Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Banjir Masih Merendam Rumah Warga, Dinsos Tabalong Bagikan Sembako

Tak Hanya Peduli, Umar bin Abdul Aziz Juga Sosok Tegas

- Apahabar.com Jumat, 19 Juni 2020 - 05:55 WIB

Tak Hanya Peduli, Umar bin Abdul Aziz Juga Sosok Tegas

Ilustrasi. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz memeriksa daftar sertifikat tanah, dia menemukan bahwa ayahnya, Abdul Aziz bin Marwan bin Hakam, memiliki perkebunan kurma yang sangat luas dan subur di Khaibar, dekat Madinah.

Harta itu lalu diwariskan kepadanya. Usai menyelidiki kronologinya, lahan itu diambil kakek Umar dari milik kaum Muslimin, maka Umar langsung merobek sertifikat tanah dan kebun miliknya itu, lalu mengembalikan kepada negara agar hasilnya untuk rakyat semata.

Ketegasan, keberanian, dan kecepatan Umar bin Abdul Aziz memberantas kemungkaran tak cuma itu. Dalam biografinya yang ditulis Abdullah bin Abdul Hakam seperti dilansir khazanah.republika.co.id, diriwayatkan, Umar melarang aparat negara dan rakyat menyiksa hewan. Kepada Hayyan, pejabatnya di Mesir, Umar menyatakan unta pengangkut barang dilarang dimuati melebihi 600 rithl (sekitar 240 kg).

Sebagai kepala negara ia selalu memudahkan orang mencari pekerjaan, gemar menasihati rakyat, serta membagikan harta negara kepada orang miskin, dan sebagainya. Sayangnya, keteladanan Umar itu tidak banyak yang mencontoh. Kini, walaupun banyak pejabat Muslim, mereka terkesan enggan memakai kekuatan dan kekuasaannya untuk mencegah kezaliman dan kemaksiatan.

Padahal, saban hari mereka bisa dengan mudah melihat dosa besar serta dosa yang status keharamannya didasari dalil yang qathi tsubut (pasti sumber hukumnya) dan qathi dilalah (pasti penunjukan makna/tafsirnya). Keharaman judi misalnya, bukanlah hasil ijtihad, melainkan firman Allah SWT (QS 5:90-91).

Apalagi kemusyrikan, seperti ajakan mempercayai sihir lewat novel anak-anak, pertunjukan TV yang membuat orang berdoa pada jin-jin, dan seterusnya. Padahal, syirik merupakan dosa terbesar tak terampuni (QS 1:5, 2:102, 4:48).

Begitu juga dengan korupsi dan suap-menyuap. Kedua hal ini jelas diterangkan dalam beberapa hadis shahih riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Abu Dawud, bahwa Rasulullah SAW enggan menolong koruptor di akhirat. Beliau pun bersabda, penyuap dan yang disuap dilaknat Allah SWT.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Imam Al Ghazali Sebut 7 Anggota Badan yang Harus Dijaga
apahabar.com

Hikmah

Akhlak Imam Hanafi dan Imam Malik Ketika Ditanya Siapa yang Lebih Utama
apahabar.com

Hikmah

Ustadz Riza Muhammad Akui Keseriusan Stefan William Belajar Islam
apahabar.com

Hikmah

Tiga Tahap Alquran Diturunkan Allah SWT
apahabar.com

Hikmah

Manfaat Wudu Hapuskan Dosa, Begini Syarat dan Penyelasannya
apahabar.com

Hikmah

Ketika Bajingan Lebih Mulia daripada Orang Saleh
apahabar.com

Hikmah

Jika Orang Lain Tertimpa Musibah, Bacakan Doa Ini
apahabar.com

Hikmah

Hand Sanitizer Beralkohol, Sucikah Dipakai Salat?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com