ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Nasional

Minggu, 5 Juli 2020 - 14:36 WIB

91 Juta Data Akun Tokopedia Bocor, Simak Kata Pakar Siber

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi. Foto-net

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, SEMARANG – Tokopedia kembali dihantam kebocoran data penggunanya. Kali ini dikabarkan hingga 91 juta akun.

Sebelumnya, di awal Mei 2020 Tokopedia dihantam kebocoran data 15 juta akunnya.

Kini akun yang membocorkan juga menginfokan memiliki dan akan menjual 91 juta data pengguna Tokopedia.

Data yang sebelumnya diperjualbelikan seharga 5.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp70 juta itu, kini bisa di-download secara bebas.

Pakar keamanan siber dari CISSReC, Doktor Pratama Persadha memandang perlu masyarakat mewaspadai kebocoran yang tercatat 91 juta data pengguna Tokopedia itu.

Sebab menurut Pratama, sangat memungkinkan penyalahgunaan data untuk menipu, misalnya telemarketing palsu.

“Yang paling berbahaya mengaku dari Tokopedia menelepon calon korban. Karena nama, email (surat elektronik), dan nomor seluler jelas valid, memudahkan para penipu meminta sejumlah uang mengaku dari pihak mana pun, termasuk Tokopedia,” kata Pratama Persadha, Minggu (5/7).

Ditambah lagi, lanjut Pratama, bila para pelaku jago cracking hash, password (kata sandi) bisa diketahui, selanjutnya bisa terjadi pengambilalihan akun.

Baca juga :  Viral Video Balita Pegang Botol Miras Sambil Joget Dugem, Begini Klarifikasi Perekam

Setelah mengetahui akun, mereka menghubungi calon korban dengan menawarkan layanan dan produk melalui telepon (telemarketing).

“Kalau hal ini terus-menerus terjadi, di mana perlindungan keamanan siber bagi masyarakat? Karena pada saat yang sama penyelenggara sistem transaksi elektronik juga sulit dimintai tanggung jawab,” tekan Pratama.

Sebelumnya, pada Sabtu (4/7) sore, salah satu anggota sebuah grup Facebook terkait dengan keamanan siber yang berisikan hampir 15.000 anggota memberikan link tautan untuk mengunduh data Tokopedia sebanyak 91 juta secara gratis.

Ketika ditelusuri, menurut Pratama, link tersebut bersumber pada salah satu akun bernama @Cellbris di Raidforums yang memang sudah membagikan terlebih dahulu pada Jumat (3/7) tadi.

“Akun tersebut membagikan secara hampir cuma-cuma di Raidforums yang sebelumnya dia dapatkan dari cara membeli data tersebut di darkweb sebesar 5.000 dolar AS,” kata Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC (Communication and Informatian System Security Research Center) ini.

apahabar.com

Saat pencarian data di antara 91 juta data pengguna Tokopedia yang diekstrak. Foto-Antara.

Terkait dengan kebocoran data itu, Pratama mengatakan bahwa Tokopedia harus bertanggung jawab.

Baca juga :  Rapid Test Antigen, Diklaim Akurat Deteksi Covid-19

Sebeb menurutnya, data pengguna yang mereka kelola bocor dan pastinya akan banyak pihak yang menggunakan untuk tindak kejahatan.

“Ini membuktikan bahwa Tokopedia benar-benar sudah diretas, tidak seperti penjelasan Tokopedia sebelumnya yang mengatakan ‘hanya’ terjadi upaya peretasan di platformnya,” kata pria kelahiran Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini.

Hingga Minggu (5/7) pukul 10.00 WIB, tautan link untuk mengunduh data 91 juta akun Tokopedia masih bisa diakses dan ada 58 anggota yang sudah mengunduhnya.

Pada tautan tersebut tertulis link akan kedaluwarsa sampai 5 hari ke depan. Data yang bocor adalah sama dengan awal Mei 2020, yaitu data yang diambil per bulan Maret 2020.(ant)

apahabar.com

“Link download” data yang bocor. Foto-Antara

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pemerintah Kejar Pemeriksaan 10.000 Sampel Covid-19 per Hari
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Tidak Terpuji Jika Ada Kepala Daerah Simpan Uang di Kasino
apahabar.com

Nasional

Polisi Buru Satu Penyebar Video Porno Mirip Syahrini

Nasional

Mencekam, Buaya Seret Penambang Pasir di Depan Saudaranya
apahabar.com

Nasional

Pasca-teror Bom Medan, Polda Kalsel Larang Ojol Masuk
apahabar.com

Nasional

RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Segera Tuntas
apahabar.com

Nasional

UI Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2020
apahabar.com

Nasional

Tahu Istrinya Selingkuh di Kamar Mandi, Suami Bacok Istri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com