Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Termasuk Bayi, Sudah 33 Anak Terpapar Covid-19 di Batola

- Apahabar.com Kamis, 25 Juni 2020 - 16:07 WIB

Termasuk Bayi, Sudah 33 Anak Terpapar Covid-19 di Batola

Anak-anak termasuk usia paling rentan terpapar Covid-19, terutama melalui orang tua mereka. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Penyebaran Covid-19 tidak lagi memandang usia.

Kasus terakhir di Barito Kuala menyerang bayi berusia 11 bulan, Kamis (25/11).

Bayi laki-laki berkode Btl-248 tersebut berasal dari Kecamatan Marabahan.

Pasien tanpa gejala ini memiliki riwayat kontak dengan orang tua yang dikonfirmasi positif Covid-19.

Btl-28 sendiri melengkapi 33 anak-anak yang tertular Covid-19 di Batola.

Anak-anak dalam kategori ini berusia usia 0 hingga 18 tahun.

“Dari 33 pasien anak-anak, tak seorang pun yang memperlihatkan gejala. Belum terjadi pneumonia, kecuali batuk dan pilek biasa,” ungkap dr Adi Hijaz Yamani SpA, dokter spesialis anak RSUD Abdul Aziz Marabahan.

“Oleh karena tanpa gejala, pasien tak menjalani terapi antivirus atau antibiotik. Namun mereka diberi multivitamin seperti zinc, vitamin C, D, B, dan selama 14 hari,” imbuhnya.

Kemudian untuk menanggulangi kesulitan makan akibat perbedaan suasana antara di rumah dengan karantina, pasien anak diberi suplemen yang mengandung kurkuma.

“Mereka juga diedukasi agar terus menjaga kebersihan seperti rajin mencuci hidung, sikat gigi dan kumur-kumur,” papar Hijaz.

“Demikian pula penanganan bayi 11 bulan. Selain dikarantina agar tidak menularkan kepada orang lain, mereka tetap harus mendapat ASI dan MPASI dan dikarantina,” imbuhnya.

Pun selama dikarantina, situasi lingkungan bayi hampir tidak berbeda dengan pasien dewasa.

“Intinya mereka tetap harus terkena sinar matahari dan tinggal di ruangan yang memiliki sirkulasi udara bagus,” tegas Hijaz.

Selain bayi berusia 11 bulan, Marabahan juga menambah 5 pasien positif.

3 di antaranya wanita masing-masing Btl-244 (12 tahun), Btl-246 (41 tahun) dan Btl-247 (43 tahun).

Sisanya pasien laki-laki Btl-243 dan Btl-245 yang sama-sama berusia 46 tahun.

Hingga dikonfirmasi positif, semua pasien masih menjalani isolasi mandiri di rumah.

Seiring tambahan kasus dari Marabahan, total pasien konfirmasi positif Covid-19 di Batola sudah mencapai 247.

Dari 247 kasus itu, 42 di antaranya berhasil disembuhkan. Pasien terakhir yang terlepas dari penyakit infeksi saluran pernapasan ini adalah Btl-75.

Pria 47 tahun dari Kecamatan Alalak ini dinyatakan sembuh dalam perawatan di Kampus II Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Kamis (25/6).

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Buka-Tutup PSBB Banjar, Lautan Manusia di Kertak Hanyar
apahabar.com

Kalsel

Cafe Arwana, TKP Penusukan Remaja Pekapuran Jadi Atensi Aparat
apahabar.com

Hukum

Update Kasus 300 Kg Sabu di Kalsel, 4 Tersangka Segera Disidang
apahabar.com

Kalsel

Sekda Pastikan dalam Waktu Dekat Dokter Spesialis Anak Ada di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Paman Birin: Kalsel Sangat Siap Sebagai Ibu Kota Baru
apahabar.com

Kalsel

Mengenal Lebih Dekat Pencipta Lagu Banjar ‘Paris Barantai’ Anang Ardiansyah di Buku ‘Abah Raja Ai’
apahabar.com

Kalsel

Hadiri Pelatihan dasar CPNS, Wagub Kalsel Sampaikan Kiat Sukses Jadi ASN
apahabar.com

Kalsel

Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Banjir Bandang di Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com