Lebarkan Sayap, bjb Sekuritas Rambah Investasi Pasar Modal Jabar Siswa Tenggelam di Siring Banjarmasin Akhirnya Ditemukan Gugatan Jilid II Denny Indrayana Rontok, MK Kuatkan Kemenangan BirinMu Coffee Shop Banjarmasin Dibobol Maling, Terekam CCTV Pelaku Telanjang Bulat PPKM Level IV, Covid-19 di Banjarmasin-Banjarbaru Malah Naik….

Akses Terputus Akibat Banjir, Tala Bangun Jembatan Darurat

- Apahabar.com     Minggu, 12 Juli 2020 - 16:25 WITA

Akses Terputus Akibat Banjir, Tala Bangun Jembatan Darurat

Jembatan Bajingah di Tala yang ambruk akibat banjir. Foto-Istimewa.

apahabar.com, PELAIHARI – Banjir di Kabupaten Tanah Laut (Tala) telah memutus sejumlah akses penghubung warga. Jembatan darurat pun kini mulai dibangun, Minggu (12/7).

Seperti diketahui, jembatan penghubung di RT 15, Kampung Bajingah, Kelurahan Sarang Halang, Pelaihari dan Jalan Pekalongan RT 06, Desa Galam, Kecamatan Bajuin, terputus akibat bajir.

Banjir terjadi lantaran intensitas hujan tinggi dan meluapnya sungai di sana beberapa hari ini.

“Untuk sementara kita bangun jembatan darurat dari batang kelapa. Lapis di atasnya akan dipasang kayu ulin,” ujar Kepala Dinas PUPRP Tala Ir Agus Sektyaji, saat berada di lokasi jembatan putus Kampung Bajingah, Minggu (12/07).

“Perlu diingat jembatan darurat ini sementara hanya bisa dilalui roda dua. Sementara roda 4 bisa mutar pada jalan alternatif lain,” pesan Agus.

Selanjutnya terang Agus, pembangunan secara permanen akan dilakukan jika memungkinkan.

“Akan dianggarkan pada anggaran perubahan atau di APBD Murni 2021 mendatang. Namun yang jelas saat ini kita bangun jembatan darurat,” terang Agus.

Sementara itu, warga Pelaihari, Muhammad Noor menyebutkan selain Jembatan Bajingah dan Jalan Pemalongan Desa Galam yang terputus, ada juga akses lain nyaris serupa nasibnya.

“Jalan di Atu-Atu Pelaihari hampir putus. Namun semua sudah diperbaiki oleh PUPR, dibantu BPBD dan warga setempat,” timpal kata Anang Kio, begitu dia kerap disapa.

Ia menyebutkan, banjir di Tanah Laut ini yang terparah dialami warga dalam beberapa tahun terakhir.

Peristiwa ini ditengarai lantaran adanya pendangkalan sungai. Termasuk Sungai Tabanio yang terbesar di Tanah Laut.

Sungai ini melintasi Bajuin, Pelaihari, dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Takisung.

Seperti diketahui, Jum’at (10/7) malam hingga Sabtu (11/7) siang, hujan deras melanda Tala hingga Sabtu (11/07).

Luapan air menghantam beberapa pemukiman warga termasuk di wilayah Kota Pelaihari.

Sejumlah ruas jalan tergenang bahkan berimbas akses jalan nasional menuju Kabupaten Tanah Bumbu di Kampung Parit Kelurahan Sarang Halang Pelaihari terputus.
Para Pengendara mobil dan sepeda motor dialihkan untuk menggunakan Jalan A Syairani, Pelaihari.
Sehingga pengguna jalan tetap dapat melanjutkan perjalanan baik ke arah Banjarmasin maupun yang ingin melanjutkan perjalanan ke Batulicin Tanbu.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: AHC14 - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Pemain Judi Sekaligus Pemakai Sabu Diringkus
apahabar.com

Kalsel

Edukasi New Normal Makin Masif Dilakukan Polisi HSU
apahabar.com

Kalsel

Masyarakat Kalsel yang Rumahnya Roboh Ingin Ketemu Jokowi

Kalsel

Jaringan Empat Wilayah Hulu Sungai Dibongkar, BNNP Kalsel Sita Hampir Satu Kilo Sabu
apahabar.com

Kalsel

Siring Piere Tendean Banjarmasin Tetap Ditutup Saat Libur, Ini Alasan Kadisbudpar
HSU

Kalsel

Rakor Persiapan Operasi Lilin Intan, Kapolres HSU Tegaskan Disiplin Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Sejarah Pulau Kembang (1); Masyarakat Percaya Kera di Sana Jelmaan Makhluk Gaib, Benarkah?
apahabar.com

Kalsel

Tegangan Tinggi di Jalan Intan Amaco Bukan Tanggung Jawab PLN Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com