Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Upaya Tingkatkan PAD, PT Ambapers Siap Buka Jasa Layanan Pelabuhan

- Apahabar.com Selasa, 16 Juni 2020 - 17:53 WIB

Upaya Tingkatkan PAD, PT Ambapers Siap Buka Jasa Layanan Pelabuhan

PT Ambapers saat rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Kalsel. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Terancam tidak dapat memenuhi target pendapatan pada daerah akibat pandemi Covid-19, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) mulai menjalankan skenario baru untuk tetap pertahankan setoran.

“Rapat hari ini menyampaikan progres izin konsesi yang PT Ambapers kirim ke Kementerian Perhubungan Laut,” ucap Dirut PT Ambapers, Zulfadli Gajali usai rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Kalsel, Selasa (16/6).

Zulfadli mengatakan, akibat pandemi, jumlah pengiriman batubara turun 10 persen. Yakni dari 10 juta menjadi 7 juta per matrik ton (M/T) per bulan.

Dia kuatir jika itu terus berlanjut, setoran untuk daerah tidak terpenuhi.

Tahun ini, tergetnya perusahaan bidang pengerukan dan pengelolaan alur Ambang Sungai Barito Banjarmasin dan fasilitas penunjangnya itu mesti setor Rp 50 miliar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sampai pertengahan tahun ini sudah target Rp 20 miliar lebih,” ungkapnya.

Maka dari itu, jika izin perusahaan yang mengandalkan pendapatan dari jalur ambang Barito itu sudah di setujui kementerian perhubungan laut, maka dalam waktu pihaknya membuka jasa pelayanan pelabuhan milik daerah.

Sementara anggota Komisi II DPRD Kalsel, HM Yani Helmi mendukung upaya yang PT Ambapers untuk meningkatkan PAD. “Kita mendukung upaya peningkatan PAD, seperti yang dilakukan PT Ambapers,” HM Yani Helmi

Politisi Fraksi partai Golkar itu menceritakan selama ini PT Ambapers hanya berkonsentrasi pada pungutan channel fee, dan kini mengembangkan ke arah usaha lain yang bisa meningkatkan penghasilannya.

“Pungutan channel fee inipun harus ditingkatkan bagi hasilnya dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,” jelas politisi Partai Golkar.

Karena hasil pungutan tersebut, PT Ambapers sebagai pengelola alur ambang Sungai Barito hanya menerima bagi hasil sebesar 12,5 persen, padahal harusnya lebih banyak.

“Seharusnya prosentase bagi hasil ini bisa ditingkatkan, minimal 20 persen, karena pemerintah daerah memerlukan anggaran besar untuk recovery pasca-Covid-19,” tambahnya.

apahabar.com

Dirut PT Ambapers Zulfadli Gajali memberikan keterangan kepada wartawan. Foto-Istimewa

Editor: Syarif

Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Persediaan Elpiji di Banjarmasin Aman, Bright Gas Kian Diminati
apahabar.com

Ekbis

Bursa Saham Asia Menguat, IHSG Awal Pekan Ikut Naik
apahabar.com

Ekbis

Alfamart Gelar Pasar Murah Ramadan
apahabar.com

Ekbis

Hari Pertama Lebaran, Bandara Syamsudin Noor Capai 5.093 Penumpang
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Melemah, Kebijakan Ekonomi Daerah Dipertanyakan
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Pangkas Kuota Impor Minyak Pertamina
apahabar.com

Ekbis

Catatan BPS Khusus Hotel Berbintang di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat, Imbas Pembukaan Lockdown
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com