MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

WHO: Tak Ditemukan Adanya Virus Corona Hidup di ASI

- Apahabar.com Senin, 15 Juni 2020 - 05:15 WIB

WHO: Tak Ditemukan Adanya Virus Corona Hidup di ASI

Ilustrasi produksi air susu ibu (ASI). Foto-iStockphoto

apahabar.com, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyelidiki dengan hati-hati mengenai risiko penularan penyakit Covid-19 dari ibu yang menyusui kepada anaknya melalui air susu ibu (ASI).

Menurut Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ibu yang positif terkena virus corona yang menyusui tidak berisiko menularkan virus kepada bayinya melalui ASI.

“Kita tahu bahwa anak-anak memiliki risiko Covid-19 yang relatif rendah, tetapi mereka berisiko tinggi terhadap berbagai penyakit dan kondisi lain yang menghalangi pemberian ASI. Berdasarkan bukti yang tersedia, saran WHO adalah bahwa manfaat menyusui melebihi potensi risiko penularan Covid-19,” kata Tedros dalam jumpa pers pada Jumat, (12/6), dilansir laman Fox News.

Oleh karenanya, Tedros pun meminta ibu menyusui terus menyusui anaknya, meskipun positif Covid-19. Lain halnya jika ibu menyusui terlalu sakit untuk menyusui anaknya.

Direktur Departemen Kesehatan Reproduksi dan Penelitian pada WHO, Anshu Banerjee mengatakan, berdasarkan penelitian, hanya fragmen dari virus yang ditemukan pada ASI. Virus hidup belum terdeteksi dalam ASI.

“Jadi, oleh karena itu, risiko penularan dari ibu menyusui sejauh ini belum ditetapkan,” kata Banerjee.

WHO telah mengunggah pedoman untuk fasilitas kesehatan yang selama pandemi Covid-19 mempertahankan layanan yang diperlukan untuk perawatan bayi baru lahir. Dalam pedoman itu, ibu menyusui didorong untuk tetap menyentuh bayi mereka.

WHO pun menginstruksikan untuk memfasilitasi agar ibu tetap menggendong bayi yang baru lahir dari kulit ke kulit, meskipun mereka positif mengidap Covid-19. WHO juga mengatakan para ibu harus berbagi kamar dengan bayi mereka dan melakukan praktik higienis ketika menyusui dan menggendong bayi, seperti mencuci tangan selama 20 detik.

“ASI mengandung antibodi dan manfaat imunologis lainnya yang dapat membantu melindungi terhadap penyakit pernapasan,” tulis WHO dalam laporan mereka.

Dalam pernyataan itu, WHO juga menyatakan pengalaman yang diperoleh sejauh ini menunjukkan perjalanan penyakit Covid-19 umumnya tidak parah pada bayi dan anak kecil. WHO menekankan, risiko utama penularan tampaknya berasal dari saluran pernapasan ibu yang terinfeksi.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Hanya Rp75 Ribu, Nikmati Buka Puasa Sepuasnya di Fave Hotel Banjarmasin
apahabar.com

Gaya

Di Era Digital, Pelaku Usaha Harus Miliki Website
apahabar.com

Gaya

7 Fakta Unik Kucing Savannah, Jinak dan Tidak Takut Anjing
apahabar.com

Gaya

Eijkman: Waspadai Flu Babi G4 Jadi Pandemi
apahabar.com

Gaya

Belajar dari Rumah, Advan Rilis Tablet Baru Bonus Modul Latihan Soal
apahabar.com

Gaya

Hari Batik Nasional, Begini Cara Mengetahui Batik Asli
apahabar.com

Gaya

Kampanyekan Motor Listrik, Pemprov DKI Sebar 50 Unit
apahabar.com

Gaya

Saat Buka Puasa, Teh Hangat atau Air Putih Dulu?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com