Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Terkerek Bursa Global, IHSG Berpotensi Menguat

- Apahabar.com Rabu, 24 Juni 2020 - 12:00 WIB

Terkerek Bursa Global, IHSG Berpotensi Menguat

Karyawan melintas di bawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5). Foto-Antara/M Risyal Hidayat/aww.

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (24/6) berpotensi menguat terkerek kenaikan bursa saham global.

IHSG dibuka menguat 13,16 poin atau 0,27 persen ke posisi 4.892,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,44 poin atau 0,46 persen menjadi 757,75.

“IHSG hari ini kami perkirakan masih berpeluang naik terbatas, seiring pergerakan bursa global,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan yang dikutip Antara di Jakarta, Rabu.

Bursa saham AS pada perdagangan semalam ditutup menghijau. Indeks Dow Jones naik 0,5 persen, S&P500 menguat 0,43 persen, dan Nasdaq naik 0,74 persen.

Penguatan didukung oleh berbagai faktor positif. Salah satunya adalah proposal stimulus tambahan untuk infrastruktur sebesar 1,5 triliun dolar AS yang sudah berada di meja parlemen AS dan akan dibahas dalam waktu dekat.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan ada stimulus lanjutan yang fokus untuk membuat orang kembali bekerja.

Selain itu, data ekonomi menunjukkan sinyal positif, yaitu penjualan rumah baru di AS naik 16,6 persen (mom) pada Mei, lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar 2,9 persen saja.

Sentimen lain datang dari perjanjian damai dagang antara AS-China yang masih berlangsung, serta penasehat ekonomi AS Larry Kudlow yang menegaskan belum ada tanda-tanda gelombang kedua pandemi COVID-19 terjadi di AS.

Dari pasar komoditas, harga minyak Brent turun 1 persen semalam, diikuti juga WTI yang turun 0,88 persen. Penurunan harga minyak terkait perkembangan wabah COVID-19 yang masih naik secara global.

Di sisi lain, harga emas naik 0,7 persen didorong potensi adanya stimulus baru serta melemahnya nilai tukar dolar.

Dari dalam negeri, Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) mengatakan banyak dari emiten anggota AEI yang mengalami kesulitan arus kas karena pendapatan yang turun sangat drastis akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Meski sudah mulai dilonggarkan, hal ini tidak membuat perekonomian langsung pulih. Sehingga AEI mengkhawatirkan adanya resesi di Indonesia.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 18,75 poin atau 0,08 persen ke 22.567,8, indeks Hang Seng naik 22,13 poin atau 0,09 persen menjadi 24.929,47, dan indeks Straits Times melemah 2,23 poin atau 0,08 persen ke 2.632,69.), berpotensi menguat terkerek kenaikan bursa saham global.

IHSG dibuka menguat 13,16 poin atau 0,27 persen ke posisi 4.892,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,44 poin atau 0,46 persen menjadi 757,75.

“IHSG hari ini kami perkirakan masih berpeluang naik terbatas, seiring pergerakan bursa global,” tulis Tim Riset, Samuel Sekuritas dalam laporan di Jakarta, Rabu.

Bursa saham AS pada perdagangan semalam ditutup menghijau. Indeks Dow Jones naik 0,5 persen, S&P500 menguat 0,43 persen, dan Nasdaq naik 0,74 persen.

Penguatan didukung oleh berbagai faktor positif. Salah satunya adalah proposal stimulus tambahan untuk infrastruktur sebesar 1,5 triliun dolar AS yang sudah berada di meja parlemen AS dan akan dibahas dalam waktu dekat.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan ada stimulus lanjutan yang fokus untuk membuat orang kembali bekerja.

Selain itu, data ekonomi menunjukkan sinyal positif, yaitu penjualan rumah baru di AS naik 16,6 persen (mom) pada Mei, lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar 2,9 persen saja.

Sentimen lain datang dari perjanjian damai dagang antara AS-China yang masih berlangsung, serta penasehat ekonomi AS Larry Kudlow yang menegaskan belum ada tanda-tanda gelombang kedua pandemi Covid-19 terjadi di AS.

Dari pasar komoditas, harga minyak Brent turun 1 persen semalam, diikuti juga WTI yang turun 0,88 persen. Penurunan harga minyak terkait perkembangan wabah Covid-19 yang masih naik secara global.

Di sisi lain, harga emas naik 0,7 persen didorong potensi adanya stimulus baru serta melemahnya nilai tukar dolar.

Dari dalam negeri, Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) mengatakan banyak dari emiten anggota AEI yang mengalami kesulitan arus kas karena pendapatan yang turun sangat drastis akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Meski sudah mulai dilonggarkan, hal ini tidak membuat perekonomian langsung pulih. Sehingga AEI mengkhawatirkan adanya resesi di Indonesia.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 18,75 poin atau 0,08 persen ke 22.567,8, indeks Hang Seng naik 22,13 poin atau 0,09 persen menjadi 24.929,47, dan indeks Straits Times melemah 2,23 poin atau 0,08 persen ke 2.632,69.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Cegah Covid-19, Duta Mall Rutin Rapid Test Karyawan
apahabar.com

Ekbis

Soal Kenaikan Harga Pangan, Simak Analisis Bank Indonesia

Ekbis

Dipicu Aksi Ambil Untung Investor, IHSG Ditutup Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

November, Bandara Syamsudin Noor Jadi Bandara Internasional
apahabar.com

Ekbis

Sejumlah Kebutuhan Pokok di Singkawang Naik Jelang Tutup Tahun
apahabar.com

Ekbis

Belanja Online Saat Idul Fitri? Waspada Penjahat Siber
apahabar.com

Ekbis

Ria Lestari Baso, Raup Jutaan Rupiah lewat Bisnis Desain Grafis
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Pastikan Subsidi Gaji Pekerja Cair 2-3 Pekan Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com