Pengamanan Berlapis Kawal Rekapitulasi PSU Kalsel Tingkat Provinsi Kapolri Bidik Puluhan IUP Diduga Bodong di Kalsel, Dinas ESDM No Comment Breaking News! Gunung Bugis di Kaltim Membara Lagi Jelang MotoGP Jerman 2021, Momen Marc Marquez Meramaikan Barisan Depan Raisya, Gadis Kelua Tabalong yang Hilang Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga

Tagihan Listrik Melonjak, Legislator: PLN Mengecewakan

- Apahabar.com Senin, 8 Juni 2020 - 14:52 WIB

Tagihan Listrik Melonjak, Legislator: PLN Mengecewakan

Ilustrasi. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Mulyanto meminta, Perusahan Listrik Negara (PLN) membuka posko pengaduan baik secara online atau langsung.

Hal itu terkait dengan banyaknya keluhan masyarakat terkait lonjakan tagihan listrik bulan Juni 2020. PLN juga harus bisa menjelaskan secara rinci penyebab kenaikan tagihan listrik masing-masing perpelanggan.

“PLN jangan hanya berpatokan pada argumentasi standar bahwa lonjakan ini terjadi karena ada perubahan sistem perhitungan yang semula berdasar angka catat meter menjadi angka rata-rata,” keluh politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir Republika.co.id, Senin (8/6)

Faktanya, kata Mulyanto, ada banyak kasus lonjakan kenaikan yang melebihi angka rata-rata selama 3 bulan terakhir.

Bahkan ada pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan hingga 300 persen. Kalau benar perhitungan berdasarkan angka rata-rata pemakaian selama 3 bulan terakhir, angkanya tidak mungkin melonjak secara drastis.

Mulyano menduga, ada faktor lain yang perlu dijelaskan PLN. Kemudian jangan biarkan pelanggan bingung dan menerka-nerka penyebab lonjakan tagihan listrik.

“Keluhan ini harus ditanggapi segera. Jika masalah tagihan ini tidak dapat diselesaikan secara baik PLN mengecewakan,” ujar Mulyanto.

Oleh karena itu, Mulyanto menyarankan, PLN membuat terobosan baru dalam hal penghitungan tagihan listrik. Jangan lagi gunakan cara lama yang terbukti merugikan masyarakat. Sebagai perusahaan yang didukung SDM unggulan dan teknologi mutakhir harusnya PLN mampu menyediakan berbagai alternatif sistem penghitungan tagihan listrik secara cepat.

Kemudian jika perlu dibuat sistem atau aplikasi tagihan secara interaktif agar pelanggan bisa mengecek besaran tagihan yang perlu dibayarkan.

Jika dinilai tidak sesuai dengan penggunaan maka saat itu pelanggan bisa mengajukan keberatan. Seharusnya PLN mengembangkan sistem pelayanan tagihan listrik di masa pandemi ini sedemikian rupa. Sehingga memudahkan pelanggan dalam melaporkan angka meteran listrik di rumahnya masing-masing secara akurat dan tepat waktu.

“Petugas PLN harus sigap menyelesaikan pengaduan para pelanggan terkait tagihan tarif listrik tersebut dan segera melaksanakan langkah koreksi,” tegas anggota DPR RI daerah pemilihan Banten 3 ini.

Sehubungan dengan kisruh lonjakan tarif ini, Mulyanto juga minta, PLN meniadakan untuk sementara sanksi denda dan pemutusan listrik bagi pelanggan yang tidak dapat membayarkan tagihan. Menurut Mulyanto, masyarakat harus diberi kesempatan mengklarifikasi besaran tagihan yang menjadi kewajibannya.

“Intinya selesaikan dulu soal penghitungan tagihan listrik ini lah. Selama PLN belum dapat menyelesaikan urusan penghitungan tagihan listrik ini sebaiknya penerapan sanksi denda dan pemutusan sambungan ditiadakan,” pungkas Mulyanto.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Cari Korban Banjir Sentani, Ini yang Ditemukan Anggota TNI
apahabar.com

Nasional

Sehari, Empat Kebakaran Lahan Landa Ibu Kota Baru
apahabar.com

Nasional

Sekretaris Umum FPI Penuhi Panggilan Polisi Sebagai Saksi Kasus Ninoy

Nasional

Peta Ancaman Siber RI Kuartal I 2021, Ada 9 Juta Serangan
apahabar.com

Nasional

Jelang Pengiriman Ibadah Umrah, Kemenag dan Kemenkes Bahas Persiapan
apahabar.com

Nasional

Jokowi Targetkan Kurva Covid-19 Bulan Ini Harus Turun
Menpan-RB

Nasional

Menpan-RB: Formasi Kebutuhan ASN Diputuskan Akhir Maret 2021
apahabar.com

Nasional

Malam Pergantian Tahun, Jokowi Sapa Warga di Yogyakarta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com