3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Terdampak Pandemi, Kemendikbud Bantu Sekolah Swasta dengan Dana BOS

- Apahabar.com Senin, 22 Juni 2020 - 15:48 WIB

Terdampak Pandemi, Kemendikbud Bantu Sekolah Swasta dengan Dana BOS

Ilustrasi dana BOS. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja bagi sekolah swasta yang terdampak pandemi Covid-19.

“Sebelumnya kedua jenis dana BOS ini hanya diperuntukkan bagi sekolah negeri dengan kualifikasi berada di daerah 3T dan memiliki riwayat kinerja yang baik. Namun pada tahun ini, untuk pertama kalinya sekolah swasta yang paling membutuhkan akan mendapatkan bantuan melalui BOS Afirmasi dan BOS Kinerja,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, di Jakarta, Senin (22/6).

BOS Afirmasi dan BOS Kinerja difokuskan untuk sekolah yang paling membutuhkan dan terdampak pandemi Covid-19. Ketentuan sekolah yang bisa mendapatkan bantuan dana BOS tersebut yakni sekolah negeri dan swasta (SD, SMP, SMA, SMK, SLB) yang paling membutuhkan, dana bantuan sebesar Rp 60 juta per sekolah per tahun dan dana disalurkan langsung dari Kementerian Keuangan ke rekening sekolah.

“Dana bantuan ini akan menyasar kepada 56.115 sekolah yang ada di 33.321 desa atau kelurahan di sejumlah daerah terdampak Covid-19. Dana sebesar Rp60 juta per sekolah per tahun untuk sekolah swasta dan negeri ini disalurkan langsung dari Kementerian Keuangan ke rekening sekolah,” jelas Nadiem.

Dia menambahkan untuk penggunaan dana tersebut, diserahkan sepenuhnya kepada kepala sekolah dengan ketentuan seperti BOS reguler, yakni untuk membayar guru honorer, tenaga pendidik, protokol kesehatan, kuota internet yang membantu sekolah menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh, layanan pendidikan daring berbayar dan belanja kebutuhan kebersihan terkait pencegahan Covid-19 seperti sabun, pembasmi kuman, dan penunjang kesehatan lainnya.

Mendikbud menjelaskan langkah itu diambil untuk membantu sejumlah sekolah swasta dari dampak pandemi Covid-19. Pihaknya tidak ingin ada sekolah swasta tutup akibat kendala finansial.

Alokasi BOS afirmasi dan kinerja tersebut sebanyak Rp3,2 triliun difokuskan untuk daerah yang paling terdampak Covid-19.

“Institusi swasta paling rentan karena pembayaran SPP yang tertunda. Banyak orang tua yang bahkan tidak membayar dan tidak ingin membayar karena kebijkan belajar dari rumah selama pandemi ini,” jelas dia.

Langkah tersebut diatur di dalam Permendikbud No 23/2020, Kepmendikbud No 580/2020, Kepmendikbud No 581/2020, Permendikbud No 24/2020 dan Kepmendikbud No 582/2020.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Alasan Mengapa Anak Perempuan Lebih Rentan Depresi Selama Pandemi
apahabar.com

Nasional

Kendaraan Listrik Mampukah Tekan Defisit Migas?
apahabar.com

Nasional

Gayus Tambunan Dapat Remisi, Pegiat Antikorupsi Kecam Yasonna
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tegaskan Evakuasi WNI dari Wuhan China Misi Mulia
apahabar.com

Nasional

Kabar Duka, Johny Indo Tutup Usia
apahabar.com

Nasional

Geger Temuan King Kobra Keluar dari Dalam Kulkas, Intip Videonya
apahabar.com

Nasional

Gita Wirjawan: Reportase Berkualitas Media Siber Dibutuhkan di Era Pandemi
apahabar.com

Nasional

Update Virus Corona di Seluruh Dunia: Korban Meninggal Mencapai 3.085 orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com