Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu Duel Juventus vs Barcelona Liga Champions Malam Ini Tanpa Ronaldo vs Lionel Messi, Link Live Streaming SCTV!

30 Tahun Jual Ketupat Musiman di KM 1 Banjarmasin, Baru Ini Beda

- Apahabar.com Kamis, 30 Juli 2020 - 20:06 WIB

30 Tahun Jual Ketupat Musiman di KM 1 Banjarmasin, Baru Ini Beda

Leman, pedagang ketupat di Jalan A Yani KM 1, Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Momentum Hari Raya Iduladha menjadi peluang bisnis bagi sebagian masyarakat di Banjarmasin.

Salah satunya, terkait dengan hidangan khas lebaran yakni ketupat.
Seperti tahun sebelumnya, di Jalan A Yani Km 1 Banjarmasin, ada belasan lapak yang terlihat menjajakan ketupat dan lontong.

Satu biji ketupat itu dibandrol dengan harga RP6-7 ribu.

Namun sayang, para pedagang mengaku dagangannya tak selaku tahun kemarin.

“Biasanya pas sore jelang malam hari raya seperti ini lapak rame. Kadang sampai 3 mobil yang berhenti,” kata Leman (78) kepada apahabar.com, Kamis (30/7).

Leman merupakan salah seorang pedagang ketupat musiman yang hampir tak pernah absen berjualan di KM 1 Banjarmasin.

Termasum lebaran Iduladha, ia sudah menjual ketupat kurang lebih 30 tahun.

Dia mengira, penyebab sepinya dagangan karena virus Corona. Selain itu aturan pemerintah yang tidak menganjurkan berkumpul banyak orang pun menjadi salah satu alasan.

“Biasanya, yang pulang kampung juga mampir. Beli banyak. Tapi ini kan lagi corona, mungkin sebagian memilih enggak pulang,” terangnya.

Tidak hanya menjual ketupat, di lapak milik Leman juga menjual lontong, tusuk sate dan telur asin.

Meski terkesan sepi, leman dan dua putrinya yang membuka lapak sejak pukul 11.00 wita, itu berharap tetap untung meski tak banyak.

Leman membuka dua lapak, yang masing-masing di jaga oleh dua putrinya yakni Isna (35) dan Khadijah (30).

Untuk produksi ketupat, bisanya dia membeli di daerah Sungai Baru atau Kampung Ketupat yang letaknya tak jauh dari KM 1.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Banyak Suami Istri di Batola Nikah Bawah Tangan
apahabar.com

Kalsel

KPU Tapin Garansi 469 Petugas PPDP Bebas Covid-19 Saat Coklik
apahabar.com

Kalsel

Dikunjungi H Mushaffa Zakir, Ini Harapan Warga Pemurus Baru
apahabar.com

Kalsel

Api ‘Ngamuk’, 1 Rumah Kosong di Komplek PLN Banjarbaru Ludes
apahabar.com

Kalsel

Kuras Tambak, Polres Batola Panen 350 Kilogram Ikan
apahabar.com

Kalsel

Ribuan Spesimen Covid-19 Kalsel Masih Antre Pengujian
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Batola Berbagi 16 Sapi Kejutan
apahabar.com

Kalsel

Terpapar Covid-19, Kantor BRI KCP Rantau Timur Tutup
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com