Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron

Tak Dibolehkan Salat Jumat Secara Bergelombang, Sekjen MUI Berikan Solusi

- Apahabar.com Rabu, 3 Juni 2020 - 20:46 WIB

Tak Dibolehkan Salat Jumat Secara Bergelombang, Sekjen MUI Berikan Solusi

Saf Salat Jumat perdana di Masjid Agung Al-Barkah dibuat berjarak 1,2 Meter, Jumat (29/05). Foto-TribunJakarta/Yusuf Bachtiar

apahabar.com, JAKARTA – Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan, MUI sebelumnya telah mengeluarkan fatwa terkait tidak diperbolehkannya salat secara bergelombang.

Hal ini menurutnya, karena tidak ada alasan syari atau yang kuat, yang membolehkan umat islam untuk melakukannya.

“Di dalam Alquran, kita telah disuruh dan diperintah oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk bersegera ke masjid bila telah dipanggil bagi melaksanakan salat Jumat? dan kalau kita berusaha untuk melambatkannya dari waktunya maka berarti kita telah melalaikannya,” kata Anwar seperti diwartakan Republika.co.id, Rabu (3/6).

Anwar melanjutkan, apabila muslim sengaja memperlambat salat, maka ini merupakan perbuatan tercela dalam agama. Ia menekankan tidak diperbolehkannya kembali salat jumat di tempat yang sudah digelar sebelumnya.

Akan tetapi di tengah pandemi covid-19, apabila orang tidak dapat salat karena ruangannya terbatas karena penerapan physical distancing, ini dianggap sebagai alasan yang tidak kuat. Jemaah dapat memanfaatkan tempat lain untuk digunakan salat.

“Kita bisa dan dibolehkan oleh agama untuk menyelenggarakan salat jumat tersebut di luar masjid yang ada seperti di musala atau di aula, atau ruang-ruang pertemuan atau sekolah atau bangunan-bangunan yang ada di sekitar masjid tersebut yang diubah menjadi tempat salat Jumat. Begitu Jemaah selesai melaksanakan salat jumat, maka ruangan atau tempat itu dirapikan dan dikembalikan kepada fungsinya semula,” papar Anwar.

Anwar mengungkapkan, kecuali kalau seandainya di daerah tersebut memang tidak ada lagi ruang yang bisa dipakai untuk salat Jumat, atau karena di negara tersebut terdapat hukum, dan ketentuan yang melarang orang beribadah di luar tempat ibadah. Untuk itu keadaan lah yang memaksa untuk melakukannya secara bergelombang.

“Tetapi di negeri kita keadaannya kan tidaklah seperti demikian. Sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk melakukannya dengan secara bergelombang,” kata dia.

Dalam Musyawarah Nasional VI Majelis Ulama Indonesia yang
berlangsung pada 23-27 Rabiul Akhir 1421 Hijriah 25-28 Juli 2000, dan membahas tentang Pelaksanaan salat Jumat dua gelombang,

MUI memutuskan beberapa hal:

1. Pelaksanaan salat Jumat dua gelombang (lebih dari satu kali) di tempat yang sama pada waktu yang berbeda hukumnya tidak sah, walaupun terdapat uzur syar’i (alasan yang dibenarkan secara hukum).

2. Orang Islam yang tidak dapat melaksanakan salat Jumat disebabkan suatu ‘uzur syar’i hanya diwajibkan melaksanakan salat Zuhur.

3. Menghimbau kepada semua pimpinan perusahaan atau industri agar sedapat mungkin mengupayakan setiap pekerjanya yang muslim dapat menunaikan salat Jumat sebagaimana mestinya.

4. Fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap muslim yang memerlukan dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Hari Ini, Masjid Nabawi Dibuka untuk Umum
apahabar.com

Habar

Kunjungi Kalsel, Berikut Agenda KH Ma’ruf Amin
apahabar.com

Habar

Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Jami; Setiap Jemaah Baca Satu Juz Alquran
apahabar.com

Habar

Khutbah Jumat di Masjid Al-Karomah, Simak Pesan Guru Hasanuddin
apahabar.com

Habar

Imbas Corona, Haul Ke-214 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Ditiadakan
apahabar.com

Habar

Unik, Relawan Posko Samporna Bagikan Tisu Gratis
apahabar.com

Habar

Bincang Tentang Gus Dur dan Abah Guru, Ulama Masa Kini yang Makamnya Ramai Diziarahi
apahabar.com

Habar

UAS Tausiah di Martapura, Kadishub: Jemaah Diprediksi 30 Ribuan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com