Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Tangani Pandemi Covid-19 Lebih Baik, Sistem Kesehatan Turki Dipuji

- Apahabar.com Minggu, 7 Juni 2020 - 10:17 WIB

Tangani Pandemi Covid-19 Lebih Baik, Sistem Kesehatan Turki Dipuji

Taman di Turki mulai dibuka kembali setelah dilakukan pembatasan. sumber: EPA

apahabar.com, LONDON – Turki disebut menangani pandemi Covid-19 lebih baik dari banyak negara di dunia. Pujian atas keberhasilan negara itu pun terus berdatangan.

Salah satu pujian itu datang dari majalah ekonomi terkemuka Inggris The Economist . Sebuah artikel majalah mingguan itu menggarisbawahi bahwa “Turki menangani pandemi lebih baik daripada banyak negara”, termasuk negara sekutu Eropa dan Amerika.

Majalah itu memberikan contoh tindakan pencegahan pemerintah Turki yang tidak mengesampingkan seluruh kegiatan ekonomi, otoritas meminta anak-anak dan orang tua lanjut usia untuk tinggal di rumah dan meminta semua orang, selain dari mereka untuk melanjutkan bisnis melayani konsumen dan bekerja.

Menambahkan bahwa kota-kota terbesar Turki “diberlakukan larangan keluar rumah” pada akhir pekan dan hari libur, “strategi negara itu tampaknya berhasil.”

Turki melanjutkan penerbangan domestik pada 1 Juni, dan kafe, restoran, pantai, dan taman-taman kembali dibuka, tetapi anak-anak dan orang-orang berusia 65 tahun ke atas masih tidak diizinkan keluar rumah, kata artikel itu.

“Strategi Turki tampaknya berhasil. Yang paling rentan sudah lolos dari kondisi terburuk pandemi, sementara mereka yang terinfeksi, kebanyakan orang dewasa usia kerja, umumnya sudah pulih. ”

Harian itu mengatakan angka kematian Turki rendah meski ada banyak kasus, dan “kasus baru telah mencapai sekitar 1.000 per hari sejak pertengahan Mei, turun dari tinggi lebih dari 5.000 sebulan sebelumnya.”

“Angka kematian harian tidak pernah melebihi 127,” tutur majalah itu.

The Economist mengungkapkan tingkat tes Covid-19 Turki kira-kira sama dengan Prancis dan tingkat kematiannya “sepuluh kali lebih rendah dari Inggris.”

Memuji sistem kesehatan Turki yang terstruktur dengan baik, artikel The Economist itu menggarisbawahi bahwa “negara mana pun yang membuka pabriknya selama pandemi sebaiknya memastikan sistem kesehatannya untuk dapat mengatasi konsekuensinya.”

“Turki bangkit menghadapi tantangan. Selama beberapa dekade terakhir, Presiden Erdogan dan pemerintahnya telah mengalirkan puluhan miliar dolar ke dalam perawatan kesehatan, sistem yang terbarui dengan membangun jaringan rumah sakit seukuran bandara internasional. ”

Menurut artikel itu, penghargaan atas keberhasilan itu “bukan hanya karena Erdogan dan menteri kesehatannya yang mengesankan, Fahrettin Koca, tetapi juga berkat wali kota kubu oposisi, terutama di Istanbul dan Ankara, yang telah mengumpulkan dana dan mengorganisir distribusi masker.”

Turki pada Kamis lalu mengkonfirmasi penambahan 1.600 pasien Covid-19 yang pulih di saat negara itu mulai mengurangi langkah-langkah pembatasan terhadap pandemi.

Jumlah total pasien yang pulih dari penyakit ini mencapai 131.778 orang setelah 926 pasien keluar dari rumah sakit selama sehari terakhir, kata Fahrettin Koca di Twitter.

Korban meninggal akibat virus tersebut di Turki naik menjadi 4.630 jiwa setelah negara itu melaporkan 21 kematian baru selama 24 jam terakhir.

sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

China Bantah Tutupi Informasi Covid-19
apahabar.com

Internasional

Capai 1,7 Juta Kasus, Brazil Catat 67.964 Kematian akibat Covid-19
apahabar.com

Internasional

Rayakan Hari Nasional ke-90, Arab Saudi Hadirkan Super Star di Konser Tiga Kota
apahabar.com

Internasional

Lagi, Hotel Dekat Masjidil Haram Terbakar
apahabar.com

Internasional

Planet Mars Dekat dengan Bumi Terulang 15 Tahun Lagi
apahabar.com

Internasional

WHO: Dampak Covid-19 Akan Terasa hingga Puluhan Tahun
apahabar.com

Internasional

China Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Manusia di Uni Emirat Arab

Internasional

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan Digoyang Oposisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com