Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat Menkes Ungkap Tambahan Kasus Mutasi Corona Baru, 1 dari Kalsel Amuntai Heboh! Belasan Balita Diduga Keracunan Usai Konsumsi Soto

Terungkap, Motif Penusukan di Kafe Arwana Banjarmasin

- Apahabar.com Senin, 29 Juni 2020 - 14:18 WIB

Terungkap, Motif Penusukan di Kafe Arwana Banjarmasin

Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Susilo menghadapkan kedua pelaku penusukan di Kafe Arwan ke awak media, Senin (29/6) siang. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi R

apahabar.com, BANJARMASIN – Imin Sipit dan Rizki Barbera, dua pelaku penusukan di Kafe de Kopi Arwana, hanya bisa tertunduk lesu di Mapolsek Banjarmasin Timur.

Senin (29/6) siang, keduanya dihadapkan ke sejumlah awak media karena melukai seorang pengunjung bernama Muhammad Saipul (22).

Dari cerita pelaku, awal cerita penusukan terjadi lantaran teman pelaku dan korban bersenggolan badan sesaat setelah mengambil pesanan di kasir.

Setelah itu, teman pelaku sempat meminta maaf. Namun korban disebut tak menggubris dan marah-marah sembari mengajak ribut si teman pelaku.

Sontak keduanya langsung bertindak nekat dengan menganiaya korban lantaran kesal.

Pertama-tama pelaku Rizki Barbera memukul korban hingga tersungkur.

Berselang kemudian, giliran Imin Sipit menghunuskan senjata tajam jenis sangkur yang dibawanya ke arah perut warga Jalan Pekapuran Raya, Banjarmasin Timur itu.

“Secara spontan,” terang Imin.

Usai melakukan perbuatannya, kedua pelaku langsung lari dan menghilangkan jejak.

Sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit Ansari Saleh Banjarmasin untuk penanganan medis.

Sayangnya, malam itu, semua kamera CCTV di kafe tersebut mati. Pihak kepolisian cukup terkendala untuk mengejar kedua pelaku.

Namun berkat kegigihan, setelah belasan hari melakukan pendalaman, polisi akhirnya berhasil mengendus jejak kedua pelaku.

Pada hari Jumat (26/6) sore, Imin Sipit ditangkap saat berada di kawasan Pasar Antasari, Banjarmasin Tengah.

Sedangkan Rizki Barbera dijemput di rumahnya beberapa jam setelahnya.

Hampir setiap hari saat ke luar rumah, Imin memang kerap membawa senjata tajam tersebut.

“Untuk jaga-jaga diri,” katanya.

Selain itu, kata dia, pada malam kejadian berdarah itu, sebelum datang ke kafe, ia dan pelaku Rizki serta beberapa teman lainnya, sudah terlebih dahulu menenggak minuman keras.

“Iya malam itu mabuk,” katanya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

“Ancaman hukuman 5 tahun penjara,” kata Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Susilo didampingi Kanit Reskrim, Iptu Timur Yono.

Selain itu, kepada pelaku Imin Sipit, disangkakan pula Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 12 Darurat Tahun 1951 lantaran membawa sajam tanpa izin.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Riyad Dafhi R - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Petani Hulu Sungai Banting Setir Bisnis Sabu, Ini Akibatnya
apahabar.com

Hukum

Gondol Belasan Gram Emas, Pria di Teweh Kalteng Diborgol Polisi
apahabar.com

Hukum

Awal 2020, Polsek Penyipatan Ungkap 2 Kasus di Pantai Batakan
apahabar.com

Hukum

Pengamat: Penanganan Kasus Korupsi di Kalsel Berjalan Lamban!
apahabar.com

Hukum

Curi 10 Karung Karet Lump, Pria Tabalong Dibekuk Polisi
apahabar.com

Hukum

Alasan Pelajar Kukar Rampok Toko Emas: Butuh HP untuk Belajar Online
apahabar.com

Hukum

Dua Tersangka Pencemaran Nama Baik Ahok Tidak Ditahan
apahabar.com

Hukum

Pengedar Sabu Kepergok Transaksi di Makam Pahlawan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com