Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu

Wagub Kalteng Tolak PSBB Jilid II Palangka Raya, Ini Alasannya

- Apahabar.com Selasa, 30 Juni 2020 - 21:59 WIB

Wagub Kalteng Tolak PSBB Jilid II Palangka Raya, Ini Alasannya

Ilustrasi PSBB. Foto-Detik.com

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Pemkot Palangka Raya kembali berencana menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid dua.

Kebijakan ini menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Salah satu yang menentang adalah Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail Bin Yahya.

Menurut Habib, PSBB tidak akan efektif, apabila masyarakat tetap mengabaikan protokol kesehatan. Saat ini yang dibutuhkan memperkuat edukasi, imbauan, sosialisasi dan contoh.

“Perkuat edukasi, menyadarkan masyarakat, mengimbau, sosialiasi terus menerus, sosialisasi berjenjang, pendekatan terhadap seluruh tokoh. Itu saja yang harus diperkuat. Tidak perlu PSBB,”tegasnya.

Namun sayang, masih ada pejabat ataupun aparat tidak memberi contoh penerapan protokol kesehatan dengan baik.

Di satu sisi mengimbau agar masyarakat mentaati protokol kesehatan, tapi di sisi lain justru sebaliknya.

“Ayo para pejabat, beri contoh kepada masyarakat. Jangan kita bikin PSBB, tapi bikin acara. Jangan kita bilang social distancing tapi mengumpulkan massa,”ujarnya.

Apabila tetap dilaksanakan PSBB, maka pedagang kecil akan menjerit lagi. Begitu juga sektor lain. Sebab semua akan dibatasi sehingga ekonomi kembali lumpuh.

Padahal roda erekonomian baru saja akan kembali menggeliat setelah pemberlakuan PSBB tahap pertama.

Bahkan jika PSBB tetap dilakukan, malah suatu kemunduran. Pasalnya di daerah lain sudah berancang-ancang menuju tatanan kehidupan baru atau new normal.

Habib menilai, semakin melonjak jumlah positif, bukan berarti bertambah gawat dan bentuk kegagalan menjaga daerah. Tapi bisa karena tracking pemerintah berhasil.

“Jika dilaksanakan PSBB tapi ketegasan tidak ada? Jika tegas akan menyakitkan masyarakat, buat apa? Kita bekerja untuk kepentingan masyarakat,”imbuhnya.

Terpenting adalah kesadaran bersama bahwa Covid-19 ini hanya bisa dilawan, kalau semua mau disiplin dan patuh dengan protokol kesehatan, sehingga tidak perlu PSBB.

apahabar.com

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail Bin Yahya. Foto-Istimewa

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Ahc23 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Bayar Pajak PBB dan BPHTB di Kapuas Sekarang Bisa Secara Online
apahabar.com

Kalteng

Sekda Kapuas Minta Satpol PP Stop Bangunan Sarang Burung Walet Baru
apahabar.com

Kalteng

Puluhan Guru PAUD di Kapuas Ikuti Bimtek Belajar dari Rumah
apahabar.com

Kalteng

BKSDA Kalteng Lepasliarkan Dua Ekor Kukang
apahabar.com

Kalteng

Miliki Navigasi Tangani Covid-19, Letjen Doni Apresiasi Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Polres Barut Selidiki Pelaku Pembuang Orok Bayi di Desa Bintang Ninggi II
apahabar.com

Kalteng

Pemprov Kalteng Siap Benahi Aturan Penghambat Investasi
apahabar.com

Kalteng

Blanko KTP Elektronik di Palangka Raya Menipis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com