ga('send', 'pageview');
Salip Pekapuran, Teluk Dalam Tertinggi Kasus Covid-19 di Banjarmasin SE Terbit, Sejumlah Sekolah di Banjarmasin Belum PLS Daring Ongkos Politik Mahal, Paman Birin-Muhidin Terancam Melawan Kotak Kosong Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi Push Up Bak Lelucon, Banjarbaru Terapkan Denda Tak Pakai Masker




Home Kalsel

Kamis, 4 Juni 2020 - 22:12 WIB

Tambah 103 Kasus, Semua Kelurahan di Banjarmasin Kini Zona Merah!

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Hingga hari ini atau Kamis (4/6) muncul 103 kasus baru. Jika ditotal, 580 kasus Covid-19 bertebaran di penjuru ibu kota Kalimantan Selatan itu.  Foto: Dok.apahabar.com

Hingga hari ini atau Kamis (4/6) muncul 103 kasus baru. Jika ditotal, 580 kasus Covid-19 bertebaran di penjuru ibu kota Kalimantan Selatan itu. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Jumlah pengidap Covid-19 di Banjarmasin kembali melonjak drastis.

Hingga hari ini atau Kamis (4/6) muncul 103 kasus baru. Jika ditotal, 580 kasus Covid-19 bertebaran di penjuru ibu kota Kalimantan Selatan itu.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 144 kasus dengan 432 orang dalam pemantauan (ODP).

Praktis, lonjakan drastis ini membuat semua atau 52 kelurahan di Kota Seribu Sungai masuk zona merah.

Padahal sebelumnya tersisa Kertak Baru Ulu sebagai satu-satunya kelurahan yang belum terjamah virus mematikan asal Wuhan, China itu.

“Semua kelurahan di Banjarmasin masuk zona merah,” tegas Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi.

Baca juga :  Jangkau Warga di Pemukiman Padat Penduduk, Aipda Abdul Aziz Sambangi dengan Gowes

Dilaporkan dari semua pasien positif, kluster atau wilayah penyebaran Pekapuran Raya masih menduduki posisi pertama. Totalnya 57 kasus.

Di bawahnya ada kluster Sungai Bilu dan Pemurus Baru dengan 23 kasus Covid-19.

Machli mengungkapkan penambahan kasus terkonfirmasi positif virus Corona sebanyak itu adalah hasil tes swab massal, belum lama tadi.

Sasaran pemeriksaan uji lendir itu warga reaktif dari hasil rapid test beberapa pasar tradisional di penjuru Banjarmasin.

“Ya karena prinsip Dinkes adalah mencari dan menemukan kasus sebanyak banyaknya agar sedini mungkin kita dapat melindungi orang orang yang terinfeksi itu dan menjaga orang orang yang masih sehat,” tegas kepala Dinkes Banjarmasin ini.

Lebih lanjut, Machli menyampaikan upaya pemeriksaan tes swab massal dilaksanakan secara selektif. Akan dilanjutkan Sabtu atau 6 Juni mendatang.

Baca juga :  Nikah di New Normal, 3 Personel Polres HSU Jalani Sidang BP4R

“Yang menentukan berhentinya swab massal dan kasus positif Corona ini masyarakat. Sampai kapan Protokol kesehatan dipatuhi mungkin itu jawabannya,” pungkasnya.

Di sisi lain, Machli merekomendasikan mereka yang positif virus Corona tapi tanpa gelaja alias OTG untuk tetap di rumah saja. Mengarantina diri secara mandiri dengan protokol pencegahan Covid-19.

Langkah ini wajib diawasi oleh warga setempat, bahkan jika diperlukan melibatkan Babinsa dan Babinkantibmas mengingat sejumlah rumah sakit rujukan di Kalsel telah overload.

“Dan diperlakukan dengan baik oleh warga masyarakat jika perlu diantari makanan juga,” tuturnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Per Agustus 2019, Luas Kawasan Hutan dan Lahan Terbakar di Kalsel Mencapai 705,28 Hektar!
apahabar.com

Kalsel

Geger Temuan Jasad di Pohon Alpukat, Polisi Stop Penyelidikan
apahabar.com

Kalsel

Kembali Ada Tanda Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Rumah Zakat Kalsel Salurkan Sarana Usaha untuk UMKM di Sungai Miai
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Sejumlah Wilayah Kalsel Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem
apahabar.com

Kalsel

Dalam Sekejap, Sebuah Rumah di Jalan Belitung Darat Ludes Dilalap Api
apahabar.com

Kalsel

Sesekali Berkicau, ‘Hercules’ Merajai PDAM Cup
apahabar.com

Kalsel

BI Sosialisasikan Gerakan Non-Tunai hingga Pasar Marabahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com