Raisya, Gadis Kelua Tabalong yang Hilang Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga Buka-bukaan, Pj Gubernur Sebut Pajak Kendaraan Bermotor Kalsel Nunggak Hampir Rp1 Triliun Maryadi Meninggal di Lapangan Lambung Mangkurat Kandangan, Polisi Beber Keterangan NGERI! ‘Penyehatan’ RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Butuh Rp 125 Miliar Polemik Air Ngadat, PDAM Bandarmasih Siap Siap Kena Gugat!

Tanpa Internet, Bagaimana Nasib Siswa di Pinggiran Banjarmasin Saat Pandemi?

- Apahabar.com Sabtu, 27 Juni 2020 - 17:05 WIB

Tanpa Internet, Bagaimana Nasib Siswa di Pinggiran Banjarmasin Saat Pandemi?

Dinas Pendidikan berencana melaksanakan metode belajar jarak jauh saat pandemi Covid-19 terutama terhadap sekolah yang tak memiliki sarana internet. Foto-Istimea

apahabar.com, BANJARMASIN – Di tengah pandemi Covid-19, siswa di Banjarmasin terpaksa menghabiskan aktivitas belajar di rumah sedikit lebih lama.

Namun bagaimana dengan mereka yang berada di pinggiran kota berjuluk Seribu Sungai?

Tenang. Mereka tak perlu cemas dengan tugas maupun materi yang diberikan sekolah.

Dinas Pendidikan (Disdik) berencana melaksanakan metode belajar jarak jauh.

Kepala Disdik Banjarmasin Totok Agus Darmanto mengungkapkan skema ini sangat memudahkan siswa dalam belajar.

Namun kurangnya tidak se-praktis metode belajar jarak jauh online. Metode pembelajaran ini bersifat manual.

Guru atau wali kelas sendiri yang inisiatif mengantarkan tugas sekolah ke rumah masing-masing siswa.

“Guru ya itu door to door mengantarkan tugas jadi tidak dengan online mulu dan ada juga wali murid ke sekolah untuk meambil tugas itu,” ujar Totok dihubungi apahabar.com, Sabtu (27/6).

Ditambahkan, hingga sekarang metode pembelajaran tersebut hanya diterapkan sebagian SD di Banjarmasin.

Kebanyakan sekolah yang dimaksud adalah kawasan pinggiran. Sehingga murid maupun guru dipastikan kurang mempunyai fasilitas dan sarana internet yang memadai.

Walhasil guru terpaksa mengantarkan tugas sekolah supaya siswa itu tetap belajar seperti anak pada umumnya.

“Ada di satu sekolah, muridnya hanya 20 persen yang bisa mengakses internet,” tandasnya.

Ia menerangkan skema pembelajaran tersebut akan diterapkan di setiap sekolah dasar hingga menengah selama 6 bulan ke depan.

Khususnya sampai diperbolehkan siswa kembali belajar di sekolah seperti biasa.

Apabila begitu, kasus virus Corona di Banjarmasin wajibnya melandai.

“Jadi satu semester ini sangat mungkin pembelajaran jarak jauh seperti online dan door to door karena sampai sekarang belum ada rencana tatap muka,” tegasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Awal Tahun Ajaran Belum Dongkrak SIM Baru di Batola
apahabar.com

Kalsel

Ratusan PNS Diambil Sumpah, Begini Pesan Plt Wali Kota Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

BPJS Kesehatan Barabai Rekonsiliasi Data Kepesertaan TNI -POLRI
apahabar.com

Kalsel

Di Banjarmasin, Pasien Meninggal karena Covid-19 Dibiayai Jutaan Rupiah
apahabar.com

Kalsel

Banyak Penyebab KPPS Meninggal, Ini Penjelasan IDI Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kobaran Api di Batulicin Diduga dari Kipas Angin yang Korslet
apahabar.com

Kalsel

Diisukan Sakit, Wapres Buka HKSN 2019 di Kalsel dengan Pantun “Intan”
Disbunnak

Kalsel

Disbunnak Kalsel Beri Penilaian Sejumlah Kelompok Tani
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com