Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya

Tunggu Karantina Provinsi, Warga Positif Covid-19 di Marabahan Masuk SKB

- Apahabar.com Senin, 22 Juni 2020 - 18:11 WIB

Tunggu Karantina Provinsi, Warga Positif Covid-19 di Marabahan Masuk SKB

satu ruangan SKB Batola yang digunakan untuk karantina pasien positif. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sembari menunggu kesiapan karantina provinsi, sejumlah warga positif Covid-19 di Marabahan direncanakan menempati SKB Barito Kuala.

Keputusan itu diambil setelah Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Camat Marabahan menggelar rapat tertutup dengan Bupati Batola, Hj Noormiliyani, Senin (22/6).

“Untuk sementara mereka ditampung di SKB, sambil menunggu kesiapan karantina provinsi,” jelas Camat Marabahan, Eko Purnomo Sakti, seusai rapat tersebut.

“Namun tidak semuanya ditampung, karena tergantung kapasitas SKB. Sebelumnya warga meminta diberangkatkan ke karantina provinsi di Banjarbaru dan ditempatkan dalam satu ruangan,” imbuhnya.

Kemudian pasien yang belum dapat ditampung dikarantina, sementara ditangani di rumah masing-masing.

Sedianya SKB Batola memiliki kapasitas 50 orang. Sementara jumlah yang dirawat berjumlah 26 orang.

Tetapi lantaran penempatan pasien berdasarkan kategori, kapasitas pun tidak dapat dimaksimalkan.

“Pasien swab pertama negatif menempati satu kamar, sehingga total disediakan dua kamar untuk laki-laki dan wanita. Demikian pula swab pertama yang masih positif,” jelas dr Azizah Sri Widari, Kepala Dinas Kesehatan Batola.

“Untuk mengakomodir pasien baru, kami harus membuat pengaturan tertentu agar tidak bercampur dengan mereka yang sudah menjalani swab pertama negatif,” tambahnya.

Terkait kondisi karantina provinsi, Batola hanya bisa menunggu. Setelah Kampus I BPSDM dan Bapelkes penuh, Pemprov Kalimantan Selatan masih menyiapkan Kampus II BPSDM dan Asrama Haji.

Sebelumnya sejumlah warga mengadukan nasib kepada Camat Marabahan, Minggu (22/6) siang.

Mereka menginginkan segera dikarantina, karena sudah menjalani isolasi mandiri di rumah sejak dinyatakan reaktif pasca rapid test yang dilakukan 4 dan 6 Juni 2020.

Selama isolasi mandiri, mereka dibantu warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan harian. Mereka juga terpaksa tetap serumah dengan anggota keluarga yang lain.

Sementara jumlah pasien positif Covid-19 di Batola sudah mencapai 231 kasus. 31 di antaranya dinyatakan sembuh.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Lama Vakum, Dispurtarsip Tapin Bertekad ‘Hidupkan’ Perpus di Desa Parigi Kacil
apahabar.com

Kalsel

Sambut Haul Guru Sekumpul, Polisi HST Bantu Tambal Jalan
apahabar.com

Kalsel

Pelaku UMKM Kalsel Dukung Mardani H Maming sebagai Ketua BPP HIPMI
apahabar.com

Kalsel

Akses Jalan Trans Kalimantan – Banjarmasin Mengular 5 Kilometer
apahabar.com

Kalsel

BMKG Prediksi Cuaca Hari Ini Bersahabat
apahabar.com

Kalsel

Sampel Swab Banjarmasin Masuk Daftar Tunggu, Ibnu Usulkan Beli Sendiri
apahabar.com

Kalsel

1.137 Personil Gabungan Amankan Tablig Akbar UAS
apahabar.com

Kalsel

Sepekan Lagi Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Akan Beroperasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com