Kopi Liberika Diminati Mancanegara, SPI Kalsel Sebut Mutiara Hitam Gambut OTT KPK di Amuntai, Pegawai Kaget Ruang Kerja Bupati HSU Sudah Disegel Siang Ini, KSAL Bareng Menko Perekonomian Kunker Tinjau Vaksinasi-Replanting di Kotabaru Raperda Pajak HST Tuai Kritik, Jangan Matikan Usaha Kecil Kans Terakhir, Jawara Gulat SEA Games 2013 Asal Tapin Bidik Emas PON Papua

Tambah 103 Kasus, Semua Kelurahan di Banjarmasin Kini Zona Merah!

- Apahabar.com     Kamis, 4 Juni 2020 - 22:12 WITA

Tambah 103 Kasus, Semua Kelurahan di Banjarmasin Kini Zona Merah!

Hingga hari ini atau Kamis (4/6) muncul 103 kasus baru. Jika ditotal, 580 kasus Covid-19 bertebaran di penjuru ibu kota Kalimantan Selatan itu. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Jumlah pengidap Covid-19 di Banjarmasin kembali melonjak drastis.

Hingga hari ini atau Kamis (4/6) muncul 103 kasus baru. Jika ditotal, 580 kasus Covid-19 bertebaran di penjuru ibu kota Kalimantan Selatan itu.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 144 kasus dengan 432 orang dalam pemantauan (ODP).

Praktis, lonjakan drastis ini membuat semua atau 52 kelurahan di Kota Seribu Sungai masuk zona merah.

Padahal sebelumnya tersisa Kertak Baru Ulu sebagai satu-satunya kelurahan yang belum terjamah virus mematikan asal Wuhan, China itu.

“Semua kelurahan di Banjarmasin masuk zona merah,” tegas Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi.

Dilaporkan dari semua pasien positif, kluster atau wilayah penyebaran Pekapuran Raya masih menduduki posisi pertama. Totalnya 57 kasus.

Di bawahnya ada kluster Sungai Bilu dan Pemurus Baru dengan 23 kasus Covid-19.

Machli mengungkapkan penambahan kasus terkonfirmasi positif virus Corona sebanyak itu adalah hasil tes swab massal, belum lama tadi.

Sasaran pemeriksaan uji lendir itu warga reaktif dari hasil rapid test beberapa pasar tradisional di penjuru Banjarmasin.

“Ya karena prinsip Dinkes adalah mencari dan menemukan kasus sebanyak banyaknya agar sedini mungkin kita dapat melindungi orang orang yang terinfeksi itu dan menjaga orang orang yang masih sehat,” tegas kepala Dinkes Banjarmasin ini.

Lebih lanjut, Machli menyampaikan upaya pemeriksaan tes swab massal dilaksanakan secara selektif. Akan dilanjutkan Sabtu atau 6 Juni mendatang.

“Yang menentukan berhentinya swab massal dan kasus positif Corona ini masyarakat. Sampai kapan Protokol kesehatan dipatuhi mungkin itu jawabannya,” pungkasnya.

Di sisi lain, Machli merekomendasikan mereka yang positif virus Corona tapi tanpa gelaja alias OTG untuk tetap di rumah saja. Mengarantina diri secara mandiri dengan protokol pencegahan Covid-19.

Langkah ini wajib diawasi oleh warga setempat, bahkan jika diperlukan melibatkan Babinsa dan Babinkantibmas mengingat sejumlah rumah sakit rujukan di Kalsel telah overload.

“Dan diperlakukan dengan baik oleh warga masyarakat jika perlu diantari makanan juga,” tuturnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Seusai Salat Istisqa, Hujan Menyapa Marabahan

Kalsel

Di Tengah Pandemi, Putra Asli Tanbu Ini Sukses Kembangkan Usaha Martabak
BNNP Kalsel

Kalsel

Edar Sabu 3,1 Kg dan Ratusan Ekstasi, Satu Keluarga Diringkus BNNP Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Camat Martapura Kota Anto Setyawan Tutup Usia
apahabar.com

Kalsel

Posko Terpadu Angkutan Lebaran Bandara Syamsudin Noor Dibuka, Ratusan Personel Disiagakan
Pilwali Banjarmasin

Banjarmasin

Gugatan AnandaMu Ditolak MK, Ibnu Sina-Ariffin Noor Sujud Syukur
apahabar.com

Kalsel

Selain Penghijauan, MH2T Kalsel Bakal Disulap Jadi Sarana Edukasi
tarawih

Kalsel

Masjid di Banjarmasin Diminta Bentuk Satgas Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com