah yang ditagihkan oleh PLN.

Sehingga akan ada pelanggan yang membayar tagihan listrik tidak sesuai dengan jumlah konsumsi listrik yang digunakan.

Untuk itu, PLN akan melakukan penyesuaian jika petugas PLN sudah melakukan pencatatan meter kembali.

“Jadi karena dihitung rata-rata, maka tagihan April dan Mei ada pelanggan yang membayar lebih banyak dan lebih sedikit dari seharusnya. Jika pelanggan kelebihan bayar, maka PLN akan mengembalikan dana tersebut dengan cara mengurangi tagihan di bulan berikutnya, jika pelanggan kurang bayar, maka PLN akan melakukan penyesuaian tagihan ke pelanggan,” jelasnya.

Untuk tagihan rekening listrik pada Juni, Syamsu mengatakan petugas PLN sudah melakukan pencatatan meter secara langsung ke setiap pelanggan.

Sehingga setelah dihitung berdasarkan pencatatan meter langsung, PLN mendapatkan data pasti antara selisih jumlah pemakaian listrik dan tagihan rekening yang dibayarkan oleh pelanggan pada April dan Mei yang lalu.

“Maka dari itu jika pelanggan merasa terjadi lonjakan tagihan listrik di Juni ini, berarti jumlah tagihan rekening di bulan April dan Mei yang telah dibayar oleh pelanggan kurang dari jumlah yang seharusnya. Maka di Juni ini kita tagihkan yang kurang tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Syamsu mengatakan akibat dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan imbauan pemerintah kepada masyakat untuk tetap di rumah dan mengurangi aktivitas publik, sangat berpengaruh pada perubahan perilaku masyarakat dalam hal durasi penggunaan alat elektronik. Dampaknya konsumsi listrik masyarakat pun meningkat.

“Akibat dari aktivitas masyarakat yang lebih banyak di rumah saat pandemi Covid-19 ini, tentu akan berpengaruh juga terhadap konsumsi listrik masyarakat,” katanya.

Sebagai upaya keterbukaan informasi dan transparansi publik terkait tagihan rekening listrik Juni, pelanggan dapat melakukan klarifikasi tagihan ke Unit Layanan Pelanggan PLN terdekat.

“Adapun data informasi yang harus disiapkan oleh pelanggan adalah identitas diri (KTP/KK/SIM/Passport), nomor ID pelanggan dan struk pembayaran tagihan rekening listrik bulan terakhir,” terangnya.

Terkait besaran tarif listrik yang beralaku saat ini masih mengacu kepada ketetapan pemerintah melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik sebagai berikut:

Pertama, tarif untuk tegangan rendah sebesar Rp1.467/kWh, tarif untuk R-1/900 VA RTM sebesar Rp1.352/kWh, tarif untuk tegangan menengah sebesar Rp1.114,74/kWh, dan keempat tarif untuk tegangan tinggi sebesar Rp996,74/kWh.

“Mulai dari tahun 2017 sampai dengan saat ini tarif listrik tidak pernah mengalami kenaikan,” pungkas Syamsu.

Sebagai informasi, beberapa masyarakat Banjarbaru mengeluhkan kenaikan tarif listrik pada bulan ini.

“Biasanya saya bayar Rp900 ribu per bulan tidak pernah sampai Rp1 juta, tapi bulan ini Rp1,4 juta,” ucap seorang kepala keluarga yang enggan namanya disebutkan.

Senada dengan itu, ibu rumah tangga, Firda pun mengatakan demikian.

“Listrik naik, saya bayar Rp250 ribu bulan ini, biasanya Rp150 ribuan, tidak pernah sampai setinggi itu,” ungkapnya.

Selain kedua pelanggan PLN tersebut, banyak pelanggan lain yang merasakan kenaikan pembayaran listrik, mengeluh melalui sosial media.

apahabar.com

Pelanggan PLN menuangkan keluhannya terkait kenaikan pembayaran listrik melalui akun sosial media. Foto-Facebook

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Nurul Mufidah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemkab Tapin

Kalsel

Pemkab Tapin Gelar Tausiyah Ramadan untuk ASN
Wisata Tahura Sultan Adam

Banjarbaru

Sempat Dibuka, Wisata Tahura Sultan Adam dan Bukit Batu Kalsel Kembali Ditutup
apahabar.com

Kalsel

Detik-Detik Pelantikan Presiden, ‘Lautan Manusia’ Berselawat di Pulau Laut
Alalak

Kalsel

Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya

Kalsel

Pagi Buta, Truk Tronton di Tapin Tabrak 2 Pohon hingga Tumbang
apahabar.com

Kalsel

Dapat 7 Akreditas, Kemenkes RI Puji Puskesmas di Kabupaten Banjar

Kalsel

Tak Beri Laporan Pengelolaan Lingkungan, 3 Perusahaan di Kalsel Dapat Rapor Merah
apahabar.com

Kalsel

Batang Hidung Paman Birin Tak Terlihat di Penutupan Diklat Kepemimpinan, Sekda Ungkap Alasannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com