Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Alasan Mencengangkan Disdik Mengapa Anak SMP di Banjarmasin Harus Sekolah Tatap Muka

Trend Covid-19 Meningkat, DPRD Banjarbaru: Akibat Kelonggaran Sistem

- Apahabar.com Kamis, 25 Juni 2020 - 13:16 WIB

Trend Covid-19 Meningkat, DPRD Banjarbaru: Akibat Kelonggaran Sistem

Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah. Foto-apahabar.comNurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Trend Covid-19 meningkat, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah katakan akibat kelonggaran sistem di masyarakat.

“Tren (Covid-19) yang lagi naik ini mungkin karena sistem kita agak longgar dibandingkan dulu ketika PSBB,” ujarnya kepada apahabar.com Kamis (25/6) siang.

Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Banjarbaru memang telah berakhir dan digantikan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dengan sistem yang lebih longgar dibanding PSBB.

“Kan PSBB kita pengetatan, terus semua aktivitas kita berhentikan makanya grafik stagnan. Lalu ruang-ruang publik yang memunculkan manusia datang itu dulu diperketat bahkan diibaratkan Lockdown. Itulah penyebabnya (dulu) kasus bisa ditekan,” jelasnya.

Namun peningkatan Covid-19 di Banjarbaru ini, kata dia, juga faktor dari gencarnya tim gugus tugas melakukan tracing dan tracking terhadap pasien positif. GTPP Covid-19 Banjarbaru melakukan tes cepat secara agresif sehingga terdeteksilah banyak pengidap baru.

“Itu hal positif karena bisa mendeteksi lebih dulu daripada tidak melakukan apa-apa timbul ada virus dan tidak ditindaklanjuti,” jelasnya.

PKM juga dititikberatkan pada pembatasan kegiatan dengan tetap mendisiplinkan masyarakat, namun menurutnya masyarakat banyak acuh tak acuh.

“Kalau saya lihat sekarang ini, ya benar-benar longgar sampai saya lihat banyak orang tidak memperhatikan protokol Covid, karena itulah kita ini dilema,” ungkapnya.

Dilema yang dimaksud, apabila masyarakat dipaksa disiplin, maka kesannya seperti menidas. Namun jika tidak dipaksa, aturan tidak dihiraukan.

“Itulah yang menjadi dilema, tapi kuncinya ya kita harus berusaha untuk menekankan protokol Covid-19 bagaimana kita ini bisa melakukan aktivitas, namun tanpa harus terpapar,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter : Nurul Mufidah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Evaluasi Anggaran, Dewan Kalsel Panggil GTPP Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Polresta Banjarmasin Ungkap 3 Kasus Curanmor
apahabar.com

Kalsel

Angin Segar, 1.173 Honorer Kotabaru Bakal Miliki BPJS Ketenagakerjaan
apahabar.com

Kalsel

Tinjau Malam Misa Natal di Gereja Katedral, Kapolda Kalsel Pastikan Aman
apahabar.com

Kalsel

Meski Berpeluang Hujan di Kalsel, BMKG Tetap Minta Waspadai Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Pilkada 2020, Wakil Bupati Balangan Belum Tentukan Sikap
apahabar.com

Kalsel

Tak Punya IMB, Pembangunan Pelaihari Mall City Dihentikan
apahabar.com

Kalsel

Rangkul Pemuka Agama, Kapolsek Daha Selatan Sosialisasi Bahaya Radikalisme dan Terorisme
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com