ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Kalsel

Minggu, 12 Juli 2020 - 16:25 WIB

Akses Terputus Akibat Banjir, Tala Bangun Jembatan Darurat

Reporter: AHC14 - apahabar.com

 Jembatan Bajingah di Tala yang ambruk akibat banjir. Foto-Istimewa.

Jembatan Bajingah di Tala yang ambruk akibat banjir. Foto-Istimewa.

apahabar.com, PELAIHARI – Banjir di Kabupaten Tanah Laut (Tala) telah memutus sejumlah akses penghubung warga. Jembatan darurat pun kini mulai dibangun, Minggu (12/7).

Seperti diketahui, jembatan penghubung di RT 15, Kampung Bajingah, Kelurahan Sarang Halang, Pelaihari dan Jalan Pekalongan RT 06, Desa Galam, Kecamatan Bajuin, terputus akibat bajir.

Banjir terjadi lantaran intensitas hujan tinggi dan meluapnya sungai di sana beberapa hari ini.

“Untuk sementara kita bangun jembatan darurat dari batang kelapa. Lapis di atasnya akan dipasang kayu ulin,” ujar Kepala Dinas PUPRP Tala Ir Agus Sektyaji, saat berada di lokasi jembatan putus Kampung Bajingah, Minggu (12/07).

“Perlu diingat jembatan darurat ini sementara hanya bisa dilalui roda dua. Sementara roda 4 bisa mutar pada jalan alternatif lain,” pesan Agus.

Baca juga :  Sepeninggal Nadjmi Adhani, Sederet Prioritas Jadi PR Pemkot Banjarbaru Kini

Selanjutnya terang Agus, pembangunan secara permanen akan dilakukan jika memungkinkan.

“Akan dianggarkan pada anggaran perubahan atau di APBD Murni 2021 mendatang. Namun yang jelas saat ini kita bangun jembatan darurat,” terang Agus.

Sementara itu, warga Pelaihari, Muhammad Noor menyebutkan selain Jembatan Bajingah dan Jalan Pemalongan Desa Galam yang terputus, ada juga akses lain nyaris serupa nasibnya.

“Jalan di Atu-Atu Pelaihari hampir putus. Namun semua sudah diperbaiki oleh PUPR, dibantu BPBD dan warga setempat,” timpal kata Anang Kio, begitu dia kerap disapa.

Ia menyebutkan, banjir di Tanah Laut ini yang terparah dialami warga dalam beberapa tahun terakhir.

Peristiwa ini ditengarai lantaran adanya pendangkalan sungai. Termasuk Sungai Tabanio yang terbesar di Tanah Laut.

Baca juga :  FOTO: Antusiasme Warga Banjarmasin Ikuti Swab Massal

Sungai ini melintasi Bajuin, Pelaihari, dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Takisung.

Seperti diketahui, Jum’at (10/7) malam hingga Sabtu (11/7) siang, hujan deras melanda Tala hingga Sabtu (11/07).

Luapan air menghantam beberapa pemukiman warga termasuk di wilayah Kota Pelaihari.

Sejumlah ruas jalan tergenang bahkan berimbas akses jalan nasional menuju Kabupaten Tanah Bumbu di Kampung Parit Kelurahan Sarang Halang Pelaihari terputus.
Para Pengendara mobil dan sepeda motor dialihkan untuk menggunakan Jalan A Syairani, Pelaihari.
Sehingga pengguna jalan tetap dapat melanjutkan perjalanan baik ke arah Banjarmasin maupun yang ingin melanjutkan perjalanan ke Batulicin Tanbu.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tutup Tahun, DPRD Sahkan Perda Administrasi Kependudukan
apahabar.com

Kalsel

Bentengi Kampung dari Virus Corona, Polsek Kelumpang Utara Bangun Portal di Perbatasan
apahabar.com

Kalsel

Awali 2020, Gerbong Mutasi Setda HST Bergeser
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 9 April: Tambah 3 Positif, 1 di Antaranya Wafat
apahabar.com

Kalsel

DPRD: Kalsel Sehat Jadi Prioritas

Kalsel

VIDEO: Geger! Tas Hitam Diduga Berisi Bom Ada di Tiang ‘Lampu Merah’
apahabar.com

Kalsel

Pengadaan BRT, Dishub Klaim Respon Keluhan Masyarakat Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Tanam Ribuan Pohon, Bentuk Kepedulian Polres Banjar Akan Lingkungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com