Ansharuddin Curhat, Eh Wabup Balangan Maradang INNALILLAHI, Anggota TNI Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama

Terpapar Asap Pembakaran, Warga Minta RSUD Abdul Aziz Tanggung Jawab

- Apahabar.com Jumat, 12 Juni 2020 - 19:46 WIB

Terpapar Asap Pembakaran, Warga Minta RSUD Abdul Aziz Tanggung Jawab

Kepulan asap dari cerobong insinerator RSUD Abdul Aziz Marabahan yang dikeluhkan warga sekitar. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Setidaknya dalam dua pekan terakhir, pernapasan warga di sekitar RSUD Abdul Aziz Marabahan sedikit terganggu. Penyebabnya adalah kepekatan asap yang dihasilkan pembakaran limbah di insinerator rumah sakit. Selain berwarna hitam, bau yang keluar juga cukup sengak.

Imbas pembakaran tersebut terutama dirasakan warga Gang Ar Rahman dan Gang Wijaya Kusuma di Kelurahan Ulu Benteng Marabahan.

Biasanya pembakaran dilakukan sejak pukul 08.00 Wita, ketika warga

.seharusnya masih dapat menghirup udara segar.

“Kami sampai sakit kepala mencium bau asap yang keluar dari cerobong. Seharusnya setiap pagi menghirup udara segar, sekarang tidak bisa lagi,” papar salah seorang warga bernama Saleh, Jumat (12/6).

Dari bau yang keluar, warga menduga berasal dari plastik dan kertas terbakar. Sesekali juga terdengar letupan-letupan.

“Kami hanya berharap cerobong lebih ditinggikan, sehingga asap tidak langsung masuk rumah warga,” imbuh Saleh.

Insinerator RSUD Abdul Aziz sendiri cukup lama tidak beroperasi, setidaknya dalam dua tahun terakhir lantaran perizinan. Selanjutnya pemusnahan diserahkan kepada pihak ketiga.

Namun pihak pengelola mengklaim harus mengaktifkan lagi insinerator tersebut, terutama untuk memusnahkan limbah pasien Covid-19.

“Sesuai instruksi dari pusat, pembakaran mau tidak mau harus dilakukan,” sahut dr Faturrahman, Direktur RSUD Abdul Aziz.

“Limbah pasien Covid-19 seperti kotak makanan itu tak boleh didiamkan atau ditimbun di TPS. Dalam waktu dua jam, semuanya harus dimusnahkan,” imbuhnya.

Terkait keinginan warga agar cerobong ditinggikan, RSUD Abdul Aziz masih harus melakukan beberapa pengkajian.

Disisi lain, Pemkab Barito Kuala sudah mengusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk memperoleh bantuan pembangunan incinerator.

“Semua persyaratan administrasi dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) sudah dilakukan,” jelas Abdul Manaf, Penjabat Sekretaris Daerah Batola.

“Demikian pula ketersediaan lahan. Sekarang tinggal menunggu pengusulan tersebut berproses di Kementerian LHK,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

WBK, Solusi Minimalisir Peredaran Narkoba dari Balik Bapas
apahabar.com

Kalsel

Razia Jelang Tahun Baru, Wisnu: 2 Pengunjung Grand Positif Narkoba

Kalsel

Ironi, Ketika Keindahan Gunung Hauk Balangan Ternodai Sampah
apahabar.com

Kalsel

PWI HST Resmi Dilantik, Ketua Pinta Pemerintah Terbuka Informasi
apahabar.com

Kalsel

Aksi Tolak Omnibus Law di Kalsel, Mahasiswa Ancam Duduki Gedung Dewan
apahabar.com

Kalsel

Aksi di Jalan A Yani Banjarmasin, Sebernet Berbagi Nasi Bungkus untuk Dhuafa
apahabar.com

Kalsel

Tinjau Lokasi TMMD Ke-105 di Kuin Kecil, Ini Kata Hj Ananda
apahabar.com

Kalsel

Rumah Mahasiswi Digerebek Warga, 5 Muda-mudi Didapati Sedang ‘Kumpul’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com