Temui Pacar, Begal Sadis di Gunung Kayangan Pelaihari Ditembak Petugas Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya

Terapi Plasma Konvalesen, Angin Segar untuk Pasien Covid-19 di Kalsel

- Apahabar.com Selasa, 16 Juni 2020 - 16:24 WIB

Terapi Plasma Konvalesen, Angin Segar untuk Pasien Covid-19 di Kalsel

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Banjarmasin, dr. Rama Supit. Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Belum lama ini, Unit Donor Darah (UUD) Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin melakukan Terapi

Plasma Konvalesen (TPK) ke pasien terpapar Coronavirus Disease 2019. Upaya itu dinilai membuahkan hasil. Bahkan kondisi pasien positif Covid-19 dinyatakan membaik setelah melakukan terapi tersebut.

“Semakin banyak pasien yang terlibat plasma konvalesen. Hasilnya cukup baik,” ucap Kepala Unit Donor

Darah PMI Kota Banjarmasin, dr. Rama Supit kepada apahabar.com belum lama ini.

Dengan hasil itu, kata dr. Rama, pihaknya diminta RSUD Ulin Banjarmasin untuk menambah stok plasma konvalesen.

“Diminta sebanyak-banyaknya, sehingga nanti kami yang klaim ke rumah sakit, selanjutnya rumah sakit yang meng-klaim ke pemerintah,” kata dr. Rama.

Meski begitu, dr. Rama mengaku masih menemukan berbagai macam kendala dalam pelaksanaan. Salah satunya masih kekurangan alat pelindung diri (APD).

“Kami membutuhkan bantuan APD lengkap. Ini menyangkut keamanan petugas PMI Banjarmasin di lapangan. Sedangkan kami tidak ingin memberatkan keluarga pasien,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapatkan bantuan 1 kantong dari pasien Covid-19 di Rumah sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto, Rabu (3/5) lalu.

Darah didatangkan dalam kondisi beku, dengan suhu sekitar -30 derajat celcius.

Harga satu kantong darah itu terbilang cukup mahal. Yakni seharga Rp4 juta per kantong. Itu masih belum termasuk biaya pengiriman dan uji silang.

“Ini langsung bisa ditranfusikan. Kalau berhasil, maka bisa saja pasien pertama sembuh di Kalsel mendonorkan darahnya di sini,” beber dr. Rama.

Terapi plasma konvalesen merupakan bentuk vaksinasi pasif dari pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh. Kemudian disalurkan darahnya kepada pasien yang masih dalam keadaan positif Covid-19.

Metode ini sebelumnya juga pernah digunakan dalam menangani wabah flu spanyol dan ebola.

Metode terapi plasma konvalesen dipilih karena darah pasien Covid-19 yang telah sembuh mengandung kekebalan atau antibodi.

“Dengan terapi plasma konvalesen ini diharapkan antibodi pasien Covid-19 yang sudah sehat bisa membantu pasien yang masih sakit untuk mengatasi penyakitnya,” pungkas dr. Rama.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Tanbu: 1 Sembuh, 7 Positif
apahabar.com

Kalsel

Dukung Kebangkitan Zakat, Wali Kota Banjarmasin Diganjar Penghargaan
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Kualitas Perkebunan, Satgas TMMD Kodim 1022 Tanah Bumbu Berikan Penyuluhan
apahabar.com

Kalsel

Peringati Hari Pelanggan Nasional, Honda Adu Ibu-Ibu Lomba Mewarnai
apahabar.com

Kalsel

Sempat Mangkrak, Mega Proyek Kantor Bupati Kotabaru Dilanjutkan Tahun Depan

Kalsel

Korban Kebakaran di Jalan Veteran Butuh Pasokan Makanan
apahabar.com

Kalsel

Salamia Semringah Datangi Pasar Murah di Banjarmasin Selatan, Pulangnya Bawa Ini
apahabar.com

Kalsel

Catatan Sejarah dari Kampung Tua Banjar Sungai Jingah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com