Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Teror Buaya di Sampit, BKSDA Tebar Jerat di Parit

- Apahabar.com Senin, 22 Juni 2020 - 12:33 WIB

Teror Buaya di Sampit, BKSDA Tebar Jerat di Parit

Tim BKSDA memasang jerat dengan umpan bangkai ayam untuk menangkap buaya yang sering muncul dan menyerang warga Desa Handil Sohor, Minggu (21/6/2020). Foto: Antara

apahabar.com, SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menebar sejumlah jerat di parit irigasi Handil Sohor, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, untuk menangkap buaya yang selama ini menyerang sejumlah warga setempat.

“Kemarin kami memasang dua set jerat buaya. Untuk mempercepat proses penangkapan buaya, rencananya kami akan memasang dua buah jerat buaya lagi,” kata Komandan Jaga BKSDA Pos Sampit, Muriansyah di Sampit, Senin (22/6).

Kemunculan buaya di kawasan Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, itu meresahkan warga karena dinilai sangat membahayakan.

Warga semakin khawatir karena binatang buas itu semakin sering muncul sehingga melaporkannya ke BKSDA Kalteng.

Selama 2020, menurut laporan warga, terjadi enam kali serangan buaya. Dari kejadian itu, satu orang luka pada bagian tangan, sedangkan lainnya selamat tanpa luka.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BKSDA Kalteng melakukan observasi di lokasi kemunculan dan serangan buaya.

Mereka menemui warga dan perangkat desa untuk menggali informasi terkait kemunculan dan serangan buaya.

Petugas BKSDA juga memberikan penjelasan kepada warga tentang perilaku buaya dan bahayanya serangan satwa liar tersebut.

Warga diimbau untuk berhati-hati saat beraktivitas di sungai agar tidak sampai menjadi korban serangan buaya.

Buaya tersebut diduga kelaparan akibat cadangan makanan di habitatnya semakin sulit didapat.

Akibatnya, menurut dia, buaya mencari makanan hingga ke perairan dekat permukiman penduduk, bahkan sampai masuk ke parit irigasi.

Selain meningkatkan kewaspadaan, warga juga diingatkan untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat atau berpotensi memicu kemunculan buaya.

Seperti meletakkan ternak atau hewan peliharaan di dekat sungai karena bisa menjadi incaran buaya lapar tersebut.

“Warga juga kami minta jangan membuang bangkai binatang ke parit irigasi karena itu akan mengundang buaya datang ke lokasi tersebut. Bangkai binatang itu bisa menjadi makanan bagi buaya sehingga dia akan datang terus,” kata Muriansyah.

Ia pun berharap buaya dapat terjerat , dan akan dilepasliarkan di hutan yang merupakan habitat aslinya, sehingga tidak lagi muncul dan menyerang warga. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Cabuli Anak di Bawah Umur, Pemuda Teweh Ditangkap Polisi Teweh
apahabar.com

Kalteng

Bupati Kobar Minta Angkutan Melebihi Tonase Diperiksa Ketat
apahabar.com

Kalteng

AHY Sebut Media Pilar Penting Demokrasi
apahabar.com

Kalteng

Covid-19 di Muara Teweh Menguatirkan, Bupati Barut Titip Pesan
apahabar.com

Kalteng

Kebakaran Pasar Pujon, Legislator Ini Sayangkan Pemkab Kapuas Batalkan Pengadaan Mobil Damkar
apahabar.com

Kalteng

Staf Ahli Kalteng dan Kalsel Bertemu, Ada Apa?
apahabar.com

Kalteng

Kalteng Tindaklanjuti Perpres Terbaru Penanganan Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Dubes Belanda Janji Temui Keluarga Korban Laka Speedboat di Kalteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com